Lanjut ke konten

Touring OBI-XL 2011: Potret Pemotor Pantura (Bagian Kedua)

26 Juli 2011

PERJALANAN Jakarta-Semarang bukan tanpa rintangan. Soal kemacetan dan ancaman dehidrasi merupakan santapan rutin.
Risiko lain yang menghadang adalah perilaku ugal-ugalan para pengguna jalan. Potret buram pengguna jalan sruntulan sudah tersaji ketika Tim Touring OBI-XL 2011 alis XL Netrally 2011 memasuki Jl Kalimalang, Jakarta Timur mengarah ke Bekasi.
Para pemotor di jalur tersebut diakui anggota tim touring OBI, yakni bro Rio, bro Henry, dan bro Rial. Ketiganya tinggal di kawasan Bekasi, Jawa Barat dan beraktifitas harian di Jakarta.
Menu pembuka perilaku sruntulan perlu disikapi waspada. Bisa-bisa kita tersungkur akibat insiden kecelakaan lalu lintas jalan. Di jalur ini, hal yang perlu diwaspadai adalah sikap tak mau sabar para pemotor, perilaku melawan arus, atau perilaku berbelok tanpa memberi lampu isyarat. Hal itulah yang saya saksikan saat melintas pada Jumat (22/7/2001) pagi.
Berulangkali bro Rial yang menjadi road captain (RC) tim touring OBI, memberi isyarat waspada dan meminta pengguna jalan berhati-hati. Jangan sruntulan.

Memasuki pukul 08.00 WIB, kami melintas di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa. Melintas di daerah Patokbesi, Subang hingga ke Kadanghaur, kewaspadaan tak hanya terhadap para pemotor. Aneka kendaraan besar seperti bus antar kota antar provinsi, truk, dan truk kontainer, sewaktu-waktu bisa menjadi mesin jagal di jalan raya.
Pemotor yang secara fisik kalah besar, tak hanya berisiko akibat pengemudi bus besar yang sruntulan. Seperti yang kami alami saat bergerak dari Pekalongan menuju Batang, Jawa Tengah. Bro Yudi yang memandu kami, nyaris diserempet bus besar yang ugal-ugalan.
Ancaman dari kendaraan-kendaraan besar itu adalah terpaan angin kencang saat pemotor berpapasan dalam kecepatan tinggi. Bisa-bisa motor oleng dan tergelincir akibat kehilangan keseimbangan.
‘Musuh’ lain bagi pemotor adalah kondisi jalan yang bergelombang, tidak rata, atau bergelombang. Jalur antara Losari-Cirebon, ada jalan yang tidak rata. Sedangkan memasuki Brebes banyak kami temui jalan bergelombang. Mirip seperti saat tim OBI menyusuri Semarang-Bandungan. Jalan bergelombang membuat pemotor ekstra waspada agar tak tergelincir. Kecepatan terlalu tinggi ketika melintas gelombang tadi berisiko kesulitan mengendalikan motor.

Selain gelombang, ada juga ‘cakar ayam’ yakni kondisi aspal jalan yang digaruk untuk dilapis ulang. Kondisi jalan menjadi bergelombang vertikal yang bisa membuat roda motor slip. Seperti yang saya lihat di mulut Brebes. Seorang pemotor tergelincir dan menderita luka ringan saat melintas di atas ‘cakar ayam’ tadi.

Abai Keselamatan

Di luar itu semua, potret pemotor yang saya jumpai sepanjang Pantura Jawa menuju Semarang, nyaris tak berbeda jauh dengan di Jakarta dan sekitarnya.
Soal keselamatan jalan, secara kasat mata terlihat pemotor yang tidak memakai helm, berkendara bertiga, tidak menyalakan lampu utama, dan melawan arus lalu lintas jalan. Potret buram tersebut juga terjadi di kota-kota yang kami lintasi, mulai Bekasi, Cikarang, Karawang, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, hingga Semarang.

Entah kesadaran atas keselamatan jalan yang kurang, atau penegakkan hukum yang lemah sehingga pelanggaran peraturan merajalela. Pastinya, potensi kecelakaan kian terbuka lebar. Tak aneh jika tiap hari 86 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan pada 2010. Berkisar 60-70% korban tersebut adalah para pemotor.
Perilaku abai keselamatan juga kami jumpai di kawasan sejuk Bandungan, Semarang. Tak sedikit pemotor muda usia yang berkendara tidak memakai helm atau berkendara tiga orang. Bahkan, dilengkapi dengan suara knalpot super nyaring.

Komisaris Besar (Kombes) Polisi Gatta Chairuddin, kepala Teknologi dan Informasi Komunikasi Korlantas Polri dalam Obrolan Langsat (Obsat) di Semarang, Sabtu (23/7/2011) malam menegaskan, pihaknya terus menegakkan hukum di jalan. Untuk memperkuat hal itu, katanya, tahun ini bakal keluar peraturan Kapolri (Perkap) melengkapi UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Layanan Mudik

Obsat kali ini diikuti sekitar 200 blogger peserta XL Netrally 2011. Obrolan ini menjadi puncak acara, termasuk bagi tim touring OBI.
Obsat yang bertajuk ‘Mudik Asyik bersama XL dan TMC Polri’ itu, juga mengupas kesiapan XL dalam menyediakan layanan seluler sepanjang arus mudik dan balik Lebaran tahun 2011.
Menurut Robert Dedi, vice president Network XL, selama arus mudik traffict telekomunikasi pelanggan XL bakal naik 30% dari kondisi normal.

“Peningkatan pemakaian layanan data luar biasa. Untuk lama bicara kami perkirakan naik 31%, sedangkan SMS naik 37% dari 613 jt jadi 865 juta SMS,”katanya.
Acara yang dipandu Ndoro Kakung dan Head of Communication Xl Axiata Febriati Nadira itu, juga diisi dialog dengan para blogger yang hadir.
“Soal padatnya traffic di Jawa Tengah karena wilayah ini transit pemudik yang ingin ke Jawa Timur. Selama lebaran ada perpindahan trafik, Jawa Tengah bertambah 27%,” jelas Ira.

Tim OBI usai mengikuti Obsat langsung melesat ke Bandungan yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Semarang. Perjalanan menuju Bandungan cukup menantang. Jalan berkelok naik dan turun, serta banyaknya gelombang aspal. Namun, sejuknya udara di lokasi kami menikmati malam, membuat kesegaran terus bergelora. Apalagi ditemani segelas susu jahe dan sebatang jagung bakar. (edo rusyanto)

foto-foto:edo

5 Komentar leave one →
  1. 26 Juli 2011 11:04

    wohh..cuman atu doang foto yg dibandungan…btw di warung Ridho Rhoma ikut nampang yak??..wkwkkwkw :mrgreen:

    • 26 Juli 2011 11:07

      trims atas dukungannya bro lingga, itu ridho nemenin benny, hehehehe….ngomong2 bro lingga lagi ngelirik siapa tuh?

      • 26 Juli 2011 12:34

        yg penting bukan yg dudu di depannya Eyang…ngk berani ane..wkwkkwkw 😀

  2. vanz21fashion permalink
    26 Juli 2011 18:00

    :-0 bikin nambah ngiler pengen ketemu motor tercinta..

  3. 27 Juli 2011 09:19

    wah.. kebandungan ya muantep.. atis_atis uenak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: