Lanjut ke konten

Muhammadiyah Pun Menyoal Keselamatan Jalan

27 Mei 2011

RUANGAN penuh sesak oleh siswa berseragam putih abu-abu. Mereka duduk di atas kursi dan ditemani kipas angin yang belum mampu mengusir udara panas.
Semangat tetap berkobar, seratusan lebih siswa SMA 18 Muhammadiyah, Cipulir, Jakarta Selatan, tetap bertahan hampir tiga jam mendengarkan ceramah soal keselamatan jalan.
Ya. Siang itu, Kamis (26/5/2011), saya berama Sari Catur Lestari, bidang Promosi Keselamatan Direktorat Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, serta Dzul Fikar Ahmad Tawalla, sekjen Ikatan Pelayar Muhammadiyah (IPM), berbaur dengan anak-anak muda penuh gairah tersebut.

Saya kebagian berbicara soal bagaimana keselamatan jalan di kalangan pemotor. Sontak, berbagai tips aman digelontorkan, termasuk dua audio video soal keselamatan bermotor menjadi menu penyegar siang itu. Suasana pun menjadi lebih bergairah.
Simak saja pertanyaan-pertanyaan para siswa SMA 18 Muhammadiyah itu.
”Kenapa harus ada aturan menyalakan lampu utama pada siang hari?” Tanya Lia, siswa kelas dua.
”Kenapa usia di bawah 17 tahun belum boleh membuat surat izin mengemudi?” Seloroh Rizky.
Atau, ”Bagaimana tanggung jawab pemerintah jika ada jalan yang membahayakan pengguna jalan?” Sergah Kamaluddin.
Entah kebetulan, ketiganya adalah siswa kelas dua atau kelas sebelas.

Tentu saja pertanyaan-pertanyaan tersebut butuh jawaban. Sari Catur menyebutkan bahwa usia di bawah 17 tahun cenderung belum stabil sehingga berisiko tidak berkonsentrasi saat berkendara. Dia yang membeberkan tingginya keterlibatan usia muda dalam kecelakaan lalu lintas jalan, termasuk mereka yang terlibat kecelakaan motor. ”Kalau boleh, tidak ada motor di Indonesia karena berbahaya,” sergahnya.
Sari mengajak para siswa agar terlibat dalam kegiatan positif, termasuk berperan dalam peningkatan kesadaran keselamatan jalan.
Sedangkan Dzul Fikar mengajak pembentukan komunitas peduli keselamatan jalan. Salah satunya komunitas pemakai motor di lingkungan sekolah.

Sempat saya ajak agar para siswa memulai dari dalam diri sendiri. Dimulai hal yang dianggap kecil, yakni memakai helm saat bersepeda motor, atau menyalakan lampu isyarat saat hendak berbelok atau berubah arah. Bagi siswa yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), tentu saja sudah harga mati agar tidak mengendarai sepeda motor. Selain sanksi denda atau pidananya cukup tinggi, yakni maksimal Rp 1 juta atau penjara satu tahun, labilitas remaja usia di bawah 17 tahun masih tinggi.

Peran Komunitas
Acara yang bertajuk Diskusi Publik Menyoal Keselamatan Bertransportasi di Jalan Raya, “Menggagas Komunitas Pecinta Keselamatan Bertransportasi” tersebut, berlangsung cukup hangat. Bahkan, sempat diselingi dengan tarian Samaan dari Aceh yang dibawakan siswi-siswi SMA 18 Muhammadiyah.
”Kegiatan ini menjadi tambahan wawasan kita dalam bertransportasi,” sergah Joko Priyono, kepala sekolah SMA 18 Muhammadiyah.

Selain wawasan, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan pentingnya keselamatan jalan. Maklum, tahun lalu, di negara kita setiap satu jam ada tiga hingga empat orang yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan.
Rasanya, kegiatan bertajuk masalah keselamatan jalan di sekolah-sekolah perlu terus digulirkan. Maklum, di usia muda seperti itu, cenderung lebih mudah menanamkan kesadaran pentingnya berbagi ruas jalan agar lalu lintas jalan menjadi lebih aman, nyaman, dan selamat.

Pembentukan komunitas peduli keselamatan di sekolah-sekolah menjadi salah satu sel penting di masyarakat. Penyebaran kesadaran berkendara yang aman dan selamat menjadi lebih lugas, cepat, dan tepat sasaran. Tinggal kita mendukung pola komunitas yang sehat. Seperti pertanyaan Imam, salah seorang siswa kepada saya seusai diskusi. ”Bagaimana membentuk komunitas yang baik?” katanya. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. jape methe permalink
    27 Mei 2011 07:23

    fastabiqul khairat..amar ma’ruf nahi munkar

  2. 27 Mei 2011 09:01

    bagus bener pertanyaan no 3 yg menyoal tanggung jawab pemerintah tentang buruknya infrastuktur jalan di negeri ini

  3. smashrider permalink
    27 Mei 2011 09:53

    absennn 🙂

  4. Awakku_1927 permalink
    27 Mei 2011 10:19

    Salut untuk Omm Edo… terus sharing ke semua lapisan masyarakt demi keselamatan dan kenyamanan berkendara (terutama roda 2).

    Sekali2 sharingnya sama pemerintah (dephub) omm dan polantas juga… hehehehe

  5. ash permalink
    27 Mei 2011 13:14

    salut…mantap lah mas edo…….

  6. 27 Mei 2011 19:54

    harusnya dah masuk kurikulum di sekolah ntuh….

    http://kangmase.wordpress.com/2011/05/27/mbahas-yamaha-new-yzf-r15/

  7. agoey permalink
    28 Mei 2011 01:35

    saya pakai knalpot racing, apa ada hubungannya dnegan keselamatan di jalan pak edo?

    baca juga ::

    http://agoey.wordpress.com/2011/05/28/alasan-saya-menggunakan-knalpot-racing/

  8. 28 Mei 2011 14:52

    si om kalo ada acara begini, bilang-bilang dong :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: