Lanjut ke konten

Hapus hambatan transportasi

31 Mei 2011

Penghapusan sejumlah hambatan transportasi menjadi tuntutan yang mendesak bagi pemerintah untuk menekan biaya angkutan jalan yang mahal dan tidak pasti dalam pembangunan Indonesia.
Survei Bank Dunia dan The Asia Foundation menemukan biaya angkutan jalan yang mahal dan tidak pasti masih merupakan hambatan yang semakin besar dalam pembangunan Indonesia saat ini.
Hasil survei kedua lembaga itu menunjukkan bahwa, walaupun sektor angkutan truk barang cukup terbuka di Indonesia, kerangka peraturan angkutan jalan masih menimbulkan biaya-biaya yang tidak perlu, sedangkan di negara-negara lain pengaturan jauh lebih sederhana.
Karakteristik kunci dari kondisi regulasi dan perundang-undangan di Indonesia adalah adanya perbedaan antara praktik yang terjadi di tingkat pusat dan daerah. Pemerintah daerah pada khususnya sering mengeluarkan perizinan dan memungut retribusi yang merupakan hambatan besar dalam penyediaan jasa angkutan barang di seluruh Indonesia.
Munculnya peraturan Pemda DKI untuk melarang masuknya truk ke dalam ruas tol kota menjadi contoh peraturan yang dinilai mengganggu sistem transporasi barang sehingga menambah inefisiensi sektor angkutan.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia, Hendro Baroeno peraturan daerah menjadi konsekuensi pelaksanaan desentralisasi meski demikian peraturan yang dikeluarkan membuka peluang diikuti oleh daerah-daerah lain dan memaksa sektor swasta semakin tidak efisien.
“Setelah aturan DKI dicabut dengan kompromi pelarangan masuknya truk ke ruas Cawang-Pluit, Bekasi membatasi kendaraan truk atau kendaraan berat yang melintasi di Kota Bekasi. dengan alasan kualitas jalan. Tindakan ini mungkin akan diikuti daerah lain yang mendapat imbas pelarangan truk oleh DKI,” ujarnya dalam bincang santai yang digelar Forum Wartawan Peduli Lalu Lintas Jalan dan Paramadina Graduate School of Communication (PGSC) Universitas Paramadina, hari ini.
Bincang santai tersebut menghadirkan sejumlah narasumber antara lain, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono selaku keynote speaker, Sudirman Lambali, Direktur Lalu lintas Jalan Kementerian Perhubungan, Gunaryo, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Wijayanto, Managing Director Of The Paramadina Public Policy Institute dan Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M. Said.
Sektor angkutan di Indonesia merupakan sektor yang sangat penting dan terus mengalami perkembangan. Antara 2004 dan 2006, kontribusi sektor transportasi dan perhubungan mencapai angka rata-rata sebesar 6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Pertumbuhan sektor ini juga melebihi tingkat pertumbuhan sektor-sektor yang lain. Rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan selama tiga tahun antara 2004 dan 2006 sebesar 13% adalah angka yang melebihi dua kali lipat tingkat pertumbuhan sektor non-migas sebesar 6%.

Angkutan jalan, yang merupakan bagian dari sektor perhubungan, mengalami perkembangan yang stabil, walaupun tingkat pertumbuhannya lebih kecil dari pertumbuhan sektor perhubungan laut dan udara.
Bank Dunia dalam survei 2008 mendapati jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia dan di seluruh dunia, biaya industri angkutan truk di Indonesia sangat tinggi dan tidak efisien. Untuk angkutan logistik dalam negeri Indonesia juga memiliki catatan yang buruk dibandingkan dengan negara lain.
Kombinasi antara peraturan yang berbelit-belit dan biaya transportasi dalam negeri yang tinggi telah menghambat daya saing perdagangan Indonesia.
Walaupun persepsi iklim usaha sedang mengalami peningkatan hampir pada sebagian besar lini, persepsi tentang prasarana dan transportasi tampaknya semakin buruk.
Sementara survei The Asia Foundation bekerja sama dengan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (LPEM-FEUI) tentang biaya angkutan barang dengan truk sepanjang sembilan rute di Indonesia menemukan hasil tak kalah memprihatinkan tentang praktek pungutan liar dan aturan yang tidak jelas dan kerap berubah-ubah. (edo rusyanto)

12 Komentar leave one →
  1. 31 Mei 2011 12:51

    pungli di setiap tikungan dan prapatan juga gapura disinyalir memperbesar biaya angkutan Mbah..
    Salam

  2. 31 Mei 2011 13:01

    yang sering beraksi pak Wamenhub aja nih…Menhub nya tidur ya?

  3. agoey permalink
    31 Mei 2011 13:35

    yang jelas itu ya pungli.. yang gak jelas kemana aliran duitnya… 😦

    http://agoey.wordpress.com/2011/05/30/yamaha-wr250x-penantang-kawasaki-d-tracker-250/

  4. jape methe permalink
    31 Mei 2011 15:21

    nasib sopir truk kayak tulisannya bro BJL. Kepanasan, kena pungli dimana2, dimaki2 gara2 bikin macet, capek jalan jauh, ngantuk, resiko kecelakaan hanya untuk cari nafkah dengan melayani distribusi kebutuhan masyarakat. Lah sekarang malah dilarang masuk tol dan jalan2 daer pinggiran jakarta hanya karena mengganggu kenyamanan angkutan pribadi yang sudah kebanyakan

  5. 31 Mei 2011 15:47

    masih banyak pungli, petugas yg seharusnya hentiin aksi ini eh malah ikut-ikutan jadi pungli.. hmm

  6. 31 Mei 2011 16:03

    birokrasi yg berbelit2, ditambah pungli dimana2 membuat kita tdk akan prnh berubah. walaupun kontribusi sektor transportasi ckp besar akan tetapi aliran dana’y hanya masuk ke kantong pihak2 tertentu. Kebijakan pemerintah jg yg niatnya mengurangi kemacetan, nyatanya hanya membuat para pengusaha transportasi merugi. sdgkn yg seharusnya bertanggung jwb, santai2 saja. semua ini salah siapa…??? Masyarakat butuh sarana transportasi yg nyaman dan aman, pengusaha transportasi jg butuh kebijkan yg menunjang bisnis mereka. mariii pihak2 terkait berikan win2 solution…buat kemajuan indonesia tercinta.

  7. 31 Mei 2011 16:52

    ada pungli………………

  8. 31 Mei 2011 22:03

    kasian ya truknya 🙄

    @om edo
    kok tumben gak bikin rangking alexa blog?

    • 1 Juni 2011 10:49

      sedang disusun nih bro, semoga siang ini rampung deh, salam.

  9. 5 Juni 2011 10:22

    hmmm, angkutan di negeri ini masih semrawut…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: