Lanjut ke konten

Penampakan Pulsar Little India

15 Juli 2011


Bajaj Pulsar di Little India, Singapura. (edo)

SOSOK sepeda motor Bajaj Pulsar melintas. Suaranya senyap. Tampilannya gagah, hitam pekat. Sang penunggang pun segera memarkirkan si kuda besi.
Penampakan seperti itu sudah biasa jika di Jakarta. Maklum, sedikitnya 16 ribu unit sudah menggelontor ke jalan-jalan pada 2010. Belum lagi ditambah beberapa tahun sebelumnya dan hingga semester pertama 2011.
Pemandangan Bajaj Pulsar yang saya saksikan Rabu (13/7/2011) sore, terjadi di kawasan kota Singapura. Negara tetangga kita ini menempatkan sepeda motor sebagai salah satu pilihan alat transportasi, walau bukan yang terbanyak. Maklum, warga lebih dominan memanfaatkan kendaraan umum seperti mass rapid transit (MRT). Sedangkan mereka yang berdaya beli tinggi memilih kendaraan roda empat alias mobil.


Coba tebak yang mana aja Bajaj Pulsar. (edo)

Motor Bajaj Pulsar yang saya lihat berwarna hitam dan dibalut mesin 180cc. sang penunggang melengkapi sepeda motornya dengan boks warna hitam di bagian belakang motor. Saat motor diparkir, tampak si penunggang berkulit hitam legam. Mungkin warga Singapura keturunan India. Di kawasan ini, kerap saya jumpai Bajaj Pulsar. Ternyata, ini adalah kawasan yang disebut Little India. Barangkali mereka merasa perlu memakai Bajaj Pulsar yang memang merupakan produksi India. Wah, sebuah wujud cinta produk negara sendiri yah.
Situs http://wisatasingapura.kiosgeek.com menyebutkan, saat ini, Little India merupakan titik sentral masyarakat India Singapura. Jalan-jalannya yang beraroma rempah mengundang Anda ke area yang berlimpah dengan perhiasan etnik, rangkaian melati, serta sari sutra. Mulai dari Tekka Centre dan Little India Arcade yang besar sampai ke toko kelontong kecil, Little India penuh dengan berbagai benda menarik untuk ditemukan.


Opss lagi ngapain tuh rider. (edo)

Pada saat Deepavali (umumnya antara Okt/Nov), yaitu Festival Cahaya India, Little India berubah menjadi negeri dongeng penuh dekorasi meriah, dan jalan-jalannya yang terang benderang penuh sesak dengan pembelanja. Jangan meninggalkan Little India tanpa tattoo sementara Henna, atau mencicipi “Teh Tarik”, yaitu secangkir teh yang ditarik tangan.
Saat saya melintas, selain menyaksikan Pulsar, banyak para warga keturunan India yang sedang istirahat dan menikmati panganan di restoran yang ada disitu. Mau coba? (edo rusyanto)

14 Komentar leave one →
  1. 15 Juli 2011 11:03

    cintailah produk dalam negeri…
    Kalo produk luar lebih murah dan lebih baik , kenapa enggak Mbah.
    Salam

  2. RUB permalink
    15 Juli 2011 12:59

    Waktu jalan2 di little india mereka saru gak ngeliat om? Secara… Om edo rada2 mirip orang India. Wekekekekekek…

    *becanda

    Anyway… Ulasan yg menarik om! Saya kasi 2 jempol.

    • 15 Juli 2011 13:08

      saat mampir di restoran India di Johor Bahru, Malaysia, saya ditawari menu roti cane dan teh tarik. ajib juga. soal bajaj pulsar, rasanya sudah banyak yang tahu. asyik tarikannya. salam

  3. soemarlien permalink
    15 Juli 2011 13:24

    “sebuah wujud cinta produk negara sendiri”

    Berarrti DONO juga gitu yah eyang 😀

    • 15 Juli 2011 13:38

      Maksudnya, mereka kan keturunan India, nah motor Bajaj Pulsar besutan India, jadia ada semacam semangat mencintai negeri leluhur mereka?

  4. wong permalink
    15 Juli 2011 15:50

    parkirannya lega, enak bgt.

  5. 15 Juli 2011 16:46

    Mas hadiyanta po ya..?

  6. 15 Juli 2011 21:55

    yang keturunan tionghoa apa juga pada beli mocin?

  7. 16 Juli 2011 12:49

    la.. Kita mau beli motor apa yang bener2 100% indonesia.

  8. Rollerman permalink
    16 Juli 2011 22:02

    wahhh yg wrn biru metalik kan Yamaha tuh,tp Yamaha produksi dr India sih (maksudnya model buatan India)

  9. 16 Juli 2011 23:30

    Ada motor buatan indonesia 100% asli namanya jawa 😆 googling aja

  10. 16 Juli 2011 23:31

    Kalau software asli 100% indonesia namanya java googling aja kalau tidak percaya 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: