Lanjut ke konten

TVS Meliuk di Luar Jawa

24 Juni 2011


TVS Tormax. (edo)

PASAR sepeda motor di luar Jawa terus bertumbuh. Distribusi para anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) ke wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi terus meningkat. Nah, salah satu pemain yang memanfaatkan peluang tersebut adalah anggota paling bungsu Aisi, TVS.
Informasi yang saya peroleh terlihat bahwa TVS yang bermain di dua segmen, yakni motor bebek dan motor sport, mampu meningkatkan pangsa pasar di luar Jawa dan Sumatera. Tengok saja di Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan, pada 2011, TVS masuk ke wilayah Bali dan Papua.
Periode Januari-Mei 2011, TVS mampu meningkatkan pangsa pasar di Kalimantan dan Sulawesi, jika dibandingkan periode sama 2010. Sedangkan di Jawa dan Sumatera, kondisinya justeru kebalikannya.

Si bungsu di Aisi ini, kita tahu semua memiliki pabrik di kawasan Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas terpasang sekitar 300 ribu unit per tahun. Jika TVS ternyata mampu melenggang lebih leluasa di luar Jawa dan Sumatera, rasanya tidak berlebihan.
Saat ini, di segmen motor bebek TVS mengandalkan Neo X3i, Rockz,dan Tormax, sedangkan di kelas sport mengusung Apache. TVS membidik pasar kelas 110cc, 125cc, 150cc, dan 160cc. (edo rusyanto)

5 Komentar leave one →
  1. softech_niQ permalink
    24 Juni 2011 13:04

    shell super

  2. softech_niQ permalink
    24 Juni 2011 13:08

    merah-putih-hitam mantaaab,,,tvs rockz ada ga ya yg tri-tune gini,,?

  3. AAA permalink
    24 Juni 2011 16:04

    Nitip tema buat dibahas Eyang Edo.. Soal adat istiadat ama desain motor..
    Apa adat kebiasaan yang harus ngalah , atau malah desain motor yang harus mengikuti..
    Seperti desain sari guard di India.
    Padahal dibeberapa daerah di sumatra, adab kesopanannya perempuan boncengan duduk nyamping. Apalagi ditambah desain rok yang panjang ,

    Apa penggiat safety riding ga memberikan solusi bagaimana boncengan nyamping yang safety. Bukan hanya cuman melarang aja. Apa ga ada keberpihakan kepada kaum perempuan yang memakai rok panjang, atau kain kebaya.. Di India malah disain motor yang mengikuti

  4. 24 Juni 2011 21:37

    hmmm…ternyata malah turun, kirain naik terus……..

  5. 26 Juni 2011 23:32

    nice..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: