Skip to content

Ironi Pasar Rebo

7 Agustus 2011

Pasar Rebo terletak di Jakarta Timur. Lokasi ini kian terkenal ketika terminal bus antar kota dipindah kesini dari Cililitan, Jakarta Timur. Praktis, karut marutnya lalu lintas jalan juga bergeser ke Pasar Rebo.
Perempatan Jl Raya Bogor di sekitar Pasar Rebo setiap hari diwarnai kemacetan lalu lintas jalan. Padahal, kondisi itu sudah sangat tertolong oleh kehadiran jalan layang yang berdiri kokoh.

Khusus untuk kendaraan dari arah Jl TB Simatupang menuju terminal Kampung Rambutan, maupun yang hendak berbelok ke arah Jl Raya Bogor ke arah Cijantung, mau tidak mau agak tersendat di kolong jembatan layang. Maklum jalan menyempit hanya bisa satu mobil ukuran bus.

Ironi terjadi di persimpangan dari arah Jl TB Simatupang. Para pengguna jalan berlomba melibas garis setop. Coba tengok foto-foto yang saya ambil Kamis (4/8/2011) siang. Para pemotor tergoda untuk melewati garis setop. Begitu juga sebagian para pemobil.
Terlihat sepele. Hanya menerabas garis setop. Tapi, imbasnya bisa sangat besar. Para pejalan kaki kehabisan ruang untuk menyeberang. Risiko terjadinya kecelakaan pun bertambah.

Lantas, jika dari hal kecil saja sulit mentaati aturan jalan, bagaimana dengan hal besar?
Oh ya, padahal ada sanksi untuk melanggar marka jalan cukup signifikan loh. Kalau tidak keliru, sanksi denda maksimal Rp 500 ribu atau sanksi penjara maksimal tiga bulan. (edo rusyanto)

Iklan
11 Komentar leave one →
  1. geraltofrivia permalink
    7 Agustus 2011 02:36

    ini sudah membudaya om, ditambah sikap apatisme aparat, tidak akan pernah ada penyelesaian tuntas sampe kiamat sekalipun.

    saya biasa lewat rute jalan panjang pos pengumben, 2 kali saya hampir berkelahi karena saya berhenti di garis putih, box motor saya disundul seorang bapak yang sewot karena saya berhenti di blakang garis sedangkan dia mau nyerusuk maju kedepan. sudah ngerti gelagatnya, mau saya samperin eh dia kabur nerobos lamer.

    kejadian kedua ketika saya berhenti di lajur kanan, mau belok ke kanan, lampu lurusnya hijau lampu beloknya masi merah. tiba2 saya disamperi seorang bapak yg naek mobil yg marah2 ga jelas nyuruh minggir karena ternyata dia baru turun dengan bodohnya dari jalur busway di sebelah kiri dan karena didepan sudah garis putih, saya berhenti dan dianggap menghambat lajurnya.

    • geraltofrivia permalink
      7 Agustus 2011 02:37

      maap jalur busway sebelah kanan kamsudnya :mrgreen:

  2. wong ndeso permalink
    7 Agustus 2011 04:38

    ada yang unik dari fotonya mbah edo…

    Yamaka semkin di depan…

    di depan garis lampu merah…

  3. baliadvertiser permalink
    7 Agustus 2011 05:24

    Wah perlu di tindak para pelanggarnya…

  4. 7 Agustus 2011 05:51

    Absen pagi sambil baca-baca :mrgreen:

  5. 7 Agustus 2011 06:00

    namanya juga budaya mas,,,susah dibasmi,,
    http://motomotif.wordpress.com/2011/08/06/mengenang-setahun-tabrakan-fatal-si-megan-bag-1/
    http://motomotif.wordpress.com/2011/08/07/mengenang-setahun-tabrakan-fatal-si-megan-bag-2selesai/

  6. wong permalink
    7 Agustus 2011 11:12

    maju dikit ke arah tb simatupang, tepatnya di pertigaan menuju condet, bukan cuma garis yg dilanggar, lampu merah pun diterabas!!

    • 7 Agustus 2011 11:21

      waduh, smoga gak terulang, apalagi menimbulkan kecelakaan lalin. trims infonya bro.

    • 7 Agustus 2011 19:54

      Betul tuh, yang kearah simatupang, merah juga lempeng aja…… mungkin karena belum ada kejadian fatal di depan mata, jadi orang tidak perduli, yang lain nrobos, ikut ajah, kalo ga ikut di klakson orang banyak. tapi lebih sebel lagi kalo ada orang yang dengan katroknya lawan arus……..!!!!!!!!@$%#@^#&@^*@9

  7. Arus Liar permalink
    7 Agustus 2011 17:20

    Yg bilang nerobos garis putih = sudah budaya = katrok (bolong/ suwek), mosok budaya jelek di-peli-hara

    Arek Tandes (TM)

  8. karis permalink
    9 Agustus 2011 04:20

    Cerminan dari tingkat pendidikan nih mas…
    http://karisnsz.wordpress.com/2011/08/09/new-scorpio-z-mulai-dipilih-konsumen/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: