Lanjut ke konten

Bikers Pancasilais

1 Juni 2011

NYARIS bertahun sudah tak mendengar kata Pancasila. Apalagi kata pancasilais, alias perilaku berbasis Pancasila. Padahal, saat saya sekolah, Pancasila demikian kondang. Apa sih Pancasila?
Teks Pancasila mencakup satu, Ketuhanan yang Maha Esa. Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Ketiga, Persatuan Indonesia. Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Maknanya demikian mendalam. Bahkan, mencerminkan perilaku tata nilai kehidupan yang berlaku global. Tentu saja terlepas dari sila ketiga dan kelima yang secara harfiah menjadi muatan lokal Indonesia. Namun, soal makna tersuratnya, persatuan, merupakan isu global, demikian juga keadilan sosial. Bersatu demi kebaikan semua penghuni kolong jagat dan hidup nyaman dalam keadilan ekonomi, sosial, dan hokum yang merata. Tidak pandang bulu.
Hari ini, 1 Juni, kita semua tahu merupakan hari lahir Pancasila. Pemerintah menempatkan sebagai titik awal pengenalan ajaran kenegarawanan itu. Walau, tidak menjadi hari libur nasional. Bahkan, seingat saya, baru kali ini, pemerintah merayakan Hari Pancasila dengan menghadirkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dua mantan presiden yakni BJ Habibie dan Megawati. Selain itu, setidaknya hadir juga mantan wakil presiden Jusuf Kalla dan Try Sutrisno. Peringatan pidato Bung Karno 1 Juni, tersebut digelar di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/6/2011).

Bangsa kita mengenang Pidato Bung Karno, 1 Juni 1945 yang petikannya berbunyi Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Bikers
Lalu, apa hubungannya dengan bikers alias pemotor? Kita juga tahu, saat ini ada sekitar 60 juta sepeda motor di Indonesia. Jika satu orang rata-rata memiliki dua motor, artinya ada sekitar 30 juta pemotor. Wow!
Saya mencoba merunut kaitan bikers dan pemotor sebatas pemahaman saya.

Pancasila mengajak perilaku kita semua, termasuk pemotor, saling menghargai sesama warga negara. Santun dalam bersikap dan menghargai kehidupan dengan salah satu kuncinya adalah menempatkan kepentingan bersama bukan individu yang egois.
Nah, di jalan raya, pemotor dengan mudah bisa mencerminkan perilaku yang pancasilais. Wong akarnya adalah saling menghargai sesama pengguna jalan. Kebersamaan demi kenyamanan dan keselamatan sesama pengguna jalan seyogyanya menjadi idaman kita semua. Pancasila yang juga berakar pada religius, Ketuhanan Yang Maha Esa, semestinya menjadi hal mudah diimplementasikan. Wong, lagi-lagi, para pengguna jalan memiliki agama dan keimanannya masing-masing. Semua agama mengajarkan hidup damai dengan saling menghargai sesama umat manusia.
Lantas, kenapa masih ada perilaku pengendara yang saling serobot? Egois? Melabrak hak pengguna jalan lainnya? Selamat Hari Lahir Pancasila. (edo rusyanto)

11 Komentar leave one →
  1. 1 Juni 2011 12:27

    g pada rebutan pertamax ya d sini?

  2. 1 Juni 2011 12:28

    baru sadar kalo bsk tgl merah.. Yes

  3. 1 Juni 2011 12:30

    nilai pancasila smkn luntur, mgkn karena pgruh global dn dihapuskannya P4

  4. 1 Juni 2011 12:32

    tp smg sikap kt untk slalu safety riding tdk ikut2an luntur.

  5. 1 Juni 2011 12:33

    wah komen sndiri ni ane, yg lain pd kmana yakk

  6. Tukang Ngibul permalink
    1 Juni 2011 13:55

    ane temenin dah bro…tapi bingung mao koment apaan…..salam aja dah….

  7. topa permalink
    1 Juni 2011 19:17

    sesama pengguna jalan raya seharusnya kita saling menghormati, tertib, sabar…..
    Dan yg sangat penting selamat sampai tujuan….
    Tapi kenyataannya skr prilaku ini dah mulai terkikis……

  8. 2 Juni 2011 01:33

    hampir 95% siswa ku ga’ hapal pancasila kang!!! padahal pancasila mengandung nilai-nilai yang sangat bagus bagi kehidupan…

    nitip lapak
    http://jheren.wordpress.com/2011/06/02/sayangi-bagian-dalam-tubuhmu/

  9. Hadya_HKM permalink
    2 Juni 2011 03:42

    Mungkin karena prosedur awal dan cara pemotor nya udh ga bener mbah jadi sulit jadi biker Pancasilais, belum lagi egoisme dan iklan yang cenderung menghipnotis biker yang harus cepat, ngebut, bahkan kadang2 aksi ala freestyler sehingga mindset yang tertanam dijalan adalah sirkuit, lha kalo motor baru keluar pasti yang dibandingkan berapa top speednya ???, lha memang mau balapan ??, kan mau dipakai harian dan ga mesti selalu ngebut kan, hehe…
    Tapi yang paling sulit di Indonesia menurut saya ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’
    Coba sharing opini Mbah… Hehe ūüôā

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: