Lanjut ke konten

Lima “Je” Buat Kita Para Pemotor

30 Mei 2011

Pemotor masih mendominasi korban kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Kisarannya 60-70% dari total jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Boleh jadi karena populasi motor lebih banyak dan si roda dua ini ringkih alias mudah terjerembab.
Sebenarnya, kalau gak mau ada kecelakaan sepeda motor resepnya gampang, jangan naik motor. Titik.
Tapi, apa iya manakala mobilitas warga tak terakomodasi sepenuhnya oleh transportasi massal umum, lalu warga stagnan? Pastinya, solusipun dicari. Motor menjadi alternatif.
Jargon motor lebih irit biaya operasionalnya dibandingkan menggunakan angkutan umum, terus merebak. Motor juga dianggap lebih efisien dari sudut waktu tempuh perjalanan.

Dua keunggulan sikuda besi itu, plus kemudahan yang diberikan perusahaan pembiayaan untuk kredit, mendorong membubungnya penjualan motor. Sedikitnya sudah sekitar 60 juta unit yang mengguyur pasar sejak tahun 1970-an. Karena itu, dimana-mana kita mudah menemui motor. Dan, di sela itu semua, kerap kali kita juga menjumpai kabar motor yang terlibat kecelakaan.

Lima “Je”

Rasanya, kecelakaan sulit ditolak untuk terjadi. Namun, manusia boleh berikhtiar mengurangi potensi terjadinya kecelakaan, termasuk mereduksi fatalitasnya.
Bagian dari ikhtiar tersebut, saya mencoba merumuskannya dalam jurus 5 J (lima “je).

“Je” yang pertama, Jangan lupa periksa kondisi motor dan diri kita.
Setiap mau mengendarai motor periksa kondisi rem, bahan bakar, ban, lampu-lampu, rantai, oli, hingga fungsi standar motor. Salah satu saja tak berfungsi, kenyamanan berkendara bakal terganggu. Bisa-bisa malah membuka peluang kecelakaan lebih besar lagi.
Begitu juga kondisi fisik dan psikis pengendara. Bermotor ketika tubuh tak sehat bakal mengurangi konsentrasi.


“Je” yang kedua, Jaket, helm, sepatu, dan sarung tangan untuk perlindungan diri.
Fungsi alat perlindungan diri pemotor amat vital. Jaket mengurangi potensi terpaan angin dan debu. Pakailah jaket yang mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Helm, semua mahfum, berfaedah melindungi kepala dari benturan ekstrim saat terjadi insiden kecelakaan. Sepatu melindungi telapak dan mata kaki dari gesekan atau benturan. Sedangkan, sarung tangan melindungi jari jemari.

“Je” yang ketiga, Jaga jarak jaman. Menjaga jarak aman memakai patokan waktu, sedikitnya berjarak dua detik dengan kendaraan di depan. Formasi yang disarankan adalah zig zag dengan motor di depannya.

“Je” yang keempat, Jaga konsentrasi dengan fokus berkendara. Pentingnya konsentrasi amat berfaedah saat terjadi manuver tiba-tiba. Walau, sepanjang berkendara dalam kondisi apa pun, konsentrasi mutlak. Beberapa aktifitas mengganggu konsentrasi adalah minuman alkohol, menelepon, dan mengantuk.

“Je” yang kelima, Jalankan motor sesuai aturan yang ada. Aturan lalu lintas jalan dibuat agar pengguna jalan merasa aman, nyaman, dan selamat. Ketertiban berkendara mereduksi potensi kecelakaan. Silakan perhatikan, kecelakaan yang terjadi di sekeliling kita, kerap kali didahului pelanggaran aturan yang ada. (edo rusyanto)

16 Komentar leave one →
  1. Nadzirin-nada permalink
    30 Mei 2011 08:47

    Siap …Mbah EDo

  2. ash permalink
    30 Mei 2011 10:07

    mantapz mbah edo…..asik nih…selalu menampilkan tulisan2 yg berarti terus….

  3. Toro permalink
    30 Mei 2011 11:17

    tambahan Mbah…berhentilah di tempat yang benar-benar aman walau cuma sebentar untuk memotret. Jangan memotret sambil berkendara apalagi terima atau balas SMS…..hehehe.
    Semoga Ikhtiarnya bisa menambah jumlah bikers yang peduli akan safety riding.

  4. 30 Mei 2011 11:59

    nasib juga mbah..kadang kalo sini udah safety…eh orang lain yg menyebabkan ciloko
    http://asmarantaka.wordpress.com/2011/05/30/during-which-the-power-can-not-be-controlled/

  5. si oom as varioputiih permalink
    30 Mei 2011 13:30

    iklan dishub cukup bagus oom, kemaren sempet liat pagi-pagi..
    berkendara harus dengan helm, jaket, dan sepatu..

  6. 30 Mei 2011 13:51

    hati_hati mbah edo.. ada polisi siap ngejar tu

  7. 30 Mei 2011 13:59

    Jadi lupa deh bawa surat2. . . . mungkin itu masukan untuk “Je” yang ke enam,.
    #Lanjut OmBro Edo Artikelnye,. tetap di pantau oleh para pemirsa di seluruh Nusantara. 🙂

    • 30 Mei 2011 17:49

      ya bro, surat2 jangan sampai ketinggalan, trims atensinya yah. salam

  8. Top permalink
    30 Mei 2011 16:22

    Ada satu “je” yg terakhir bung edo; jgn lupa motornya pake Jupiter Z aja. Hehhehe….

  9. new_boy permalink
    30 Mei 2011 16:22

    Nice share Mbah, semoga kesadaran safety riding rider kita semakin hari semakin baik, amin….

  10. 30 Mei 2011 19:22

    Minta izinnya masbro Edo mau copast artikelnya

  11. softech_niQ permalink
    30 Mei 2011 20:16

    jarak aman,,,bkn jarak jaman…hihihi.

  12. 5 Juni 2011 13:18

    jangan lupa bawa duit, kalo ban bocor atau kenapa2 bisa langsung ke bengkel…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: