Lanjut ke konten

Mengenal RUNK 2011-2035 (Bagian 3): Arah Menurunkan Fatalitas 80%

4 Juli 2011


foto:istimewa

DALAM tulisan bagian pertama dan kedua sudah dipaparkan mengenai latar belakang, sekaligus visi dan misi Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan 2011-2035. kini, dalam tulisan bagian ketiga mari kita tengok arah dan target jangka panjang rencana aksi tersebut.
Arah penyelenggaraan keselamatan jalan Indonesia ternyata memiliki tujuh bagian. Pertama, formalisasi8 dan standarisasi prosespenanganan kecelakaan lalu lintas. Semua proses yang terkait dengan kecelakaan lalu lintas, termasuk proses hukum dan penanganan korban, dibakukan dan menjadi proses publik, serta standarisasi sarana dan prasarana penanganan korban.

Kedua, sistem penjaminan bagi penyelesaian kerugian akibat kecelakaan lalu lintas. Menciptakan sistem penjaminan yang mampu menyelesaikan seluruh biaya dan kerugian, baik berupa kerugian material dan immaterial dari korban, serta kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas jalan.


foto:tmcpolri

Ketiga, pendidikan keselamatan yang terarah dan penegakan hukum yang berefek jera.
Menjamin terselenggaranya pendidikan keselamatan jalan yang menekankan pada penanaman nilai-nilai keselamatan jalan guna menciptakan budaya selamat di jalan.
Sedangkan penegakan hukum diarahkan untuk menciptakan efek jera melalui penerapan sanksi administrasi, denda, dan/atau hukuman badan.

Keempat, penyediaan pendanaan yang berkelanjutan guna peningkatan keselamatan jalan.
Menyusun kebijakan dan peraturan pelaksanaan dalam rangka menyediakan sumber dana alternatif yang berasal dari swasta, masyarakat, maupun pengguna jalan untuk menjamin keberlanjutan program-program keselamatan jalan.

Kelima, pemberian hak mengemudi secara ketat. Memberikan hak mengemudi secara ketat kepada setiap calon pengemudi yang memenuhi syarat pengetahuan, kecakapan dan kesehatan dengan menggunakan prinsip lisensi.


foto:edo

Keenam, penyelenggaraan kelembagaan keselamatan jalan yang efektif yang didukung oleh sistem informasi yang akurat. Menerapkan prinsip orkestra dalam penyelenggaraan keselamatan jalan membutuhkan kelembagaan yang efektif guna menjamin koordinasi di antara para pemangku kepentingan dengan didukung oleh sistem informasi sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang tepat dan akurat.

Ketujuh, penyediaan sarana dan prasarana lalu lintas jalan yang memenuhi standar
kelaikan keselamatan. Menyediakan sarana dan prasarana lalu lintas jalan yang memenuhi standar kelaikan sebagai syarat wajib bagi terselenggaranya keselamatan jalan.

Setelah memiliki arah, RUNK juga memiliki target jangka panjang yakni menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas sebesar 80% pada tahun 2035 berbasis data tahun 2010 yang diukur berdasarkan tingkat fatalitas per 10.000 kendaraan atau disebut indeks fatalitas per 10.000 kendaraan. Pada tahun 2035, indeks fatalitas yang diinginkan sebesar 0,79.
Target Jangka Panjang penyelenggaraan keselamatan jalan Indonesia ini akan dicapai secara inkremental menjadi target lima tahunan.
RUNK ini juga menggunakan indikator angka kematian per 100.000 populasi dan case fatality rate (CFR) sebagai alat untuk mengukur dan mengevaluasi keberhasilan kinerja keselamatan jalan. Pada Tahun 2010 angka kematian per 100.000 populasi adalah sebesar 13,15 dan ditargetkan pada 2020 dan 2035 akan menjadi 6,57 (penurunan 50%) dan 2,63 (80%). Nilai CFR pada tahun 2010 sebesar 50,70%, dan ditargetkan pada tahun 2020 dan 2035 menjadi 25,35% (penurunan 50%) dan 10,14% (80%). (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 4 Juli 2011 20:10

    Sip….

    Stop sim nembak..
    *sing penting wis dw sim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: