Lanjut ke konten

Mengintip Rahasia Helm KBC V Type Series

6 Juni 2011

HELM tak sekadar aksesoris kepala pemotor. Helm adalah benteng terakhir perlindungan keselamatan kepala pemotor.
”Pada kecepatan di bawah 20 kilometer per jam, pemotor tanpa helm masih tak begitu fatal jika terjadi benturan, tapi jika lebih dari itu, bisa fatal,” ujar Arif Rahman, dari Laboratorium Uji Konstruksi Puspitek, Serpong, di sela peluncuran helm KBC V type series, di Jakarta, Senin (6/6/2011) siang.

Ya. Perlindungan kepala amat mutlak. Tanpa itu, fatalitas bakal meningkat saat terlibat insiden kecelakaan.
PT Central Sole Agency (CSA), importir helm KBC di Indonesia, menganggap pentingnya keselamatan bagi pemotor. Salah satunya, ujar Willianto Husada, direktur PT Central Sole Agency (CSA), pihaknya mengeluarkan helm KBC V type series yang dibanderol Rp 550 ribu per unit. ”Ini adalah produk yang ideal bagi pemotor pada saat ini,” jelas dia, saat berbincang dengan saya di cafe Rolling Stones, Kemang, Jakarta Selatan, di sela peluncuran.
Soal kualitas, menurut Budianto Suryawinata, product development dept head CSA, KBC V type series sudah cukup andal. “Helm ini sudah sesuai standar DOT dan SNI sekaligus mendapat sertifikasinya. Namun, sekalipun sesuai standar SNELL, tidak kami registrasi,” papar Budi.

Ini Dia Rahasianya

Menurut Budi, selain kekuatan di desain dan grafis, KBC memiliki kualitas yang dihasilkan dari proses pembuatan kulit luar helm (shell). ”Ada empat metode proses pembuatannya,” jelas dia.
Seperti apa metode tersebut, silakan di simak bagan di bawah ini.

Sementara itu, lanjutnya, helm yang diproduksi KBC juga memiliki empat metode proses pembuatan shell. Di bawah ini adalah diagram soal tersebut.

Budi menjelaskan, selain memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), KBC juga juga telah memenuhi standar Amerika Serikat (AS) yakni DOT dan SNELL, standar Eropa (ECE), dan Australia (AS).
Dia memberikan perbandingan test impact dari empat standar yakni DOT, SNELL, ECE, dan SNI. Ada yang mudeng perbandingan di bawah ini?

Kesadaran memakai helm mesti terus digelorakan di tengah masyarakat kita. Maklum, sekitar 90% penyebab kematian korban kecelakaan sepeda motor dipicu oleh luka di kepala. ”Kami para produsen mengedukasinya dengan memberikan satu helm untuk setiap pembelian satu motor,” ujar Gunadi Sindhuwinata, ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), saat berbincang dengan saya di cafe Rolling Stones.
Balik lagi soal KBC V type series. Menurut Willia, pihaknya untuk tahap awal menyediakan dua desain yakni V Zero dan V Euro. ”Selain itu, kami sediakan juga pinlock atau antiembun dengan harga Rp 99 ribu per unit untuk setiap pembelian satu KBC V type series,” jelasnya.

Fitur-fitur KBC V type series, seperti terlihat di gambar di bawah ini, memang cukup memadai untuk melindungi pemotor dari benturan kepala saat terlibat kecelakaan. Menurut Anda? (edo rusyanto)

26 Komentar leave one →
  1. 6 Juni 2011 17:18

    weleh..rolling stone cafe itu kan tetangganya gak boleh denger suara ribut2 dari cafe..

  2. yandie permalink
    6 Juni 2011 17:31

    Bagus boleh dicoba……..sirkulasi udaranya bagaimana yah……………..klo fullface terkadang saat panas or hujan deras itu untuk mengirup udara sukar kadang2

  3. 6 Juni 2011 18:17

    3 warung sy sambangi, menunya helm smua.. Gmn ni, pdhal pgn cari nasi kucing ama yg anget2 j

  4. nald permalink
    6 Juni 2011 18:20

    grafisnya kurang keren…

  5. 6 Juni 2011 20:02

    wah jadi pengen mbah

  6. beckhem permalink
    6 Juni 2011 21:04

    dah dapet sertifikasi dot,snell,sni,ece,dd ring,pinlock, trus harga jauuh lbh trjangkau daripada helm sejenis,wah setuju kalo dicap valuable helmet

    • 7 Juni 2011 11:45

      rasanya sih begitu bro, cuma untuk KBC V type series, belum memperoleh sertifikasi SNELL walau sudah memenuhi standar SNELL. trims

  7. 7 Juni 2011 01:23

    KBC kayaknya pernah denger ya dulu!!klo g salah gambarnya Monster motif helmnya!CMIIW

  8. 7 Juni 2011 11:41

    musim helm..

  9. penggemar ninja permalink
    7 Juni 2011 11:44

    harga 550 dah termasuk pinlocknya..? atau helm doank..? klo T/T sama helm jadul, semua jenis helm dan kondisi kah..

    soale ada helm jadul 2 dirumah , kan lumyan 200rb plus 350, dapet baru lagi..:)

    Piss

    • 7 Juni 2011 11:55

      soal pinlock, setahu saya begini. beli satu KBC V type series, lalu mendapat kesempatan membeli satu pinlock seharga rp 99 ribu. jika hanya membeli pinlock, tanpa membeli helmnya, dikenai harga rp 350 ribu per unit.
      sedangkan soal trade in, setahu saya, helm segala model/merek. tentu saja dalam kondisi yg tidak hancurrrrrr, hehehehe…itu setahu saya yah. model full face dihargai rp 100 ribu, sedangkan model open face rp 50 ribu. smoga berfaedah, salam.

  10. 21 Juni 2011 09:27

    bro edo, kalo mau cari helm kbc di jogja di mana ya lokasinya….pengin punya juga nih…maturnuwun

  11. 1 Juli 2011 15:58

    udah beli ni helm.. hehe..

  12. 17 Juli 2011 17:35

    toko yang ngejual helm KBC dimana ya ?? susah hadooh -,-

    • 7 Agustus 2011 21:07

      Bro Edo, saya numpang iklan sedikit yaaa 🙂
      KBC V-Series sudah tersedia di http://www.juragahelm.com atau bisa langsung ke gerai kami di Jl. Panjang Raya no. 16 – Arteri Kelapa Dua, Jakarta Barat.
      Thanks

  13. reno undertail permalink
    2 Desember 2012 15:39

    kbc itu emnag singkatan dari apah yah om?

  14. Oaktree permalink
    19 Februari 2013 16:56

    pin lock itu apa ya?

  15. 26 Oktober 2013 21:48

    helm sangar nih

  16. navetsea permalink
    25 November 2013 18:01

    Ukuran batok luarnya keliatannya besar ya? dibanding kyt v2r2 lebih besar ya?

Trackbacks

  1. KBC Helm V-Series, Jadi pingin punya neh…!!!! | Teras Belitong Blog
  2. DWYHS.. | ordinaryharish

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: