Lanjut ke konten

Iklan Koperasi Kok Abaikan Road Safety

9 Mei 2011

Iklan koperasi di tv. (edo)

Ada yang mengganjal pikiran saya saat melihat iklan tentang koperasi di siaran televisi. Adegan seorang anggota koperasi yang mengendarai sepeda motor, tapi ironisnya, mengabaikan keselamatan jalan (road safety).
Dalam iklan yang ditayangkan, Sabtu (7/5/2011), pukul 23.25 WIB di Global TV itu, mengisahkan mang Ujang, sosok yang dilukiskan makin sejahtera setelah masuk koperasi. Mang Ujang menjadi anggota koperasi sayur mayur yang memasarkan produknya ke berbagai super market. Hal itu digambarkan lewat adegan pengepakan sayur mayur secara lebih higienis dan tetap segar. Hal itu dipertegas oleh pemeran wanita bule yang sedang membeli sayuran di super market seraya berkata bahwa sayuran itu segar.
Nah, mang Ujang divisualkan mengendarai motor menuju kantor koperasi.  Ironisnya, dia naik motor tidak memakai helm dan tanpa jaket. Bahkan, kalau tidak salah lihat, motornya tanpa kaca spion.


Kita mahfum, pesan yang ingin disampaikan sebuah iklan bisa ditafsirkan bercabang. Apalagi jika ditayangkan televisi. Maklum, para pemirsa televisi beragam latar belakangnya. Mungkin saja pesan bahwa menjadi anggota koperasi bakal lebih sejahtera bisa diterima. Termasuk, jangan-jangan, ‘pesan’ naik motor tanpa helm dan kaca spion menjadi lumrah.
Padahal, disisi lain kita tahu bahwa Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mewajibkan pemakaian helm dan kelengkapan bermotor, termasuk kaca spion.
Aturan itu bukan tanpa alasan. Helm sebagai pelindung kepala pemotor, mengurangi risiko jika terjadi insiden kecelakaan. Maklum, luka di kepala merupakan pemicu utama kematian bagi pemotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas jalan. Sedangkan kaca spion, berfaedah untuk melihat obyek lain di belakang pemotor. Manfaat utama untuk memastikan tak ada kendaraan lain dari arah belakang saat hendak berbelok atau berubah arah. Untuk yang ini, bermanfaat untuk mengurangi potensi kecelakaan ketika berkendara.


Oh ya, UU No 22/2009 tentang LLAJ juga menyiapkan sanksi bagi pelanggaran aturan tersebut yakni denda maksimal Rp 250 ribu atau pidana kurungan badan maksimal satu bulan.
Saya menulis ini karena tak ingin niat luhur iklan soal manfaat koperasi ‘ditumpangi’ pesan yang keliru. Anggap saja tulisan ini masukan untuk sang pembuat iklan dan stasiun tv yang menyiarkannya. Apalagi, presenter wanita dalam iklan itu bilang, silakan jika ingin memberikan masukan untuk kemajuan perkoperasian kita. (edo rusyanto)

15 Komentar leave one →
  1. 9 Mei 2011 09:41

    Bagus blognya sob.
    Postingannya juga bermanfaat.
    Terus berkarya ya, berbagi itu Indah 🙂

    Ditunggu kunjungan baliknya ya sob, jangan lupa tinggalin jejak di postingan

    saya ya. 🙂

  2. 9 Mei 2011 09:55

    nitip artikel…ini karyawan AHM juga gak belajar road safety eyang..

    http://bennythegreat.wordpress.com/2011/05/09/karyawan-ahm-tidak-menghargai-road-safety/

  3. rahmatt permalink
    9 Mei 2011 10:40

    kesan yang sama saya tangkap ketika pertama kali melihat iklan tersebut

    memperlihatkan cara berkendara yang nggak bener
    yang tambah bikin nggak seneng, (kalau nggak salah lihat) motor yang dipakai sama dengan motor saya 😦

  4. satrio permalink
    9 Mei 2011 11:37

    iya dari awal ane juga ngerasa aneh ngeliatnya…… sambil nyanyi2 n bangga tanpa pake hlm bawa barang duuuuuuuuugh kok gituch yaaaaa

  5. 9 Mei 2011 14:10

    #sigh wah pak edo jujur aja itu realita di daerah pinggiran kota pak, di daerah saya kalau memakai helm ketika bermotor malah dibilang pamer helm… mungkin edukasi tentang Road Safety masih kurang…
    regards.

  6. biker 46 permalink
    9 Mei 2011 14:54

    mungkin juga dari iklan ini menceritakan tentang koperasi bukan safety riding .

  7. koboikudabesibekas permalink
    9 Mei 2011 16:33

    mungkin biar kelihatan mang ujang lagi nyengir, kan udah sejahtera…..

  8. 9 Mei 2011 21:04

    ya begitulah tukang iklan

  9. 10 Mei 2011 18:39

    Benar banget eyang ,waktu pertama lihat langsung kepikiran semoga blog eyang Edo membahas iklan gak safety ini ..

  10. tiyo 2010 permalink
    11 Mei 2011 05:34

    waduh…..dari kemarin pas liat itu iklan jadi pikiran, kok pihak pembuat iklan bisa segitunya ya, menyampaikan pesan positif tapi menggunakan cara yang tidak safety, harusnya mang Ujang itu pake safety gear at least helm half face, so pesan tentang koperasi dapat, pesan safety riding juga,

  11. ghozi anshor permalink
    17 Juni 2013 12:18

    saya jg bingung dg iklan koperasi terbaru dg karakter dua orang kribo naik mobil butut, dan tdk peka situasi dan lokasi.
    sama sekali tak menarik minat saya utk menjadi seperti mereka

Trackbacks

  1. Tidak Cuma Sinetron dan Iklan, Video Clip Musik Juga Alergi Helm « Learning To Live
  2. Tidak Cuma Sinetron dan Iklan, Video Clip Musik Juga Alergi Helm | IM Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: