Lanjut ke konten

Kopdarling RSA Kedatangan Polisi

26 Maret 2011

AKBP Yakub mencatat pertanyaan peserta kopdarling. (foto:edo)

 

 

SUASANA kopi darat keliling (kopdarling) Road Safety Association (RSA) Indonesia berbeda seperti biasanya. Kali ini, Jumat (25/3/2011) malam di basecamp Honda Beat Club (HBC), Jl Sahardjo, Jakarta Selatan, RSA didatangi polisi dari Polda Metro Jaya (PMJ).

Bukan sembarang polisi yang datang malam itu. Dia perwira menengah (pamen) PMJ yang bertanggung jawab atas penegakan hukum lalu lintas jalan di wilayah PMJ. Ya. Sosok tersebut adalah Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yakub Dedy Karyawan. Perwira yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) PMJ.

Kehadiran Pamen tersebut memang sengaja diundang oleh pengurus RSA. Ketika saya menelepon AKBP Yakub dan kemudian menyambangi ke kantornya sebelum kopdarling, ajakan tersebut kami lontarkan. Kehadiran di ajang kopdarling untuk berbagi mengenai apa saja langkah PMJ dalam penegakan hukum di jalan. Tentu saja, sekaligus mendengarkan suara para pemotor yang tergabung di dalam komunitas atau klub yang hadir dalam kopdarling.

Tak kurang dari 50 bikers anggota kelompok motor hadir dalam kopdarling malam itu. Mereka berasal dari berbagai kelompok seperti Honda Beat Club (HBC), Karisma Honda Cyber Community (KHCC), Prides, Voyager, Thunder Owner Group, Yamaha Jupiter Owner Community (YJOC), Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI) Depok, dan Honda Vario Club (HVC). Selain itu, hadir juga para blogger yang concern terhadap masalah keselamatan jalan.

Para peserta kopdarling. (foto:edo)

Lazimnya kopdarling RSA, para peserta duduk lesehan ditemani temaramnya lampu penerangan jalan atau lampu taman. Kali ini, mengingat pertemuan di pelataran parkir salah satu dealer sepeda motor yang berada persis di sisi jalan, praktis kopdarling ditemani beragam suara mesin sepeda motor dan mobil.

 

40% Apatis

AKBP Yakub mengakui, penegakan hukum lalu lintas jalan di Jakarta menemui sejumlah hambatan. “Di antaranya adalah perilaku masyarakat dan perilaku petugasnya sendiri. Berdasarkan penelitian, sekitar 40% apatis terhadap pelanggaran aturan lalu lintas,” tegas dia.

Saat ini, polisi lalu lintas (polantas) di Jakarta ada sekitar empat ribuan petugas.

Bro Sasya saat bertanya. (foto:edo)

 

Tak heran jika kemudian jumlah pelanggaran aturan lalu lintas jalan di Jakarta jumlahnya amat banyak. “Jumlahnya tak terhingga,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Jalan Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa, saat berbincang dengan saya beberapa waktu lalu menyebutkan, jumlah pelanggaran yang ditilang pihaknya tiap tahun bisa mencapai sekitar 800 ribu kasus.

Kehadiran AKBP Yakub membuat suasana kopdarling menjadi amat berbeda. Antusias peserta kopdarling terlihat dari belasan pertanyaan yang dilontarkan. Mulai dari soal surat tilang, sirene strobo, hingga masalah lampu bercahaya terang.

Dalam rentang waktu sekitar satu jam, diskusi informal sambil duduk lesehan mengalir dengan santai. Sekalipun materinya cukup berat. Misalnya saja, “Bagaimana menghadai petugas yang justeru melanggar aturan lalu lintas?” sergah bro Sasya dari YJOC.

AKBP Yakub yang malam itu hadir memakai kemeja batik warna coklat menuturkan. Pihaknya berupaya sekuat tenaga menegakkan hukum, sekalipun para pelanggarnya adalah para petugas itu sendiri. Selain itu, katanya, butuh juga dukungan dari masyarakat. “Para bikers yang hadir malam ini bisa membantu tugas polisi, laporkan kepada saya jika menemui pelanggaran di jalan,” tegasnya. Dia pun tak sungkan memberikan nomor ponselnya kepada para peserta yang hadir. Sontak, hampir seluruh yang ada saat itu mencatat nomor ponsel AKBP Yakub.

Bro Eko, sekjen RSA saat membuka kopdarling. (foto:edo)

 

Walau interaksi hanya berlangsung sekitar satu jam, mengingat waktu sudah mendekati pukul 23.00 WIB, terasa bahwa kopdarling RSA kali ini bernuansa berbeda. Para peserta bisa berinteraksi langsung dengan penegak hukum. Tidak tanggung-tanggung, bisa menyampaikan keluhan langsung kepada perwira yang memang bertanggung jawab terhadap masalah penegakan hukum, yakni AKBP Yakub.

“Oh ya pak, saya mau menyampaikan informasi soal aksi pengguna jalan yang tiap hari melawan arus di kawasan tembus Cibubur di sekitar Cikeas, Bogor,” tutur bro Arif, dari Thunder Owner Group.

Masukan, pertanyaan, dan kritik diserap oleh AKBP Yakub. “Masukan dan informasi ini akan saya teruskan dan follow up,” sergahnya, sebelum akhirnya pamitan untuk istirahat di rumah.

Sekitar pukul 23.40 WIB, para peserta kopdarling kali ini mulai membubarkan diri. Selamat bertemu di kopdarling selanjutnya. (edo rusyanto)

5 Komentar leave one →
  1. 26 Maret 2011 14:45

    lanjut terus mbah.

  2. 26 Maret 2011 17:05

    mas, bro.
    Kalau bisa lebih awal mulainya 🙂
    Paling telat jam 8 mulai 🙂

    • 26 Maret 2011 17:10

      kemarin menunggu tuan rumahnya yg ada agenda meeting terlebih dahulu. terpaksa kita menanti tuan rumah selesai rapat internal mereka. btw, trims atensi dan kehadirannya yah. salam

  3. 27 Maret 2011 10:22

    sip dah lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: