Lanjut ke konten

Revolusi 150cc

20 Juni 2011


foto:istimewa

GURIHNYA sepeda motor kelas 150cc tak tertandingi. Saking gurihnya, pangsa pasar motor kelas itu membubung dari sekitar 52,62% pada Januari-Mei 2010, menjadi sekitar 83,68% pada periode sama tahun ini. Fantastis! Sebuah perubahan yang cepat alias revolusi nih.
Di kelas ini pula, para raksasa bisnis sepeda motor, yakni Honda dan Yamaha, memasang jago-jago mereka. Tak mau ketinggalan, Kawasaki bahkan memasang beragam varian. Di kalangan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), Suzuki dan TVS, tampaknya sibuk membidik kelas yang lain, yakni 125cc dan 160cc. Sedangkan Kanzen praktis sudah tidak agresif di segmen motor sport.
Lonjakan pangsa pasar kelas 150cc merupakan buah yang dipetik Honda dan Yamaha setelah keduanya menggerojok pasar dengan dua produk anyar pada 2010. saking seriusnya di kelas tersebut, Yamaha memasang dua andalan, yakni Vixion dan Byson. Sedangkan Honda, masih percaya diri dengan Honda New Megapro. Varian Honda ini meneruskan kiprah kakaknya, yakni Megapro 160cc yang mulai setop produksi pada 2011. Karena itu, dalam grafik terlihat kelas 160cc nyaris terkikis jadi hanya sekitar 0,49%. Maklum, saat ini hanya ditempati oleh TVS Apache, anggota Aisi paling bungsu.

Tren 250cc
Sisa pangsa pasar motor sport setelah dilahap kelas 150cc, yakni sekitar 16,32% tersebar kepada tujuh varian mesin. Di luar kelas 150cc, pangsa pasarnya di bawah 6%. Saya mencatat tren baru pada periode lima bulan pertama 2011. Apalagi kalau bukan melonjaknya kelas 250cc.
Pada Januari-Mei 2010, kelas 250cc baru merengkuh sekitar 1,83%, kini setelah volumenya naik sekitar 133%, pangsa pasar kelas 250cc naik menjadi sekitar 3,16% dari total pasar. Oh ya, sekadar penyegaran, sepanjang lima bulan pertama 2011, volume penjualan motor sport sekitar 279 ribuan unit. Naik sekitar 35% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Kelas 250cc melejit pasca Honda meluncurkan CBR 250 R pada Februari 2011. sebelumnya, untuk kelas tersebut didominasi Kawasaki Ninja 250 R. Kini, kue 250cc harus dibagi dengan si pendatang baru yang justeru langsung mengambil porsi besar.

Lonjakan pada kelas 150cc dan 250cc, mau tidak mau memakan korban di kelas yang lain. Sebut saja misalnya di kelas 200cc. Catatan yang saya peroleh menyebutkan bahwa kelas tersebut menurun dari 9,41% menjadi sekitar 5,97%. Penurunan paling dalam dialami kelas 125cc, yakni dari sekitar 9,38% menjadi sekitar 3,02%.
Tampaknya, motor sport kelas 150cc menjadi idola konsumen di Indonesia. Selain karena tampilan motor sport di kelas tersebut cukup menggoda, secara fungsional, kelas 150cc cukup memadai bagi warga perkotaan. Selain itu, tentu saja dari sisi harga relatif terjangkau, terlebih jika ditopang oleh sistem pembiayaan dari multifinance. Ya, ini hanya analisis amatiran saya aja sih. (edo rusyanto)

14 Komentar leave one →
  1. 20 Juni 2011 09:57

    mid-end sport emang mooooyyy

  2. 20 Juni 2011 10:05

    klo dari mata konsumen seerti saya sih.. angka 150 itu angka cantik… ga seperti 125-200… angka cantik selanjunya ya 250..
    terbentur biaya untuk meminang yg 250.. ambil yang 150 deh 🙂
    (andai pcx 125 brubah jadi 150)

  3. 20 Juni 2011 10:26

    kelas 150 memang disukai banyak orang..

  4. 20 Juni 2011 11:06

    absen

  5. EXYBAND permalink
    20 Juni 2011 11:32

    hmmm…
    150 cc emang gurih…!!
    performa luamayan, bensin irit, harga juga masih cukup terjangkau.
    ideallah….

  6. EXYBAND permalink
    20 Juni 2011 11:44

    belum lagi klo All New Honda CBR150R dan YZF R15 brojol disini, kelas 150 cc makin top markotop gut marsogut deh…

  7. irfan permalink
    20 Juni 2011 11:53

    gede2 cc emang mau kemane di jakarta?

  8. 20 Juni 2011 21:12

    kalo yang bukan anggota Aisi gak tahu gimana jualannya ya pak edo?

  9. tyo permalink
    23 Juni 2011 07:33

    si bajaj and minerva

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: