Lanjut ke konten

Bro Tino

16 April 2011
tags:

Bro Tino. (foto:edo)

Pria muda itu akrab disapa Tino. Saya mengenal pria bernama lengkap Tino Octaviano itu, sudah sekitar sepuluh tahun. Maklum, kolega satu kantor.
Bicaranya ceplas ceplos. Termasuk soal urusan keselamatan jalan.
simak saja saat suatu malam, kami pernah beriringan pulang dari kantor. Mengaspal di Jakarta malam hari masih dipadati pemotor. Tepat di lampu merah Kalibata, warna lampu menyala merah. Bro Tino berhenti persis di belakang garis putih.
“Nah, begitu dong,” ujar saya, yang kemudian menghentikan sepeda motor sejajar dengan Yamaha Vixion merah bro Tino.
“Soalnya, gue beriringan ama penggiat road safety sih,” sergahnya.

Safety Gear
“Hari Rabu siang gue jatuh di Jalan Raya Bogor,” ujar bro Tino, Kamis (14/4/2011) malam, jelang saya pulang kerja.
Dia pun mengisahkan kronologisnya.
Siang itu, selepas lampu merah Bulak Rantai, Kramat Jati, Jakarta Timur, para pemotor di baris depan menarik tuas gas dalam-dalam. Jalan di depan lengang. Tiba-tiba, jelasnya, dua pemotor saling bertabrakan. “Motor yang pertama dari arah kanan mau ke kiri, sebaliknya yang di posisi kiri mau ke kanan, jadi deh tabrakan,” urai bro Tino.

Lokasi kecelakaan bro Tino. (edo)

Kedua pemotor yang bertabrakan itu, rupanya hendak menghindar pejalan kaki yang ragu-ragu hendak menyeberang jalan. Belakangan ketahuan penyeberang jalan itu adalah tuna wisma yang diduga menderita gangguan jiwa. “Kelihatannya dia mau menyeberang dengan mencari celah pagar besi yang membatasi jalan, ketika celah itu gak ketemu, dia balik lagi kearah semula waktu nyebrang,” jelasnya.

(foto:edo) 

Ironisnya, bro Tino yang mengaku panik melihat tabrakan yang terjadi di depannya, mencoba semaksimal mungkin mengerem. “Gue langsung tarik rem depan, eh…malah jatuh mencium aspal, motor ke kanan, gue ke kiri,” cerita dia.

Buntutnya, celana panjang bagian kiri robek dan luka menembus kulit. Luka lain tidak ada. ”Gue baru aja beli sarung tangan yang ada pelindung dibagian ruas jarinya. Karena itu, tangan gak ada yang luka, mungkin kalau pakai pelindung lutut, kaki gue juga gak luka,” ujar bro Tino yang lantaran kecelakaan itu terpaksa tidak bisa masuk kerja.

Motor Bro Tino. (edo)

Saat itu, kata dia, setang Yamaha Vixion-nya bengkok. Alat pindah gigi bengkok, speedo meter rusak dan lecet-lecet. ”Pokoknya bagian depan jadi miring deh,” kata dia.

Bro Tino berulangkali menuturkan bahwa jika dia memakai pelindung lutut, mungkin menderita tidak perlu menderita luka dikaki. Walau, bahu tangan kiri terasa ngilu karena terkilir. ”Terpaksa, gue urut ke tukang pijat tradisional,” ujar pria kelahiran Bandung itu. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. 16 April 2011 06:41

    Tino ini siapanya rio octaviano?

  2. 16 April 2011 07:56

    pesen aja ke Bro Adets 7gears bro Tino 🙂 Salam
    aku juga ga pakai Mbah, kemaren pakai punya sepeda, di taruh di atas motor malah kabur tahu kemana.

    • 16 April 2011 08:10

      Pasti yg ngambil lebih butuh. Ikhlasin aja, smoga bermanfaat buat yg ngambil. Salam

  3. 16 April 2011 11:48

    turut prihatin, semoga lekas sembuh 🙂
    nitip celotehan mahasiswa ya om
    http://jojoy225.wordpress.com/2011/04/16/siapa-yang-arogan/

  4. 17 April 2011 10:18

    owe punya safety gear ga kepake.. ada yg mau bayarin ? 😳

  5. 18 April 2011 10:04

    waduh gak make…….tpi dah jrg ngebut sich…mudah2an gak da yg nyenggol dah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: