Lanjut ke konten

Pemerintah Dinilai Pro Angkutan Pribadi

23 Mei 2011

PEMERINTAH di bawah rezim Susilo Bambang Yudhoyono saat ini dituding pro angkutan pribadi ketimbang angkutan umum massal. Buntutnya, kemacetan lalu lintas jalan pun menjadi pemandangan rutin. Terlebih, di kota sebesar Jakarta.
Hal itu mencuat dalam laporan utama koran ekonomi Investor Daily, edisi Senin (23/5/2011). ”Kemacetan lalu lintas di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia akan terus terjadi dan semakin akut selama pemerintah lebih berpihak pada angkutan pribadi ketimbang transportasi umum massal seperti sekarang,” tulis koran itu.
Investor Daily mengutip pengusaha kondang Rachmat Gobel. ”Pemerintah tidak serius membenahi transprotasi umum. Kendaraan umum (bus besar dan metromini) umumnya tidak laik jalan,” tegasnya.
Pengguna angkutan umum, kata dia, adalah mereka yang benar-benar tidak mampu dan takut naik sepeda motor. ”Kaum yang tidak mampu tapi punya nyali, berani menggunakan sepeda motor. Saat ini, sepeda motor bertebaran di mana-mana dengan tingkat risiko tinggi,” kata pengusaha elektronik itu.

Koran Investor Daily yang terbit di Jakarta, tentu saja berkepentingan soal sistem transportasi yang lancar, aman, nyaman, dan selamat. Salah satu mewujudkan itu, bagi sejumlah penggiat keselamatan jalan, kalau yang ini tidak mengutip dari koran tersebut, pemerintah harus membuat angkutan umum yang aman, nyaman, selamat, dan terjangkau. Terjangkau secara akses dan finansial.
Di sisi lain, sistem angkutan umum massal yang demikian diyakini bakal mereduksi cukup signifikan korban kecelakaan lalu lintas jalan di Jakarta. Maklum, Jakarta yang dihuni tak kurang dari delapan juta motor dan tiga juta mobil, tak pernah reda dari kecelakaan lalu lintas jalan. Tiap hari, tiga orang tewas sia-sia di jalan raya dan puluhan lainnya luka-luka. (edo rusyanto)

28 Komentar leave one →
  1. topa jatim permalink
    23 Mei 2011 16:17

    rezim skr kayaknya lebih cenderung mengutamakan prshaan motor drpd membangun infrastuktur angkutan masal…,mungkin wktu kampanye dulu nyumbang dana banyak makanya di belain tuh prshan motornya……

  2. John rantau permalink
    23 Mei 2011 16:31

    Ngisi podium sik..

  3. 23 Mei 2011 16:36

    Kalau ada transportasi umum yang relatif terjangkau, laik jalan, lancar, nyaman dan aman, niscaya masyarakat akan lebih memilih transportasi umum. Kalau mau ekstrim pajak kendaraan pribadi ditinggikan, cabut subsidi BBM kendaraan pribadi, biaya parkir tinggiin aja, efeknya pemilik kendaraan kliyengan mikirin biaya kendaraannya. Nanti akan tiba pemikiran bagi pemiliki kendaraan bahwa biaya transportasi kendaraan pribadi jauh lebih mahal bila naik transportasi umum. Disinillah “switch” pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum.

    • ben permalink
      24 Mei 2011 10:31

      hahahahaha
      sekarang juga udah begitu…
      hasilnya ?….
      yang miskin malahan makin susah….
      subsidi BBM dicabut ?…. monggo…. kita lihat apa hasilnya..

  4. 23 Mei 2011 16:42

    @topa jatim dan beckhem: transportasi massal umum impian kita semua adalah yang terjangkau secara akses dan finansial. tentu saja aman, nyaman, dan selamat. rasanya, pemerintah kudu super serius nih. benar gak?

  5. softech_niQ permalink
    23 Mei 2011 17:58

    bro edo hrs btindak nih,,,jd caleg,,,ntar gw dukung daah,,,hehehe.

  6. 23 Mei 2011 20:22

    selain aman,nyaman dan terjagkau pengaturan kendaraan umum juga harus efektif jangan banyak jalur yang bersinggungan karena akan menumpuk di titik tertentu,perlu juga di efektifkan penggunaannya seperti bigbus,bus 3/4,elf,angkot yang berbaur menjadi satu di jalan2 utama yang membuat jalan semrawut,klow perlu bus 3/4 dan elf di tiadakan d ganti menggunakan bigbus yang bisa memuat penumpang lebih banyak,sedangkan angkot sebagai shuttle dari jalan2 kecil ke jalan utama,

  7. 23 Mei 2011 20:30

    sebagai pecinta bus,saya tentu pilih angkutan umum tapi kalau untuk pulang pergi kerja belum bisa di andalkan,hanya dengan jarak 11km harus berganti angkutan 3 kali dan sekai naik ojek, total biaya 32ribu sehari,sangat tidak efisien pak edo,

    • 23 Mei 2011 21:25

      ya bro, efisiensi secara finansial kadang tak terpenuhi oleh angkutan umum massal yg kini beroperasi di Jakarta. smoga ke depan bisa lebih efisien. salam

  8. 23 Mei 2011 21:49

    tak bisa berkata2 lagi… angkutan umum idaman adalah yg nyaman dan yg paling penting adalah aman… aman dari copet, preman, perampok dan tindak kriminal lainnya… tapi kapan ya??? pemerintah saat ini kan lagi sibuk menutupi segala keburukannya (takut ketahuan kalo banyak korupsinya)

  9. topa jatim permalink
    23 Mei 2011 22:08

    bener pak edo….,pemerintah harus dengan Segera menyediakan alat transportasi massal yg aman & terjangkau…..atau bisa mencontohi negara lain yg udah pengalaman menangani kemacetan traffic Lalin. Misal:Japan, Turki, Hongkong….

  10. 24 Mei 2011 08:02

    klo dalam kota.
    selama pelayanan angkutan kota buruk panas ga manusiawi sya mals naik angkot( kecuali terpaksa)
    selama naik angkot biaya yang dikeluarkan untuk 1 x perjalanan bisa dipake 3 hari perjalanan (klo pake motor sendiri) saya pikir2 dulu untuk naik angkot…
    kalo waktu yang ditempuh untuk normal seharusnya 40 menit tapi dengan angkot bisa 2-3 jam.mals naik angkot.
    coba angkutan minimal kayak busway dan bis ac.kan nyaman.tapi pikirkan juga kemana tuh nasih supir angkot dan bis kota yang ga layak untuk dinaiki

  11. ash permalink
    24 Mei 2011 10:23

    mas edo menurut surevy yg dilakukan terhadap 250 koresponden dijakarta.responden adalah pengguna transportasi publik atau pernah mengunakan transportasi publik selama sebulan ini, pengambilan responden diambil secara acak ( insidentil ) di beberapa pusat jakarta,

    jenis moda transportasi yang paling sering digunakan
    – motor : 34,4%
    – kopaja: 8,8%
    – mobil pribadi: 17,6%
    – Trans jakarta : 7,6%
    – Krl/diesel : 9.6%
    – Angkot/mikrolet : 11, 2%
    – bis ac: 8,4%
    – lainnya : 4%

    sumber media cinta jakarta ( free newspapper)…..dibagi2in pagi hari disekitaran sudirman dan monas pada hari minggu tanggal 20 mei 2011

  12. ash permalink
    24 Mei 2011 10:24

    perlu dibahas juga mas edo, kemungkina grid lock…pada jakarta tahun 2 yg akan datang….

    • ash permalink
      24 Mei 2011 10:32

      maksudnya 3 tahun yg akan datang…yakni 2014….

      • 24 Mei 2011 11:17

        Trims infonya bro. Jakarta memang dahsyat. Lalu lintas jalannya super dinamis. Ironisnya, transportasi massal umumnya belum mampu mengakomodasi pergerakan warga. Buntutnya, mayoritas memilih motor yg notabene berisiko lebih tinggi dibandingkan roda empat. Salam

  13. ash permalink
    24 Mei 2011 10:29

    ada lagi beritanya:…
    data resmi polda Metro jaya melansir kendaraan di jakrta bertambah 1000 unit tiap hari terdiri dari 240 mobil dan 890 motor ( fantastis!) diakhir tahun 2011 diperkirakan 12 juta unit kendaraan melintas di jkt. jika dalam keadaan diam R2 butuh ruang 2 m2 dan R4 8 m2 maka akan dibutuhkan ruang sebanyak 41.4 juta m2 jumlah itu sama dengan ruas jalan dijakarta skrg, kalo semua kendaraan dan akan terus bertambah kemungkinan tahun yg akan datang terjadi Grid lock….macet total…..

    (just share)

  14. ash permalink
    24 Mei 2011 10:30

    gak tanggung2 macet menyebabkan kerugian mencapai 40 triliun rupiah!

  15. ash permalink
    24 Mei 2011 10:31

    tinggal menunggu waktu aja kalo gak ada kerjasama yg sinergi antara pemerintah, masyarakat dan atpm….gak perlu saling menyalahkan….

  16. robotic_munky permalink
    24 Mei 2011 12:23

    hidup pemerintah, hidup pak fauzi bowo, serahkan pada ahlinya . . .
    cabut kumisnya . . .

  17. 24 Mei 2011 12:59

    mbuh lah… pusing jg ngikutin perkembangan pemerintah skrg…

    http://otobizz.blogspot.com/2011/05/video-highlight-f1-spanish-gp-podium.html

  18. redlight permalink
    24 Mei 2011 13:35

    jgnkan ngurusin transportasi masal, bikin jalan yg bener aja gak mampu. katanya jln ibukota, tapi kualitasnya payah, banyak lubang, tambalan, galian.

    yg penting gajinya naik lagi tahun 2012… cuma itu pikiran pejabat + pns yg berwenang

  19. wong ndeso permalink
    24 Mei 2011 19:04

    yang di jalan bukan tol makin sesak, metromini, mobil, angkot, mayasari, kopaja…
    tambah lagi trailer 20 roda…
    makin banyak pemotor yang jadi korban trailer ato kontainer…

  20. 24 Mei 2011 22:13

    Pemerintah pro buat kendaraan pribadi dibandingkan dengan pembuatan angkutan masal…

    http://blognyamitra.wordpress.com/2011/05/23/tiang2-ini-nasibnya-makin-tak-jelas/

  21. goyobod permalink
    25 Mei 2011 08:37

    Ijin posting di wall saya ya, om edo…tengkyu

  22. goyobod permalink
    25 Mei 2011 08:38

    Mungkin insentif dari ATPM menggiurkan, om, hehe…

  23. 18 Juni 2011 19:56

    yang peduli transportasi umum harus ada di garda depan KEMENHUB!!!!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: