Lanjut ke konten

Tragedi Anak Minta Motor

30 Juni 2011

KENAPA kita mudah emosional? Bisakah meredam minat membeli sepeda motor? Dua pertanyaan itu yang mencuat saat saya membaca sebuah berita yang mengenaskan. Seorang ayah tega berbuat sesuatu yang mengakibatkan sang anak meninggal dunia. Berita di Pos Kota, edisi Kamis, 30 Juni 2011 – 13:36 WIB itu, menjadi satu lagi potret buram masyarakat kita. Tak ada lagi kata yang bisa saya tulis.
Ini dia beritanya.

Merengek Minta Motor, Anak Dibenturkan ke Tembok Hingga Tewas

LAMPUNG (Pos Kota) – Tidak tahan mendengar anak merengek minta motor, Sariyo ,48, tega membenturkan kepala anaknya, Riyanto ,17, warga Way Sulan, Lampung Selatan, hingga tewas. Setelah itu mayat anaknya ditaruh di bawah pohon dengan berpura-pura mengatakan kepada warga sekitar anaknya jatuh dari pohon hingga meningggal dunia, Rabu (29/6) sekitar pukul 17.00 WIB.
Terungkapnya pembunuhan ini karena kecurigaan istri tersangka, Lis ,45, yang sering mendengar anaknya minta motor Yamaha Vixion . Walau sudah diingatkan untuk sabar tetap saja tidak bisa hingga puncaknya sore itu Lis mendengar keributan antara anak dan suaminya. Usai ribut Lis bermaksud meminjam uang kepada orang tuanya untuk membelikan korban motor karena tidak tega. Anehnya saat pulang ke rumah dilihatnya rumah ramai warga dan ternyata kata suaminya anaknya ditemukan tewas jatuh dari pohon.
Pada saat dilakukan olah TKP dan tersangka diperiksa barulah, mengaku bahwa dirinya yang telah membunuh anaknya dengan cara dibenturkan ke tembok lalu diseret ke dekat pohon di belakang rumah karena kesal dimintai motor hingga terjadi ribut mulut,” Saya menyesal sudah membunuh anak saya sendiri hanya karena saya tidak mampu membelikannya motor,” kata tersangka.
Kapolsek Tanjungan, AKP. Eko membenarkan kejadian itu.”Tersangka berikut barang bukti kini diamankan di Polsek untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek. (Koesma/B)

22 Komentar leave one →
  1. 30 Juni 2011 16:24

    ngeri bener ya, dulu di kampung justeru sebaliknya, anaknya yang mengancam bapaknya pakai clurit dan akhirnya si anakpun punya motor karena clurit tersebut… miris bener…
    Salam Mbah..

    • Edo Rusyanto permalink*
      30 Juni 2011 16:26

      aku juga bacanya lemes, kok segitunya yah. duh, smoga ada hikmah buat kita para orang tua.

  2. 30 Juni 2011 16:35

    Edieannnn…
    (miris banget….)

  3. ricthofen permalink
    30 Juni 2011 16:51

    miris betul, itulah realita hidup di indonesia dan berkembangnya gaya hidup yg aneh

  4. 30 Juni 2011 16:58

    Ingat kejadian tetangga.

  5. 30 Juni 2011 17:00

    gara2 virus ego, gengsi dan prestis…
    ngga sadar diri dengan kondisi dan kebutuhan…
    yang ada hanya keinginan melulu…

    • Edo Rusyanto permalink*
      30 Juni 2011 17:02

      egoisme dan konsumerisme masih mengakar di masyarakat kita? hemmm…smoga kian hari, kian berkurang.

  6. Masterganjaz permalink
    30 Juni 2011 17:25

    Efek Hedonistis sangat menakutkan di Indonesia kapan ini berakhir,,,saya aja mau ganti pake CB…enakan pake CB hehehehehe….

  7. 30 Juni 2011 18:11

    Wah, itu sih kayaknya dari awal si ortu dah salah mendidik anak!
    Ingat ya, jangan jadikan lingkungan dan faktor luar jadi alasan terjadinya hal seperti ini!
    Didik dan besarkan anak semaksimal yg anda bisa!

  8. ocecoco permalink
    30 Juni 2011 18:33

    bersyukur yg sdh punya vixion, jgn ngeliat keatas terus (new cbr, ninja250). liat tuh kebawah 🙂

  9. Virus permalink
    30 Juni 2011 18:33

    hmmm…peran orang tua harus bisa dominan, jgn kemlayuuu…harus bisa GARANG!!! tpi jg BIJAKSANA!!!…beri lah pengertian kepada sang anak sejak kecil (balita), ketika merengek minta sesuatu JANGAN SELALU DI TURUTI…sperti didikan orang tua ane, efek ny ane paham betul bagaimana me-manage keuangan + keinginan…gak asal sradak-sruduk…
    *sukurilah setiap hal yg kita dapat…

  10. softech_niQ permalink
    30 Juni 2011 18:44

    ayo para atpm,turunin hrg motor,,,jgn overprice kl ngasih bandrol,,,hehehe…

  11. 30 Juni 2011 19:18

    Astaghfirullah

    innalillahi….

  12. karis permalink
    30 Juni 2011 20:06

    Masya Allah…negara ini semakin sakit ternyata

  13. 30 Juni 2011 21:36

    Dulu saya minta sama orang tua pingin di beliin sepedah sampai di gebuk tapi akhirnya aku sadar orang tuaku tak mampu dan keluar sekolah smp aku langsung kerja dan ga melanjutkan ke sma alhamdulilah sekarang segala sesuatu dapat di beli dengan uang keringatku sendiri dan sekarang malah aku yg beliin motor buat bapaku di desa amin.

  14. 30 Juni 2011 23:44

    klo dulu makan aja,susah, bli beras yg raskin, byr spp sring nunggak2,pingin motor boro2 baru, dikasih seken dgn harga 750rb tu jg jual emas pnya nyak, motore merke jonsheng tnpa surat2…alias bodong..

    skrg alhammdullilah pny rmh sndri, pny motor megapro, bhkn lg indent vartek, buat nyak hsx125 cukuplah, dan bersurat2.

  15. 1 Juli 2011 08:50

    oalah……le…le….

    :nohope:

  16. 1 Juli 2011 09:02

    absoluterevo+irwanmoto3: salut, ak trharu mbacanya walau hnya skilas

  17. ash permalink
    1 Juli 2011 09:52

    yah dunia makin kejam…..

  18. 1 Juli 2011 10:22

    tragis sekali…

  19. billz permalink
    1 Juli 2011 13:02

    Bused..parah..itu cara didik anak mungkin agak salah..sam faktor luar..

    Untung dulu saya tak di didik seperti itu..minta. Ini itu d gebuk pake rotan..
    Akhirnya saya mengerti jg kenapa para ortu begitu..

  20. 24 Juli 2011 15:16

    gemblung teganya koh sama anak sendiri sampai seperti itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: