Lanjut ke konten

RCTI Soroti Pemotor

3 Juni 2011

MEDIA adalah refleksi sosial suatu masyarakat. Termasuk media audio visual seperti televisi. Mereka merekam situasi sosial masyarakat dan menyiarkannya melalui satelit. Tentu diharapkan menjadi medium kontrol sosial sekaligus fitur edukasi.
Seperti tayangan program Seputar Indonesia, yang disiarkan RCTI, Kamis (2/6/2011) pukul 12.00-12.30 WIB. Di bagian akhir program berita itu, terselip satu berita soal perilaku pemotor di Jakarta.
Selain menyodorkan fakta membludaknya volume motor di Jakarta, RCTI menyentil tidak bijaknya pemotor saat berkendara di jalan raya. Ada sejumlah cuplikan adegan pelanggaran lalu lintas. Mulai dari pemotor yang melintas di busway, melanggar rambu larangan melintas di ruas tertentu, melawan arus, hingga menerabas palang pintu kereta api.

“Pemotor mempertaruhkan nyawa dan aksi unjuk nyali di jalan raya,” papar narator berita.
Aksi melawan arus dan menerabas palang perlintasan kereta api memang berisiko. Kecelakaan lalu lintas jalan sudah mengadang. Kita tahu, setiap hari tiga orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan di Jakarta. Keterlibatan pemotor berkisar 70-80%.

Sang narator berita sempat menyentil, perilaku pemotor itu juga terpicu oleh tak adanya contoh yang baik di tengah masyarakat. Selain, tentu saja butuh ketegasan penegak hukum di jalan raya.
Namun, rasanya, kita para pengguna jalan juga butuh menerapkan cara berkendara yang aman, nyaman, dan selamat. Dimulai dari diri sendiri. Para media, termasuk RCTI, selain sebagai kontrol sosial, juga terus mengedukasi publik. Setuju? (edo rusyanto)

16 Komentar leave one →
  1. 3 Juni 2011 09:02

    Pengalaman saya, kalo ada pemotor yang memberikan contoh baik di jalan, maka pemotor yang baik tersebut akan diintimidasi, soalnya merupakan hal yang ga wajar di Jakarta untuk berkendara santun.

  2. satrio permalink
    3 Juni 2011 09:12

    siiip lah….. refleksi diri

  3. 3 Juni 2011 09:19

    naratornya gak pake motor, jadi gak tahu kondisi pemotornyah….

    http://kangmase.wordpress.com/2011/05/29/jika-motor-biang-kecelakaan-mobillah-biang-kemacetan/

  4. 3 Juni 2011 09:54

    Setuju, media televisi juga harus meng-edukasi publik, ajak narasumber dari masyarakat baisa yang mampu berbicara soal keselamatan berkendara, banyak kok yang mau pasti.

    • ash permalink
      3 Juni 2011 10:48

      susah mas, harus banyak mediasi dan berbagai sumber yang terlibat……..

  5. ash permalink
    3 Juni 2011 10:48

    mas edo ijin share di forum laen boleh yah…….biar pengendara motor makin tau diri….

  6. lexyleksono permalink
    3 Juni 2011 13:04

    Hari Sabtu pagi yg lalu saya naik ninin dari BSD ke Palmerah, jalan santai saja dan mencoba memperhatikan tingkah polah pengendara motor. Ternyata memang buanyak yg berkendara dg ceroboh, yg tdk pake helm banyak, yg melawan arus banyak, yg masuk busway banyak, yg sruntulan banyak..yg masih anak2 remaja jg banyak naik motor sak enake udele dewe. Tindakan tegas dari pak Polisi kelihatannya minim banget.

  7. 3 Juni 2011 13:35

    peran televisi sbg media edukasi sgt dibutuhkan, agar masyarakat sadar bagaimana berkendara yg baik dan apa resikonya bila berkendara tdk berdisiplin. hrsnya makin banyak lg televisi yg mengedukasi masyarakat. kita sbg pengguna jalan jg hrs mempunyai kesadaran dan berdisiplin diri dlm berlalu lintas. mulai dari diri sendiri dan mulai dari skrg.

  8. si oom permalink
    3 Juni 2011 16:19

    ga ada ketegasan aparat 😦

  9. si oom as varioputiih permalink
    3 Juni 2011 16:20

    ga ada penegakkan aturan oom 😦

  10. bikersmagz permalink
    3 Juni 2011 18:07

    Udh jd benang kusut.
    Intinya introspeksi diri kita masing2 kali ya.
    Atau klo mau ekstrim revolusi.

  11. 3 Juni 2011 22:24

    gak adil kalau cuma motor yang dibahas kesalahannya tanpa diliput faktor penyebab dari kendaraan laen

    • ash permalink
      9 Juni 2011 10:07

      maap mas bukannya memebela R4, tetepi kita sebagai R2 ada baiknya berintropeksi diri sebelum kita mngkritisi R4

  12. Komengtator permalink
    4 Juni 2011 18:08

    Di Indonesia ngatur orang banyak susah… Ketidaktertiban dan sikap semaunya sendiri sudah jadi budaya bangsa kita… Kembali ke diri kita sendiri, mau ikut terjerumus atau tetap bertindak benar dan lurus…

  13. 5 Juli 2011 21:00

    susah atur orang indonesia gan

    http://www.mediawebsiteplus.com – Jasa Pembuatan Website Murah & Berkualitas tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: