Lanjut ke konten

Revo AT Mulai Tekuk Lexam

12 Juni 2011


Yamaha Lexam. (dok ymki)

ERA keperkasaan sepeda motor bebek matik (betik) Yamaha Lexam mulai diuji. Siapa lagi yang merangsek kalau bukan Honda Revo AT. Sepanjang rentang Januari-Mei 2011, baru pada putaran dua bulan terakhir Revo AT mulai memimpin pangsa pasar. Ada apa?
Sebelum mencari tahu kira-kira kenapa Lexam bisa ditekuk Revo AT, mari kita tengok fluktuasi sang Lexam. Pada Januari 2011, Lexam membuka prestasi dengan menguasai sekitar 0,58% segmen motor bebek, sedangkan Revo AT masih terseok-seok, yakni sekitar 0,19%.
Revo AT yang masuk ke pasar Indonesia pada Juli 2010, stagnan pada Februari 2011, sedangkan Lexam terkoreksi menjadi sekitar 0,45%. Namun, memasuki bulan ketiga, Lexam kembali meraih 0,58%. Revo AT yang pada 2010, mampu terjual rata-rata 1.500-an unit, melejit menjadi sekitar 0,34%.

Babak kemerosotan Lexam mulai terasa pada April 2011. Pangsa pasarnya anjlok dari 0,58% menjadi 0,14%, lalu naik sedikit menjadi 0,21% pada Mei 2011.
Sebaliknya, Revo AT sekalipun melemah menjadi 0,25% pada April 2011, kemudian mampu bangkit menjadi 0,31% pada Mei 2011. Praktis, pada April dan Mei, Revo AT sudah menekuk Lexam.
Walau, secara akumulasi Januari-Mei 2011, Lexam masih unggul yakni mengumpulkan sekitar 0,38% dari total segmen bebek, sedangkan Revo AT sekitar 0,26%. Pada lima bulan pertama 2011, total volume motor bebek sekitar 1,43 juta unit.
Kenapa penjualan bulanan Lexam bisa ditekuk Revo AT? Boleh jadi, dipicu oleh faktor harga. Kita tahu, Revo AT dibanderol Rp 15,875 juta per unit, sedangkan Lexam Rp 16,5 juta per unit. Ada faktor lain? Ada yang tahu? (edo rusyanto)

25 Komentar leave one →
  1. kakang ali permalink
    12 Juni 2011 09:52

    Kayaknya konsumen sdh tahu mana yg lebil bernilai :d

  2. ajibarang permalink
    12 Juni 2011 09:58

    gila…penurunan lexam parah banget. Yaiyalah pada pilih revo at,, harga 15 jutaan udah dapet injeksi, daripada 16 jutaan cuma dapet karbu,, emang skrg yamaha produknya pada operpress

  3. arsenal permalink
    12 Juni 2011 10:13

    ada hubunganya ama tsunami jepunkah?

  4. ricthofen permalink
    12 Juni 2011 10:28

    operpres tuh lexxxam

  5. softech_niQ permalink
    12 Juni 2011 10:35

    udh pd nyadar safety&technology kala ya,,,

  6. Pino Kio permalink
    12 Juni 2011 11:09

    lha iyalah mosok motor seharga 12 juta dijual 16.5 juta.
    siapa yg mau?

  7. Pino Kio permalink
    12 Juni 2011 11:12

    kalau dipikir2 kaslihan juga lexam ini, udah diobral dipinggir2 jalan aja tetep gak laku.
    sedangkan Revo AT yg memang produk eksklusif yg cuma bisa ditemuin di dealer2 tertentu mulai dicari konsumen.
    gmn kalau Revo AT juga diobral spt leXam ya?
    pasti langsung meroket.

  8. YAMAHAL permalink
    12 Juni 2011 11:19

    MARUK BANGET TUH YAMAHL, BARANG MURAH GITU, SECARA TEKNOLOGI KARBU DIJUAL LEBIH MAHAL DARI INJEKSI…

    JELAS JELAS KALAU MAKIN OVERPRESS YA MAKIN DI TINGGAL KONSUMEN

  9. Pengamat permalink
    12 Juni 2011 11:34

    Sudah pada sadar setelah ditipu

  10. vyzex permalink
    12 Juni 2011 11:36

    revo at..injeksi…menang teknologi
    revo at..nyaman, handling oke..tarikannya mantap..ini motor nyaris sempurna (kata mas tri)

    revo at..juga lebih murah (menang harga)

    performa juga lebih mantap revo…
    lexam kalo mau enak tarikannya, mesti pake pertamax..
    kalo pake premium, dijamin lemot (macam byson)

    bentuknya aja sih yg bikin lexam keliatan lebih keren (walaupun ini subjektif)

  11. 12 Juni 2011 13:52

    Injeksi dan karbu. Berarti irit dan boros.

  12. 12 Juni 2011 13:54

    Mungkin juga footstep bebek yang cocok di benak konsumen ya yang kayak bebek beneran.

  13. jabul2 permalink
    12 Juni 2011 17:29

    orang2 pada lupa kali kalo revo AT injeksi.. kurang iklannya

  14. 12 Juni 2011 21:05

    wow lexam ambrol!

  15. yellowduck permalink
    12 Juni 2011 21:56

    bodi oke, harga kelewat mahal kali y

  16. wong ndeso permalink
    12 Juni 2011 21:57

    yang tahu teknologi, pasti milih Revo AT…
    injeksi…

    kalo tampilan? urusan selera masing-masing

  17. maksein didepan permalink
    13 Juni 2011 10:58

    biasalah yamaha kalo jualan kan dibikin bagus-bagus tuh bungkus/kemasanya (padahal isinya kopong), terus dijual mahal….

  18. Jonas permalink
    13 Juni 2011 11:43

    Hanya kalah di injeksi, fitur lainnya lebih baik (suspensi depan, rem tangan, switch standar samping, pemeliharaan lebih mudah, dan penampilan tidak murahan)

    • 15 Juni 2011 01:09

      saya secara subjektif sih bilang lebih tidak murahan Revo AT. Karena gak ada striping rame dan desain futuristis yg berlebihan.

      rem justru lebih baik di kaki seperti bebek, pribadi sih saya sebagai pengguna bebek milih Revo AT, karena gampang dioperasiinnya, gak kagok. Bner2 motor yg pas buat segmen bebekers yg mau pindah ke matik. Karena tidak seperti Lexam yg nyasar konsumen kelasa atas tanpa kelebihan kelas atas, segmen Revo AT udah jelas, bebekers yg mau pindah ke matik, bukan sok2an premium tanpa ada kelebihan yg premium. Walaupun tanpa menonjol2kan kepremiumannya pun Revo AT sudah dianggap premium karena injeksi. Injeksi itu faktor vital, jgn bilang cuma kalah di injeksi doang.

      perawatan lebih mudah? karena karburator? hmm, injeksi lebih mudah dan emg udah sewajarnya motor seharga Lexam dikasih injeksi. Jgn bicara masalah mahal murahnya biaya perawatan, kan konsumen kelas ini ya tergolong berada.

      mana pas launching juga, digolongkan sebagai motor premium lagi, bener2 gak ada premium2nya tuh motor. Model biasa aja, malah cenderung murahan (ini subjektif, tapi kbanyakan konsumen kelas atas yg disasar Lexam itu udah bosen ama motor2 yg stripingnya rame2, maunya yg elegan dan polos2 aja, mesin juga gak istimewa2 amat, bahkan fitur pun biasa aja, gak ada mewah2nya). Mngkn satu2nya yg premium itu adalah harganya, overprice. Honda yg dpt injeksi dihargai lebih murah, wajar klo bisa nekuk Lexam juga akhirnya. Strategi salah, motor salah, akhirnya pun salah, org yg mau Luxury pasti pilih PCX125, gak akan tanggung2. Yamaha klo melengkapi dgn injeksi dan harga lebih murah dari Honda sih, wah, pasti laku tuh, udah saatnya mreka melek dan berbenah, karena semakin tertinggal dari Honda .Jgn sampai spt Suzuki, semakin tenggelam jauh karena gak mawas diri. Bangkit dah lucuti kemonopolian Honda, bosen liat motor bnknya Honda. (ama Yamaha juga sih).

  19. Suwa permalink
    13 Juni 2011 17:30

    Faktor penurunan penjualan bisa diakibatkan oleh banyak faktor, misalnya ketersediaan barang / distribusi.
    yang kedua bisa dari harga ataupun fitur (Value) dari motor tersebut. ketiga bisa dari agresifitas dari program penjualan yang dijalankan…

  20. 24 Juni 2011 15:13

    Ditempatku malah Lexam ga ada yang pake…
    Yang Revo AT malah banyak…
    Yamaha di tempatku ga jual Lexam sich…

Trackbacks

  1. Benturan Persepsi di kasus Revo AT . . . Sebuah Opini Pribadi « TMCBlog – Motorcycle News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: