Lanjut ke konten

Komeng: Saya Nggak Ngajarin Ngebut

15 Agustus 2011


Komeng. (foto:dok edo)

Komedian Komeng memang jenaka. Simak saja sejumlah acara televisi yang dibintanginya, pasti bikin tersenyum. Termasuk aksinya diiklan sepeda motor Yamaha?
“Adegan tenda rubuh dan baju compang-camping saat saya naik motor itu bagian dari komedi,” ujar Komeng, saat berbincang dengan saya di sela Buka Bersama Yamaha, di Jakarta, Selasa (9/8/2011) malam.
Bagi Komeng, iklan yang dikemas dalam komedi memudahkan penyampaian pesan. Karena itu, ketika dia membintangi iklan produk motor bebek Yamaha yang membuat jembatan runtuh, hanya sisi komedi iklan tersebut.
Saat saya tanya apakah dirinya tidak merasa mengajarkan ngebut kepada para penonton iklan tersebut, Komeng berkilah. “Saya nggak ngajarin orang ngebut. Belum pernah saya dibilang begitu, baru mas aja yang bilang,” sergah pria yang sudah sembilan tahun menjadi bintang iklan motor Yamaha.
Menurut dia, dirinya justeru kerap dituding meruyaknya motor di jalan-jalan. Mungkin maksudnya, gara-gara iklan yang dibintanginya, banyak orang membeli sepeda motor.

Komeng dan Valentino Rossi. (foto:istimewa)

“Nah, kalau Doni Tata yang jadi bintang iklan, mungkin orang merasa diajarin ngebut,” tambah bintang utama dalam Sahur Semua Sahur, yang ditayangkan RCTI, selama sahur Ramadan tahun 2011.

Bukan Kendaraan

Ada yang menggelitik dari pendapat Komeng soal kenapa para pengguna jalan ngegas saat melihat lampu warna kuning di perempatan jalan. “Mungkin karena dulu sering melihat warna kuning, atau tiap pagi suka melihat warna kuning, jadi maunya ngegas aja,” katanya.
Nadanya mulai agak serius saat saya tanya komentarnya soal masalah keselamatan jalan. “Jangan salahkan kendaraannya, kecelakaan terjadi karena orangnya,” tutur dia.
Kita tahu, pada 2010, mayoritas pemicu kecelakaan adalah faktor manusia, di antara lengah saat berkendara. “Kadang-kadang orang ngebut karena alasan waktu. Kalau takut terlambat, perginya harus lebih awal,” katanya.
Data Kepolisian RI, tahun lalu, sepeda motor berkontribusi sekitar 52% dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Maklum, populasi motor memang lebih banyak ketimbang jenis kendaraan lainnya. “Orang memilih motor karena transportasi umum belum memadai,” pungkas Komeng. Percaya? (edo rusyanto)

26 Komentar leave one →
  1. 15 Agustus 2011 02:00

    Sip

  2. tuwek permalink
    15 Agustus 2011 02:01

    Semakin Pasrah..

  3. 15 Agustus 2011 02:52

    itu bukan saya, itu xeon

  4. 15 Agustus 2011 02:54

    kontroversikah…???

  5. 15 Agustus 2011 04:02

    Ada benernya omongan Komeng

    Nitip Jemuran
    http://:rexraider.wordpress.com/2011/08/11/43/

  6. mal gundhoes permalink
    15 Agustus 2011 04:19

    masuk akal

  7. cah ndeso permalink
    15 Agustus 2011 04:43

    itu ngajarin yg nggk bener….. kebut2an dijalan raya yg nggk pantas ditiru….. yg menimbulkAn kerugian orang lain…. kapan yamaha bikin iklan yg lebih mendidik akan keselamatan berkendara…????????!

  8. 15 Agustus 2011 04:44

    ngasih contoh kain yang bagus dan kain yang jelek (gampang robek) hehehe

    nitip ya om
    http://boerhunt.wordpress.com/2011/08/15/bajaj-avenger220-dts-i-discover-100-125-150cc-menerka-nerka-langkah-bai/

  9. purnomo sp permalink
    15 Agustus 2011 06:01

    ngeles ah si komeng :mrgreen:

  10. 15 Agustus 2011 06:28

    Yang ngebut bukan komeng tapi Yamaha 😀
    nitip pesan buat konsumen http://triyantobanyumasan.wordpress.com/2011/08/15/bajaj-pulsar-itu-bagus-blogger-juga-konsumen-bro/
    Salam Mbah

  11. arsenal permalink
    15 Agustus 2011 07:11

    komeng kan jago ngeles om.bukan jago ngebut

  12. EXYBAND permalink
    15 Agustus 2011 07:49

    bukan salah komeng om, komeng kan cuma artis yg harus tunduk pd skenario.

    yg salah ya yamaha yg bikin iklan…

  13. black permalink
    15 Agustus 2011 08:27

    cuma yg IQ nya rendah gak bisa ngerti komedi yg disampaikan komeng..

    mungkin bagi orang seperti itu, iklan blade yg bener. jual mimpi dgn aura motogp tim repsol honda, dgn performa seadanya dari honda blade

  14. 15 Agustus 2011 08:32

    Om kl dibikin probabilitas kecelakaan terhadap orang yang sudah tertransportasikan mungkin 52% itu gak mencerminkan sumbangan motor yang sebenernya

    misal kecelakaan 100 kasus berarti motor 52 kasus, misal mobil 20% berarti 20 kasus

    tapi orang yang berhasil tertransportasikan berapa?

    anggap aja mobil ma motor jumlah pengendaranya sama, toh banyak kan sekarang mobil segede gaban isinya cuma 1 orang

    permisalan kasar

    mobil 700 ribu= 700 rb orang
    motor 7 juta = 7 juta orang

    maka probabilitas kecelakaan terhadap transportasi yang telah berhasil dilakukan menjadi berubah

    52 kasus / 7 juta orang = ?
    20 kasus / 700 rb orang = ?????

    • 15 Agustus 2011 11:58

      ide yg menarik mas bro, apakah kita berbasis populasi sepeda motor atau populasi penduduk. trims atensinya.

  15. tigerpiceks permalink
    15 Agustus 2011 12:00

    ketemu komeng dimana mbah???

  16. 15 Agustus 2011 12:36

    Komeng cuma jadi agen pembodohan otomotif…titipan ATPM

  17. Rc166 permalink
    15 Agustus 2011 17:31

    Dunia ini panggung sandiwara?para komedian ngak panjang umur.lihat sejarah

  18. bara permalink
    15 Agustus 2011 21:15

    Iklan ngebut . tergantung motornya…
    Kayak ngebut siapa duluan nyampe tempat cewe.. iklan NMp
    atau ngebut2 CBR…

    Bebek jgn dibawa ngebut…. dikomplek aja

  19. Bedjo permalink
    15 Agustus 2011 22:21

    pembodohan otomotif

  20. safety riding permalink
    17 Agustus 2011 07:59

    komen pada gak mutu.pada baca artikel gak sih lo?

    apa ga nyampe ya otak lo untuk mengerti apa inti artikel diatas? pasti bukan pemilik yamaha.pantes komentarnya gak mutu. terutama cah ndeso. wong ndeso masih pke sepeda ontel banyak omong lo.

  21. 4 Juni 2012 11:21

    ngebut gaknya kan tergantung orangnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: