Lanjut ke konten

Catatan Adira Obsat: Jangan Letih Berbuat Hal Kecil

15 Juli 2011


Suasana diskusi Adira-Obsat. (edo)

Kadang banyak harapan yang kita gantungkan. Banyak hal besar yang ingin dilakukan. Sehingga lupa untuk berbuat sesuatu. Atau, menganggap percuma berbuat hal kecil.
Memindahkan batu ke pinggir jalan atau mengajarkan anak-anak memakai helm ketika bersepeda motor boleh jadi dipandang sebuah tindakan kecil. Hal kecil belum tentu tak memiliki kekuatan besar.
Jangan lupa, benda kecil bisa amat menyakitkan, bahkan menimbulkan hal fatal. Bagaimana sebutir pasir bakal menyakitkan jika masuk kedalam mata. Atau sebutir pasir bakal super menakutkan jika masuk dalam selang operasi pembedahan dan bersemayam di dalam paru-paru. Benda kecil bisa menimbulkan hal besar jika ditempatkan pada situasi dan waktu yang tepat.
Saya termasuk yang percaya, hal kecil yang dilakukan berulang-ulang bakal membentuk karakter. Karakter yang kuat membentuk kepercayaan sekeliling terhadap seseorang.
Aura itu yang saya rasakan saat menghadiri Obrolan Langsat di Jl Langsat, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2011) malam. Diskusi informal yang diikuti para penggiat keselamatan jalan, menghadirkan Kepala Dikyasa Polda Metro Jaya Katon Pinem, aktifis keselamatan jalan Adira, Ernita, dan sejumlah teman-teman saya seperti bro Benny dan bro Joan dari Road Safety Associaton (RSA). Tampak juga bro Saranto dan bro Ighfar dari komunitas Oto Blogger Indonesia (OBI).
Obrolan atau diskusi seputar keselamatan jalan menjadi pijakan untuk aksi nyata. Walau saya tahu Adira sudah berbuat dalam program penyuluhan dan sumbangan kaki palsu bagi korban kecelakaan. Ke depan, Adira bisa lebih konsisten. Dan, saya tahu pasti bisa konsisten.


foto:edo

Karena itu, ketika diminta menyampaikan pendapat oleh sang pembawa acara diskusi, saya lontarkan soal harapan kita kepada pak polisi agar lebih tegas dan konsisten dalam menegakkan hukum di jalan. Tanpa penegakan hukum, rasanya sulit menurunkan kecelakaan lalu lintas jalan secara signifikan.
Jika pemotor berkontribusi cukup banyak terhadap angka kecelakaan, tak terlepas dari populasinya yang terus bertambah setiap tahun. Hal itu juga dipicu oleh belum tersedianya angkutan umum massal yang aman, nyaman, selamat, dan terjangkau. Buntutnya, motor menjadi alat transportasi alternatif. Disini butuh gebrakan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mewujudkan sesegera mungkin transportasi yang seperti itu. Jangan sebatas retorika. Ayo semangat demi rakyat yang memilih Anda.
Walau, bagi Alex dari Dunamis yang malam itu menjadi narasumber Adira-Obsat, untuk mengubah perilaku jangan menuding pihak lain. ”Mulailah dari diri sendiri,” ujar dia bersemangat.
Betul. Perlu perubahan perilaku berkendara secara signifikan, dari sekarang, dimulai dari diri sendiri. Sekalipun sulit, bukan berarti tidak bisa. Nah, di sisi lain, para stake holder lalu lintas jalan juga menjalankan fungsinya secara konsisten dan bertanggung jawab. Termasuk soal sinergi dan konsistensi. Masih rela kehilangan 68 jiwa setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas jalan? (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. 15 Juli 2011 13:23

    kalimat terakhir 68 jiwa?, ini data di seluruh dunia atau Indonesia?
    kalau Indonesia…ngerii euy

  2. 15 Juli 2011 17:44

    Mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, mulai sekarang juga… (A’aGym) cmiiw…

    http://beratsebelah.wordpress.com/2011/07/15/rossi-stoner-jatuh-lagi-di-free-practice-1-sachsenring-2011/

    • Edo Rusyanto permalink*
      15 Juli 2011 17:52

      betul banget bro. trims atensinya, salam.

  3. 15 Juli 2011 19:32

    itu foto saya? hihihihihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: