Lanjut ke konten

Mas Tri Rogoh Rp 70 Jutaan

7 Juni 2011

Juragan ROndO tidak sadar… bahwa ban juga mengkeret… grip akan berkurang… !!! Dan ketika tiba-tiba ada pemberhentian lagi oleh penduduk… kecepatan juragan ROndO sudah downshifting… ambil ke kanan menjauh dari Bro Gwendy… dan ketika agak ngerem… keadaan sedikit miring… dan baaaang…. kurang dari 1 detik… Juragan ROndO pun ndlosooor …!!! Dengkul Juragan ROndO ketiban motor… Juragan ROndO kesereeeet… posisi telungkup…. badan Juragan ROndO muter-muter layaknya main jet coaster…. !!! Juragan ROndO hanya bisa berdoa… jangan sampe ada kendaraan di sisi kanan melajuuu… coz Juragan RondO lagi main jet coaster…. !!! Motor tergelinciiiir… ke arah kanan… Juragan ROndO sempet melihaaat…. alhamdulillah… kecepatan nggak kenceng sewaktu jatoh… jika tidak… motor sudah pasti salto nggak keruaaan… !!!

KALIMAT di atas adalah cuplikan artikel kolega saya bro Triatmono yang cedera akibat insiden kecelakaan sepeda motor saat touring Malaysia-Thailand, 15 April 2011.
“Sejak 19 April hingga sekarang saya belum bisa masuk kantor,” papar bro Triatmono, saat berbincang dengan saya di café Rolling Stones, Jakarta Selatan, Senin (6/6/2011) siang.
Siang itu bro Triatmono memakai tongkat. Proses pemulihan ditaksir berkisar 4-6 bulan. “Kalau naik tangga terasa sakit sekali,” tukas pria penggemar motor sport tersebut.

Maklum, dia menderita cedera cukup serius didengkul kiri. “Istilahnya posterior cruciate ligament (PCL) avulsion injuries,” ungkapnya.
Persoalan lain mengadang. Kita tahu bahwa hasil penelitian menyebutkan bahwa sekitar 60% korban kecelakaan bakal terimbas secara finansial. Artinya, ekonomi keluarga bakal terganggu. “Biaya-biaya yang sudah habis saya keluarkan sekitar Rp 70 jutaan,” jelas bro Triatmono lagi.
Angka itu, jelasnya, belum menghitung opportunity lost. Tentu saja menghitung yang satu ini amat subyektif dan tergantung basis penghitungannya.

Bisa terbayang jika korban kecelakaan dari keluarga tidak mampu namun harus memikul biaya puluhan atau ratusan juta rupiah. Kecelakaan menimbulkan kemiskinan baru.
Bro Triatmono bertutur, ketika terlibat insiden kecelakaan, kecepatan sepeda motor yang ditungganginya berkisar 60-70 kilometer per jam (kpj). Dia bersyukur memakai alat perlindungan yang lengkap. Mulai dari sepatu, pelindung lutut, pelindung siku, pelindung punggung, sarung tangan, dan tentu saja helm berstandar internasional.
“Saya concern soal keselamatan jalan. Apalagi sekarang sudah ngerasain nggak enaknya cedera,” ujar blogger kondang tersebut.
Ya. Kesadaran soal pentingnya keselamatan jalan di kalangan pemotor masih harus terus disosialisasikan. Kita tahu, keterlibatan pemotor dalam kecelakaan masih dominan, berkisar 60-70%. Kita hanya bisa mengurangi risiko dari kecelakaan. Walau, tetap berupaya untuk mereduksi potensi terjadinya kecelakaan. Semoga lekas pulih bro Tri. (edo rusyanto)

45 Komentar leave one →
  1. 7 Juni 2011 06:01

    Begitulah, kesehatan memang mahal harganya. Saya punya sodara yang kecelakaan dan patah kaki kanan di dua tempat. Karena kondisi ekonomi yang pas-pasaan, pemulihan pun dilakukan secara sederhana. Akhirnya sembuh dengan kondisi yang jauh dari normal. Mudah-mudahan Allah selalu memberi yang terbaik bagi kita. Amiin.

  2. topa permalink
    7 Juni 2011 06:17

    baik kecepatan tinggi atau pelan pelan, mesti berhati hati….
    Tapi kadang bila kita sudah merasa sangat berhati-hati..,tapi tetap terlibat dg kecelakaan…..,so gimana pak edo?

    • 7 Juni 2011 08:39

      Saya selalu bilang, kita berupaya mengurangi risiko kecelakaan. Mulai dari memakai perlindungan keselamatan hingga mentaati aturan lalin. Tentu, dengan berkendara yg tertib dan waspada, bisa juga memperkecil potensi terjadinya kecelakaan. Salam

  3. rony permalink
    7 Juni 2011 06:28

    semoga lekas smbuh n bisa yak2an lg mas tri..hehehe..pisz..
    Artikel dngan hkmah yg mantap pak edo..biar pmbca warung ni makin hti2 juga..

  4. jabul2 permalink
    7 Juni 2011 08:14

    moga lekas sembuh oom

  5. softech_niQ permalink
    7 Juni 2011 08:26

    waspada jg dgn ceceran pasir dtgh jln,,,gw jatuh krn ngelindas ni pasir,ban blkng lngsg goyang+sliding krn kondisi ban agak gundul,alhasil,motor terbang mlewati trotoar&badan luka2,(udh 4hr bs b’aktifitas normal),,,alhamdu4jjI tu motor ga ngebentur org lain (udh nyaris kena) kl kena,bs gnti 2 motor skalian,,,,mw biaya dr mn sbnyk itu..

    semoga rider2 yg cedera cpt sembuh,& bs turun d seri berikutx,,,amiiien…
    (kyk d motogp aja nih pd cedera).

  6. 7 Juni 2011 08:33

    sy juga pernah nabrak orang yg bersepeda di jalur yg salah. Habis berjuta2. Sdh sekali karna wktu itu orangtua yg harus menanggungnya. Kecelakaan mmg musibah, dn tentu smua tdk ada yg mnginginkan. Smg kt slalu trhndar dari mara bahaya. Amin. Keep safety…

  7. indonesian biker permalink
    7 Juni 2011 08:46

    Selain safety gear wajib dikenakan,ada baiknya biker (apalagi yg tiap hari naik motor utk beraktivitas) memproteksi diri dgn asuransi. Jd ketika musibah itu datang,kita bs menekan biaya pengobatan,bahkan bs gratis sama sekali. Selain itu asuransi pun dapat melindungi keluarga kita secara finansial apabila musibah menimpa kita. Sy tiap hari riding motor 60 km utk kerja,sy memproteksi diri dgn ikut asuransi,khususnya yg rawat inap & bedah. Utk jaga2.

  8. 7 Juni 2011 08:55

    sudah ada data penjualan LAP 5 belum bos?

    • 7 Juni 2011 08:59

      smoga sgera bro, rasanya sih pekan2 ini dah mbrojol nih. trims atensinya yah. salam

  9. 7 Juni 2011 09:09

    nah makanya yg dikatakan pemerintah secara tidak langsung bahwa Orang Miskin dilarang sakit itu ada benarnya juga..ckckkc…

  10. 7 Juni 2011 09:17

    pelajaran berharga, semua ada hikmahnya… Salam Mbah

    • 7 Juni 2011 09:23

      ya, smoga kita kian waspada saat berkendara. amin

  11. smashrider permalink
    7 Juni 2011 09:56

    dduuuhhh….aku liat foto mas Tri, jadi ikut ngerasain ngilu didengkul…. Semoga lekas sembuh yah Mas Tri…. 🙂

    jangankan serpihan pasir, serpihan pecahan lantai keramik juga bikin licin jalanan…ane pernah ngerasain didaerah kalimalang pas mo belok…Alhamdulillaaahhh…beloknya pelan bangeeet…tapi, masih juga jatuh!

  12. NEW YZF R15 permalink
    7 Juni 2011 10:37

    Semoga ALLAH SWT,Secepatnya Memberikan Kesembuhan kepada Mas Tri,
    Dan Tetap Diberi Kekuatan Lahir n Batin Dalam Menghadapi Cobaan ini.
    Amiiiiiiiiin.

  13. 7 Juni 2011 11:55

    luar binasa.. hhehe

  14. Joko permalink
    7 Juni 2011 12:33

    Jalan raya adalah sarana transportasi, bukan rekreasi (Touring dll).

  15. 7 Juni 2011 12:41

    Semoga lekas sembuh..

  16. 7 Juni 2011 12:52

    cepet mari wae kang tri. . . .

  17. 7 Juni 2011 12:56

    moga cepet sembuh amin

  18. 7 Juni 2011 13:45

    Syafakallahu Gus Tri

  19. 7 Juni 2011 14:43

    cuma bisa mendoakan, semoga mas tri cepat sembuh…..

  20. sandal jepit permalink
    7 Juni 2011 14:47

    Biasanya sangkal putung bisa, kalau di urut nggak bisa sembuh ya?

  21. triatmono permalink
    7 Juni 2011 15:24

    Ambil hikmah nya saja,… Juragan seneng kok dijadikan contoh… agar bisa bermanfaat untuk bikerz lainnya …!!! Tidak enak yang namanya cidera… lebih baik concern dengan safety riding plus safety gear…!!! Jangan remehkan hal ini… masih ada upaya sebelum terlambat dan melakukan tindakan preventif…!!!

    Trims mas edo artikelnya… semoga bermanfaat buat kita semua… amiiin… 😀

    • 7 Juni 2011 15:45

      trims mas tri atas izinnya untuk dishare bagi kita semua. pasti bermanfaat. tetap konsentrasi dan pakai perlindungan keselamatan jalan. salam

  22. si oom as varioputiih permalink
    7 Juni 2011 16:30

    kecelakaan bisa membuat perekonomian sebuah keluarga kacau, tak jarang si korban tidak bisa melakukan aktifitas selaku kepala keluarga 😦

    • 7 Juni 2011 19:36

      ya betul banget bro. krn itu, harus terus kita gaungkan kesadaran keselamatan saat berkendara. semangat

  23. 7 Juni 2011 19:21

    Ikut berdo’a sj..smga cpt sembuh..

  24. cotto permalink
    8 Juni 2011 01:53

    Artikel yg bagus jadi pelajaran yg bagus bagi kita semua…
    Semoga lekas sembuh mas Tri…

  25. Komengtator permalink
    8 Juni 2011 09:01

    Artikel bagus Pak Edo… KIta tak kan pernah bisa menghindar dari yang namanya kecelakaan, mau jalan pelan2, ati2, atau dengan cara apapun… yang bisa dilakukan hanya meminimalisasi resikonya…

  26. 8 Juni 2011 09:50

    70 juta?!!

    wew.. ada baiknya pengendara mongtor udah mikirin asuransi buat proteksi dirinya..

  27. 8 Juni 2011 21:17

    semoga lekas sembuh!

  28. zaqlutv permalink
    11 Juni 2011 13:13

    pengalaman patah 4 tulang jari selain jempol di tangan kiri habis biaya 12 jutaan, belum termasuk biaya kontrol dan cabut wire.. itu rumah sakit di desa.. bagaimana dengan biaya rumah sakit di kota besar? 😦
    alhamdulillah semua ditanggung oleh asuransi proteksi diri.. itu bila punya asuransi seperti saya? bagaimana dengan yang tidak? apa bisa sembuh normal lagi?
    semoga semuanya bisa menjadi pelajaran buat kita semua..

  29. nubicupu permalink
    16 Juni 2011 13:14

    jadi curhat harga… wakakakakaka lucu…
    di parkiran aja bisa jatoh kok.. ga mau jatoh ? mending kemulan !!
    jatoh itu konsekuensi dari hobi. gimana supaya ga jatoh ? ya skill nya dibenerin…

Trackbacks

  1. gara gara ceceran solar, hampir meregang nyawa… « remCakram

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: