Lanjut ke konten

Ketika Wapres Soroti Etika Berkendara

21 Juni 2011

NEGERI ini memang menakjubkan. Memiliki sumber daya alam dan penduduk yang luar biasa. Penduduk yang memiliki kecerdasan super hingga sebaliknya. Penduduk yang super kaya hingga sebaliknya. Bahkan, memiliki pengguna jalan yang super ugal-ugalan hingga sebaliknya.
Negara mengatur banyak aspek. Negara mengatur pemakaian helm pelindung kepala para pemotor, hingga mengatur cara berhenti angkutan umum pada tempatnya. Semua demi satu tujuan, keselamatan jalan. Walau, fakta yang membuat bulu kuduk merinding masih kita saksikan. Sekitar 30 ribuan jiwa tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan pada 2010.
Kini, saat isu keselamatan jalan merambah Istana Wakil Presiden dengan seremonial pencanangan Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020, banyak asa yang digantungkan disana. Harapan agar pemerintah lebih serius dan konsisten menggelar aksi keselamatan jalan. Negara, lewat aparatur pemerintahannya, mesti mampu mengajak seluruh warganya agar lebih tertib dan disiplin. Aturan super bagus sekalipun jika tidak dibarengi sanksi, tak berkutik di tengah mentalitas jalan pintas yang merajalela di tengah masyarakat kita. Mentalitas ingin selamat sendiri harus dikikis. Sesama pengguna jalan memiliki hak yang sama. Semua pasti ingin selamat sampai ditujuan. Mana ada yang mau mati konyol atau cacat seumur hidup akibat kecelakaan lalu lintas jalan.
“Saya harapkan nanti ada langkah konkret yang nanti bisa mengurangi risiko dari segi faktor kesalahan manusia,” kata Wakil Presiden (Wapres) Boediono, seperti dilansir Antara, saat mencanangkan Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020, Senin siang.

Langkah konkret amat penting untuk mengurangi jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Tahun 2010, korban tewas akibat kecelakaan di Indonesia mencapai sekitar 31 ribuan jiwa.
Apalagi, ujar Wapres, rata-rata korban kecelakaan lalu lintas ini adalah kelompok usia yang produktif yang seharusnya mampu memberikan sumbangan bagi kemajuan kesejahteraan bangsa. “Ini adalah hal yang sangat serius menurut pandangan saya, untuk kita tangani sungguh-sungguh. Penyebabnya macam-macam karena jalannya, sepeda motor, atau mobil yang tidak laik, tapi yang paling besar tampaknya adalah faktor manusianya,” kata Wapres.
Faktor manusia atau pengguna jalan itu sendiri pada akhirnya yang menentukan keselamatan di jalan. Untuk itu, Wapres mengatakan, pengaturan terhadap perilaku berkendara menjadi sangat penting.

Pemerintah telah membuat pengaturan demi keselamatan dalam berlalu lintas. Namun, ujar Wapres, pengaturan saja tidak cukup karena dibutuhkan kesadaran atau etika dalam berkendaraan diruang publik.
Rio Octaviano, ketua umum Road Safety Association (RSA) yang hadir dalam acara tersebut mengaku menyampaikan secara lugas. “Saat jabat tangan dengan Wapres saya sampaikan soal itu,” tutur Rio, yang fotonya saya pinjam untuk tulisan di blog ini.
Data kepolisian menunjukan bahwa faktor manusia merupakan pemicu utama kecelakaan lalu lintas jalan, rasanya persoalan menjadi lebih mudah. Kok bisa?
Loh, kan bangsa kita terkenal murah senyum dan pemaaf. Bangsa kita punya filosofi tepo seliro yang tinggi. Kalau begitu, kenapa sulit mengubah perilaku yang ugal-ugalan menjadi lebih tertib dan disiplin di jalan raya? Lantas, apa pemicunya sehingga sulit diubah? Apakah tidak tahu soal aturan yang ada? Apakah egoisme dan kepedulian sudah meluntur? (edo rusyanto)

foto-foto:edo dan rio

14 Komentar leave one →
  1. pendekar cbr permalink
    21 Juni 2011 10:03

    sekarang jarang saya nemui pengendara tertib dan mnghormati pngendara lain mas,,,,yang penting cepet sampe tujuan….(saya juga)heheheheh

    • 21 Juni 2011 10:13

      semoga ke depan bakal bertambah banyak yg tertib mas bro, aminnn…

  2. Toro permalink
    21 Juni 2011 10:25

    Sekarang kebalik……….., tepo sliro dipake ketika melihat pengendara yang gak tertib, bukannya di ingatkan tapi malah ditoleransi. Saat ini sudah jarang ada orang sesama pengendara yang mengingatkan, la wong polisi aja kadang juga gk tegas. Sepertinya kita bangsa yang penuh toleransi, sehingga penegakkan disiplin susah jalan. STOP toleransi gk tertib di jalan, mari saling mengingatkan untuk tertib&safety untuk diri sendiri juga untuk sesama pengendara lainnya.

    Salut untuk pak Edo yg terus menggaungkan tertib dan safety di jalan, beserta brother semua di RSA. Semoga semakin banyak simpatisan dan masyarakat jd sadar tertib&safety di jalan.

    • 21 Juni 2011 10:33

      realita yg memprihatinkan. karena itu, masyarakat harus mampu memberdayakan dirinya sendiri. bersatu untuk hidup yg lebih baik diesok hari. trims atensinya bro, salam.

  3. 21 Juni 2011 10:30

    ya.. semoga mereka pada sadar ya mas.. kalo tertib berkendara itu juga bukan hanya untuk keselamatan mereka tetapi juga untuk keselamatan pengendar yg lain.

  4. softech_niQ permalink
    21 Juni 2011 11:11

    bro edo,menu safety gearx mn nih,,?udh lm ga ada,,manfaat helm kn udh,cb nanti bwt racikan tentang “jaket/body protektor”…next,,decker,,dll.

  5. ash permalink
    21 Juni 2011 11:51

    miris……

  6. 21 Juni 2011 13:19

    Buat pemerintah tolong dimaksimalkan sarana dan prasarana jalan, pengaturan & ketegasan petugas dilapangan hrs diperketat, serta tentunya kesadaran dari semua pengguna jalan jg hrs lbh ditingkatkan. Mari kita galakkan utk berdisiplin dlm berlalu lintas mulai diri sendiri dan mulai dari skrg. tunjukkan bahwa di negeri ini masih banyak pengendara yg tertib & displin dlm berlalu lintas.

    • 21 Juni 2011 13:22

      Apalagi…lalu lintas jalan bisa mencerminkan kehidupan masyarakatnya yah bro. Trims atensinya.

  7. 21 Juni 2011 16:23

    Om…
    RSA juga jadi undangan loh..di baris paling depan duduknya 🙂

    • Edo Rusyanto permalink*
      21 Juni 2011 18:12

      trims infonya mas rio, terus semangat dan sukses. amin

  8. Hidayat Tapran permalink
    9 Agustus 2011 17:01

    Tolong sampaikan saya sependapat dengan beliau, dan untuk mengatasinya saya sudah menyiapkan satu paket pelatihan Keselamatan Berlalu Lintas melalui Pemahaman terhadap UURI no.22 tahun 2009 yang pasal demi pasal, ayat demi ayat saya aplikasikan menjadi Tata Cara dan Aturan Berlalu Lintas saya sebut Paket Pelajaran Singkat Dua Hari, paket ini bisa menjadi bagian dari Action Plant “Dekade Aksi Keselamatan Jalan Indonesia 2011-2020” yang beliau teleh canangkan. Target saya agar semua yang berlalu lintas mengerti betul dari mulai Prinsip Dasar Berlalu Lintas, Disiplin Mengemudi, Tata Cara Berlalu Lintas di Jalan Lurus, di Persimpangan, di Roundabout, di Perlintasan, mengetahu Batas Kecepatan dan Patokan Jarak dan lain sebagainya lengkap semua dibahas sehingga mereka beretika dalam berlalu lintas artinya mereka tahu Tata Cara dan Aturannya mereka memiliki Tata Krama dalam Berlalu Lintas, saya berharap ada yang mengerti dan mau mengujinya saya siap mempresentasikannya dalam dua sesi masing-masing tiga jam. Terima kasih

  9. Hidayat Tapran permalink
    9 Agustus 2011 17:31

    Soal Etika Berlalu Lintas
    Perilaku Manusia antara Peradaban dan Etika, :
    1. Manusia yang Beradab hidup teratur tanpa harus diatur.
    2. Tingkat Peradaban suatu bangsa bisa dilihat dari Perilaku kesehariannya, termasuk
    dalam berlalu lintas.
    3. Lalu Lintas yang Tertib dan Aman mencerminkan Perilaku Positif dari suatu bangsa.
    4. Tertib dan Aman adalah Cerminan kehidupan yang Beretika.
    Agar seseorang hidup beretika, arinya mengenal Tata Krama belajarnya harus mulai dari rumah dari sejak balita, manusia harus diajarin aturan dari mulai Tidur, Bangun, Mandi, Makan, Bertemu orang lain dan lain sebagainya, karena dalam kehidupannya setiap manusia harus tahu Tata Krama, artinya harus tahu Aturan, dan harus tahu juga konsekuensinya bila hidup tanpa Aturan, demikian halnya dengan Berlalu Lintas agar mereka beretika dalam Berlalu Lintas mereka harus diajarin Tata Cara dan Aturan Berlalu Lintas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: