Lanjut ke konten

Di Monas, Gubernur Teriak Keselamatan Jalan

18 Juni 2011

LANGIT di sekitar Monumen Nasional (Monas) Jakarta cerah. Udara terasa segar Sabtu (18/6/2011) pagi. Masih sedikit kendaraan yang lalu lalang di kawasan monumen yang dibangun oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Berbekal undangan dari Gubernur DKI Jakarta, Sabtu ini, saya dan Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Rio Octaviano, hadir dalam seremonial ala para birokrat. Walau masih sedikit mengantuk, semangat untuk melongok bergulirnya Deklarasi Keselamatan Jalan versi Pemerintah Kota (Pemkot) DKI Jakarta, cukup menguat. Apa sih yang akan mereka lakukan untuk melindungi warganya dari ancaman kecelakaan lalu lintas jalan?

Menjelang pukul 07.30 WIB suasana silang Monas sudah mulai ramai oleh para aparat birokrat dan para undangan. Tentu saja tak ketinggalan para jurnalis dari berbagai media.
Penat menempuh 30-an kilometer dari Cibubur ke kawasan Monas menunggang sikuda besi, lumayan terbayar oleh rasa penasaran itu. Ingin melihat kiprah sang Gubernur menekan laju kecelakaan di Jakarta. Beberapa tahun terakhir, setiap hari ada belasan warga yang luka-luka dan tiga orang tewas sia-sia akibat kecelakaan di jalan.

”Saya minta kepada para stake holder Decade for Road Safety agar memrogramkan aksi keselamatan jiwa,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, saat memberikan sambutan dalam Apel Dekade Keselamatan Jalan di silang Monas, Sabtu pagi.
seusai menjadi Inspektur dalam Apel tersebut, saya sempat mempertanyakan langkah konkret apa yang bakal ditempuh Gubernur untuk menekan laju angka kecelakaan di Jakarta.
”Selain sosialisasi masalah keselamatan jalan, aturan tidak akan efektif jika tidak dibarengi sanksi, karena itu koordinasi dengan Polda Metro Jaya terus kami tingkatkan untuk penegakan hukum, tapi yang penting juga harus menumbuhkan kesadaran dari para pengguna jalan,” ujarnya panjang lebar.

Dia mengaku, kecelakaan lalu lintas di Jakarta pada 2010, naik sekitar 2,11% menjadi sekitar 7.488 kasus. ”Korban tewas turun 14,17%, yakni dari 1.071 jiwa menjadi 938 jiwa,” tukasnya.
Sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi acara mengaku tak tahu menahu mengenai program Dekade Keselamatan Jalan yang dicanangkan Gubernur pada Sabtu itu. ”Wah saya gak tahu acara itu, gak ngerti,” ujar seorang warga sambil berlalu.
Namun, bro Vino seorang pengendara Harley-Davidson yang pagi itu menjadi salah satu dari 12 penerima pin Dekade Keselamatan Jalan dari Gubernur mengaku bahwa acara tersebut sangat positif. ”Bagus acara seperti ini,” ujarnya.

Oh ya, selain menyematkan pin kepada perwakilan peserta, Gubernur Fauzi Wibowo juga sempat menerima pin serupa dari perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) Graham Tallis.
Apel yang ditutup dengan aksi bersepeda motor besar dari 10 polisi wanita Polda Metro Jaya, akhirnya rampung sekitar pukul 08.31 WIB. ”Kayak kurang serius acaranya, masa diisi oleh aksi berdiri di atas motor,” ujar bro Yulian, seorang peserta.

Yuk kita tunggu kiprah sang Gubernur menata Jakarta. Memperkecil angka kasus kecelakaan. Sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk lebih tertib dan disiplin sehingga lalu lintas jalan menjadi aman, nyaman, dan selamat. Setuju?
Sebelum meninggalkan kawasan Monas, sempat saya berbincang sesaat dengan Graham Tallis, sekaligus memberikan kenang-kenangan buku Hiruk Pikuk Bersepeda Motor. ”Saya akan baca dibantu pakai kamus,” ujar Graham dalam bahasa Inggris. (edo rusyanto)

11 Komentar leave one →
  1. 18 Juni 2011 12:46

    Semoga serius…

  2. softech_niQ permalink
    18 Juni 2011 12:59

    ikut teriak jg aaah…”oooyy,,,,’titi DJ’ aja ya..!!”

    (neriakin gubernur DKI_mode)

  3. 18 Juni 2011 14:17

    mbok ya ntu bule sekalian diceritain inti buku sampeyan aja pak edo….

    • 18 Juni 2011 14:24

      hahahaha…kisah singkatnya sudah, wong waktunya mepet jadi gak bisa didiktein, hihihihi…trims akh.

  4. 18 Juni 2011 19:49

    goodd goood goood memang sudah seharusnya begitu….

    http://otobizz.blogspot.com/2011/06/video-and-spesification-toyota-corolla.html

  5. yonk permalink
    18 Juni 2011 21:25

    Mestinya dibarengi dengan sarana dan prasarana yang memadai………..bukan hanya slogan DKI sudah terlalu TEWUR jalanannya, harusnya bikin jalan baru,,,utk mengurangi kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan.

  6. 20 Juni 2011 14:09

    Smakin mengerti akan disiplin di jalan raya, smoga kecelakaan bisa berkurang, dan kita tunggu langkah bagaimana pemerintah kota, dan sekitarnya untuk menurunkan kecelakaan tersebut.

  7. 20 Juni 2011 16:16

    mertua saya di acara itu malah menulis: Turunkan Gubernur yg gak becus urus jakarta hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: