Skip to content

Menerobos Lampu Merah Kena Tilang Deh…

6 Agustus 2011

HERNAEN, sebut saja begitu, sempat sewot. Polisi yang menilangnya tak memberi tindakan kepada para pelanggar serupa. “Kok yang lain gak ditilang pak?” Sergah Hernaen pada petugas itu, Minggu (24/7/2011).
Sang petugas menimpali dengan enteng. ”Suka-suka saya,” katanya.
Inikah potret apatisme petugas terhadap membludaknya pelanggaran lalu lintas oleh para pengguna jalan?
Terlepas dari itu. Hernaen baru saja ditilang dengan tuduhan melanggar aturan mengenai lampu pengatur lalu lintas atau yang kondang disebut lampu merah. Dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), sanksinya tidak main-main loh. Bisa kena denda maksimal Rp 500 ribu atau sanksi pidana maksimal dua bulan penjara. ”Saya diberi slip tilang warna merah dan harus mengikuti sidang pada Jumat, 5 Agustus 2011,” ujar pria pengendara motor sport itu.
Dalam surat tilang tertera bahwa Hernaen dikenai pasal 287 ayat 2 yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (4) huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Apa sih isi pasal 106 ayat 4? Setelah mengais-ngais info, ini dia bunyi pasal tersebut, yakni setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan: a. rambu perintah atau rambu larangan; b. Marka Jalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas; d. gerakan Lalu Lintas; e. berhenti dan Parkir;
f. peringatan dengan bunyi dan sinar; g. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau h. tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain.

Menerobos lampu merah tentu saja berisiko. Potensi kecelakaan adu kambing alias tabrakan berhadap-hadapan cukup besar. Siapa pun, tentu tak ingn terlibat insiden kecelakaan lalu lintas jalan. Rasanya, aturan tersebut masuk akal untuk melindungi pengguna jalan dari risiko terlibat insiden kecelakaan. Cukup sabar sedikit, rasanya risiko bisa dikurangi. Setuju? (edo rusyanto)

21 Komentar leave one →
  1. 6 Agustus 2011 03:43

    Ya berarti lagi ape it kang

  2. Goyip permalink
    6 Agustus 2011 05:08

    Tapi lampunya masih kuning pak waktu saya terobos…

  3. Goyip permalink
    6 Agustus 2011 05:13

    Rider: Tapi lampunya masih kuning pak waktu saya terobos…
    Polis: kamu tau nggak arti lampu kuning?!!!
    Rider: tau pak!…hati hati, saya hati hati kok pak nerobosnya!…
    Polis: kamu tau nggak arti lampu kuning?!!!..hah
    Rider: tau pak!…Pelan-pelan, Saya pelan-pelan kok pak nerobosnya!..
    Polis: Kamu aja deh yang jadi polisi!!!…

    • 7 Agustus 2011 20:47

      ya pak, saya malah jatuh gara2 lampu kuning, karena yang di depan biasanya terus ini malah berhenti, Persis di parapatan ragunan. ditolong sama pak polisi, katanya” sudah kuning kok masih jalan, ya jatuh mas” iya pak, gara – gara ada monyet yang berhenti. mendadak, pak polis suma senyum2. Habis kejadian itu, kalu di prapatan ragunan, timernya dah mau habis langsung berhenti di paling kiri. kalau agak ketengan takut disundul orang.

  4. cah ndeso permalink
    6 Agustus 2011 05:59

    setuju…. keep safety…

  5. Aa Ikhwan permalink
    6 Agustus 2011 07:07

    mbah, kadang2 ada provokator mbah di lampu merah, http://aaikhwan.wordpress.com/2011/01/25/provokator-di-lampu-merah/

  6. 6 Agustus 2011 09:20

    Tak Kira mbah edo yang nerobos hehehehehehe…..

  7. yamahi permalink
    6 Agustus 2011 09:40

    mbah edo pernah kena tilang gak ya…..

    Xixixixi……..

  8. 6 Agustus 2011 09:44

    Inilah jeleknya penegakkan hukum disini masih pandang bulu. Kalo lolos ya syukur, tp klo pas kena tilang ya…apes dah…Biasanya lampu kuning itu bkn’y mengurangi kecepatan malah manambah kecepatan utk menerobos, wal hasil klo ga kena tilang ya adu kambing. terlepas dari itu semua, ada hal yg lbh penting yaitu kesadaran & kedisiplinan dlm berlalu lintas yg hrs kita terapkan oleh kita msg2 agar kita selamat sampai tujuan. Keep Safety Riding…!!!

  9. koplax permalink
    6 Agustus 2011 09:59

    Arogan bgt tuh polisi,Harusnya dia jawabnya secara diplomatis :
    Personil polisi jumlahnya terbatas pak tdk mungkin klo harus nilang semuanya.
    Tapi oke jg tuh polisi gak suruh bayar ditempat.

  10. 6 Agustus 2011 10:56

    saya pak polisinya..! 😀

  11. Tukang_turinG permalink
    6 Agustus 2011 13:04

    puteran TAM sunter = lampu kota kena tilang, katanya lampu utama yang harus dinyalain, dilihat di pasal memang bener. Tapi tulisan himbauan pinggir jalan hanya sebut = “nyalakan lampu”..ha lampu opo iki?
    Dah gitu yang ditilang yang pas “kejebak” muter doang, dari arah cawang-priok/sebaliknya didiamkan saja..
    Tak tanyain, “yang ditilang yang sini saja pak?, yang sana tidak?”
    Polisi yang terhormat, “ya, sini saja.”
    hihihihiiiii….. 😀

    • 6 Agustus 2011 13:50

      hemmm…mirip dengan kasus hernaen di atas yah? ada sebagian yg tidak bisa ditilang walau di depan mata. tenaganya terbatas.

  12. ngamuk permalink
    6 Agustus 2011 14:27

    A : Kok yang laen gak ditilang pak polisi ?
    Polisi : Suka-suka saya !!!
    A : Ya sudah nama bapak dan kata-kata bapak saya adukan ke blogger ya …..
    Polisi : Mau apa kamu !!!
    A : Suka-suka saya dong ……

    • 7 Agustus 2011 20:49

      wakakakakakak kalau gitu pak polisinya gimana ya??? gondok kaliii

  13. arm permalink
    7 Agustus 2011 07:02

    mbah edo, bagaimana jika menunggu lampu merah pada jam 3 pagi??
    Padahal tidak ada pengendara lain yang melintas/sepi(hanya saya seorang), dan lagi waktu lampu merahnya menunjukan angka 70 an..
    Selain menunggu lama, juga was was dengan begal (perampok) yang bisa membahanyakan keselamatan.
    Mohon balasannya.

  14. 9 Desember 2011 14:09

    pak poolisi yang da di alteri semarang ;;;;;; BAJIROOOOT KOE

  15. 9 Desember 2011 14:11

    polisi sekarang tidak memiliki pri kemasyarakatan

  16. 7 Januari 2012 19:52

    pantek lagadang lah

  17. 13 Januari 2013 02:35

    Hmmm mending !!! saya melewati garis pembatas waktu lampu hijau!!! persimpangan macet..!!! disetop polisi katanya menerobos lampu merah!!!…. eh tiba tiba saya dituding bersalah!!!! enak ja tuh polisi main vonis!!! mana terima saya !!!

  18. Ramsudin permalink
    14 September 2017 18:43

    Lah kok saya kena pasal 28747 sedangkan saya nggak menerobos lampu merah cuma berhenti di bahu jalan itupun dekatnya halte dan di luar garis mati…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: