Lanjut ke konten

Berlomba-lomba Membeli Sepeda Motor

4 Juni 2011

BANJIR sepeda motor. Kira-kira seperti itulah wajah jalan raya di Jakarta saat ini. Sepanjang mata memandang di jalan, si roda dua muncul di mana-mana. Mulai dari jalan raya, jalan pemukiman, hingga gang-gang di perkampungan. Motor menjadi alternatif transportasi.
Alasan utama masyarakat membeli sepeda motor untuk alat transportasi. Motor dianggap lebih murah biaya operasionalnya dan efisien dalam menempuh perjalanan di dalam kota. Lalu lintas jalan yang padat oleh aneka kendaraan, membuat motor sebagai alternatif bermanuver di antara celah jalan yang ada. Walau, dengan populasi yang mencapai sekitar delapan juta unit pada saat ini, tak jarang motor terjebak dalam kemacetan.

Artinya, sekalipun bermotor, harus rela antre di tengah kemacetan.
Maklum, data Polda Metro Jaya menyebutkan, laju pertambahan kendaraan pribadi di Jakarta dan sekitarnya mencapai sekitar 9% per tahun setara dengan sekitar 1.117 unit per. Per akhir 2010, ada 11.362.396 kendaraan. Sekitar 72,5% atau sekitar 8.244.346 adalah motor dan sekitar 27,5% atau sebanyak 3.118.050 kendaraan roda empat.


Dua Motor

Hasil survey Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) cukup mengejutkan, tahun 2010, warga Jakarta dan sekitarnya ternyata berlomba-lomba membeli sepeda motor. Maksudnya, tren satu orang yang memiliki motor lebih dari dua unit meningkat drastis.
“Hasil survey JUTPI menunjukan, dalam kurun waktu 2002-2010, satu orang yang memiliki dua unit motor naik berlipat-lipat,” papar Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, dalam diskusi Forum Wartawan Peduli Lalu Lintas Jalan, di Jakarta, Selasa (31/5/2011).
Dia menyebutkan, sekitar 54% warga Jakarta memiliki sepeda motor. ”Hal yang juga mencengangkan, sekitar 84% pemilik mobil juga memiliki sepeda motor,” katanya.

Bagi para pemilik mobil, lanjut Bambang, motor kebanyakan dimanfaatkan untuk transportasi jarak dekat. Walau, ada juga yang menjadikannya transportasi alternatif pada saat-saat tertentu.
Kita tahu, warga Jakarta mencapai sekitar 9,58 juta jiwa. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Agus Suherman, berdasarkan sensus penduduk Mei 2010, jumlah penduduk Jakarta mencapai 9.588.198 jiwa. Dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,4% per tahun, pada 2014 penduduk Jakarta bakal lebih dari 10 juta jiwa.

Serbuan Komuter
Jumlah kendaraan dan penduduk Jakarta pada siang hari kian padat. Maklum, ada serbuan dari warga komuter alias kota sekitar Jakarta.
JUTPI menyebutkan, tiap hari ada minimal 344.000 komuter dari Tangerang, 388.000 dari Depok dan Bogor, serta 423.000 dari Bekasi. Total minimal tiap hari ada 1,1 juta komuter tiap hari. Jika 10% saja yang memanfaatkan sepeda motor, artinya ada sekitar 110 ribu motor memasuki Jakarta setiap harinya. Ramaikan?

Kalau sudah begini, stagnasi lalu lintas jalan tak terbendung. Beban jalan tak bakal mampu menampung jumlah kendaraan. Tak heran jika kemudian mencuat seruan agar pemerintah daerah DKI Jakarta menciptakan angkutan umum massal secara serius. Angkutan umum diharapkan mengurangi beban jalan. Pilihan menggenjot Trans Jakarta dengan fasilitas busway sejak 2004, sangat masuk akal. Harapannya, kian banyak angkutan umum massal yang aman, nyaman, dan selamat, juga mampu mereduksi potensi kecelakaan lalu lintas jalan. Di Jakarta, tiap hari ada tiga nyawa yang meregang di jalan raya akibat kecelakaan. (edo rusyanto)

7 Komentar leave one →
  1. Pino Kio permalink
    4 Juni 2011 07:08

    nais impoh Om

  2. 4 Juni 2011 07:29

    nagkutan umumnya jangan cuma dari wilayah DKI saja, dari Tangerang, Depok dll juga harus ada….

    http://kangmase.wordpress.com/2011/06/03/gw250-berapa-sih-idealnya-berat-motor/

  3. Neo permalink
    4 Juni 2011 07:36

    Kapan ya Indonesia berlomba-lomba bikin sepeda motor..?

  4. 4 Juni 2011 09:44

    Berapa bensin yang harus dibakar setiap hari, bulan , dan tahun? Sungguh luar biasa.

  5. 4 Juni 2011 09:51

    sebelum semua terealisasi mungkin ibukota sudah pindah

  6. 4 Juni 2011 12:26

    daripada buat beli sepeda motor mending,, dikasih ke q ja, bisa mengurangi kemacetan.. hehehe 🙂

Trackbacks

  1. Berlomba-lomba Membeli Sepeda Motor | info Pagi pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: