Lanjut ke konten

Tepat, Bidik Segmen Skutik 110cc

2 April 2011

Honda Beat CW. (dok ahm)

 

BISNIS sepeda motor skutik memang legit. Tren konsumen ke depan memilih motor yang lebih praktis dengan tampilan tetap gaya. Motor skutik sudah mulai menggeser dominasi motor bebek pada Januari-Februari 2011. Pangsa pasar motor skutik sudah menguasai 48,98%, sedangkan motor bebek 42,76%. Sisanya, motor sport yakni 8,26%.

Para anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) yang kini merajai bisnis sepeda motor di Indonesia, menyodori konsumen pilihan motor skutik kelas 110cc, kelas 115cc, dan 125cc. Kini, segmen motor skutik paling gurih ternyata ada di kelas motor bermesin 110cc. Periode Januari-Februari 2011, kelas 110cc menguasai 52,41%, kelas 115cc sekitar 40,43%, dan sisanya kelas 125cc sekitar 7,16%.

Kenapa bisa begitu? Ada dua jawaban umum. Pertama, soal harga. Di kelas 110cc, kisaran harga Rp 12,5-14,8 juta per unit. Lalu, kelas 115cc di kisaran Rp 12,55–13,56 juta per unit. Sedangkan kelas 125cc rentang harganya mulai dari Rp 12,5 juta hingga Rp 32 juta per unit. Kedua, soal tampilan fisik motor dan fitur-fitur motor. Soal yang kedua ini memang relatif. Minat atau selera konsumen bersifat subyektif.

Yamaha Mio CW. (dok ymki)

 

Nah di luar kedua hal umum tadi, kita juga tidak bisa memungkiri pencitraan terhadap suatu produk memicu calon konsumen untuk memilih motor mana yang akan dibeli. Pencitraan dibentuk salah satunya lewat iklan, entah di media cetak, media luar ruang, atau televisi. Citra yang dibangun atas sebuah produk saat ini mencakup seputar irit, lincah, dan cepat.

Faktor lain adalah akses pembiayaan alias fasilitas kredit, akses ke produk alias jaringan pemasaran, dan akses perawatan serta sukucadang.

Kelas 110cc

Saat ini, ada empat varian motor skutik kelas 110cc yang seluruhnya dibesut oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Sedangkan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) bermain di kelas 115cc dan 125cc. Uniknya, Suzuki yang dibesut PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selama ini belum melirik kelas 110cc dan 115cc. Tiga produk yang dibesut SIS berkutat di kelas 125cc.

Motor skutik kelas 110cc yang menguasai 52,41% pasar domestik pada Januari-Februari 2011, ternyata ototnya ada Honda Beat yang menguasai sekitar 24,18%. AHM memasang dua varian untuk Beat yakni tipe jari-jari (spoke) dan tipe pelek racing (cast wheel/CW). Produk AHM lainnya, yakni Honda Vario Techno menguasai 15,01%. Skutik retro modern milik AHM, yakni Scoopy yang diluncurkan pada 2010 juga melejit dengan pangsa pasar sekitar 6,76%. Sedangkan Vario CW menguasai sekitar 6,46%. (lihat tabel)

Sementara itu, YMKI yang bermain sendirian di kelas 115cc memiliki dua varian yakni Mio dan Mio Soul. Mio dibanderol Rp 12,55 juta per unit, sedangkan Mio Soul Rp 13,56 juta per unit.

Karena itu, tak aneh jika kemudian SIS dikabarkan bakal membidik segmen 110cc lewat produk Suzuki Nex. Motor yang sudah dirilis di Jepang dengan mesin 125cc itu, tampaknya disiapkan SIS untuk melengkapi jajaran skutiknya yang selama ini dibalut mesin 125cc.

Suzuki Nex, berdasarkan informasi yang saya kumpulkan, memang baru masuk dikisaran semester kedua 2011. Bagi saya, itu adalah langkah tepat. Mengingat, konsumen selama ini masih berkutat di segmen 110cc. (lihat tabel)

Tengok saja data Januari-Februari 2011, dari total volume penjualan sekitar 1,2 juta unit, sebanyak 43,83% adalah kelas 110cc. Pada periode itu, kelas 110cc selain diisi oleh motor skutik, juga ada motor bebek. Perbandingannya, motor skutik 58,75% dan motor bebek sekitar 41,25%. (edo rusyanto)

16 Komentar leave one →
  1. extraordinaryperson permalink
    2 April 2011 10:10

    biasa dipakai abg abg smp sruntulan 😆

  2. 2 April 2011 11:57

    keduaxxxx…..
    beat menjadi pilihan….. khususnya bagi yang berbody kecil, malahan di bali sekarang menjadi tren…. malahan oran2 jual FU untuk beli beat….

    • 2 April 2011 14:15

      worthed Bli

    • Pino Kio permalink
      2 April 2011 15:51

      ckckckkkk…
      manteb banget skutik honda sekarang.
      lihat skutik2 honda terus lihart skutik2 yamaha ampuuuu….nnn deh jadi kelihatan culun banget.
      pantesan aja semakin kesini skutik2 yamaha semakin gak laku…

    • robotic_munky permalink
      4 April 2011 10:55

      beberapa tahun yang lalu saya ke bali, jalanan isinya matic semua, anehnya 1 dari 3 motor yang saya liat adalah Kymco easy 100 (yang kebetulan dirumah juga ada)

  3. 2 April 2011 12:06

    Wah mantap Bro Edo penjelasannya. Detail bangets…

  4. 2 April 2011 13:02

    kenapa ada varian vario cbs, beat SP, dan mio sporty yang tidak masuk di list di atas? masuk ke mana dikasih keterangan dong! kan harganya beda juga tuh!

    http://kangmase.wordpress.com/2011/04/01/beli-motor-leasing-atau-pinjem-uang-ke-bank/

    • 2 April 2011 13:04

      makasih inputnya bro, tabel di atas fokus pada kapasitas mesinnya. btw, trims banget atensinya, salam.

  5. thole permalink
    2 April 2011 14:11

    liat motor yang warna biru, truz ngliat motor yang warna ijo.. ya ampuunn.. yang warna biru culun sekali bentuknya.. wkakakakakak :mrgreen::

  6. 2 April 2011 15:10

    wah…jd semakin variatif aja neh segment matic, konsumen jd makin banyak pilihan. tinggal disesuaikan dgn budget n keinginannya.

  7. 2 April 2011 15:26

    Ntar nambah saingan dari suzuki
    *katanya

    http://aiiefz.wordpress.com/2011/04/02/soto-sewu/

  8. Pino Kio permalink
    2 April 2011 15:50

    ckckckkkk…
    manteb banget skutik honda sekarang.
    lihat skutik2 honda terus lihart skutik2 yamaha ampuuuu….nnn deh jadi kelihatan culun banget.
    pantesan aja semakin kesini skutik2 yamaha semakin gak laku.

  9. ngawur permalink
    2 April 2011 16:08

    Denger2 dari temen ane saat ini skutik dari Y udah susah buat dealer2 jualin-nya, sampai2 stocknya numpuk hingga ada yg terlilit masalah keuangan..

  10. softech_niQ permalink
    2 April 2011 18:28

    semoga tvs qube nanti mengaplikasikan mesin 125cc dgn hrg 110cc…biar dpt “value lbh” drpd produk jepun.

  11. www.prasetyojanjang.com permalink
    5 April 2011 09:37

    Matik yamaha makin deketan aja dengan Honda, apa mungkin konsumen udah mulai beralih lebih mementingkan fungsi dan keamanan.

    • sukono permalink
      17 September 2011 19:49

      ya iyalah kemanan nomor 1, kedua performa, ketiga penampilan, keempat irit dan terakhir tidak jaduuuull iwul-iwul gitu…………..kok repot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: