Lanjut ke konten

Sabar Dikit di Perlintasan Kereta Api

22 Maret 2011

Sabar menanti kereta api melintas. (foto:edo)

 

BEBERAPA waktu lalu, saya sempat dikagetkan oleh aksi menerobos pintu perlintasan kereta api (KA). Pemotor yang menerabas lintasan KA barangkali berpikir masih bisa melintas sebelum kereta tiba. Memang, sang pemotor tersebut sukses melintas. Tentunya, untuk saat itu.

Kerap kali kita juga membaca di media massa soal korban kecelakaan yang tertabrak KA di perlintasan. Salah satu pemicunya, menerobos pintu perlintasan. Kenapa sulit menahan diri untuk tidak menerobos?

Setiap hari, ketika berangkat kerja saya harus melewati pintu perlintasan KA. Tak jarang, melihat aksi pemotor dan pejalan kaki yang melibas pintu tersebut. Di benak saya kadang ingin berteriak ke mereka, ”Sabar mas, sabar om, bahaya menerobos perlintasan.”

Tapi apa daya. Paling banter cuma geleng-geleng kepala. Sampai akhirnya, ya menulis artikel ini.

Risiko menerobos pintu perlintasan KA tak sebanding dengan hasil yang dicapai. Risiko disambar KA kita semua sudah tahu akibatnya. Tak sedikit berita yang menyebutkan korban jiwa akibat tersambar KA. Nah, dari sisi aturan, kita bisa merujuk pada Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Di pasal 114 UU tersebut disebutkan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi kendaraan wajib: a. berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain.

Bagi pelanggar aturan pintu perlintasan KA, seperti tertuang dalam pasal 296, bisa diganjar penjara paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp 750 ribu.

Barangkali urusan sanksi tersebut bisa dianggap remeh. Resep jitu untuk mengerem potensi kecelakaan di perlintasan hanya satu, sabar. Ingat keselamatan adalah segalanya. Masih ada keluarga tercinta yang menanti kita pulang dengan selamat di rumah. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. 22 Maret 2011 10:06

    dipenjara mending Mbah, lha kalo ga sempet dipenjara dunia, langsung penjara bawah tanah alias koit… pemotor memang banyak yg nekad saya akui itu. Saya pernah sudah mempersilahkan mobil untuk lewat duluan diperempatan, ternyata motor dibelakang malah nyerobot potong jalur dan marah marah sama sopir mobil, saya hanya menggumam, wong saya yg duluan aja berhenti, lhaini yg belakangan malah nyerobot.. gendeng tenan..

    • 22 Maret 2011 10:08

      Smoga ke depan dia menyadari pentingnya kesabaran dalam berkendara di jalan. Amin

  2. sabdho guparman permalink
    22 Maret 2011 11:01

    bener eyang. . .
    aku sering banget nemuin biker yang nekat nyeberang pintu lintasan KA yang sudah ketutup.

    dulu sempet dipasang semacam announcer bahaya melintas di pintu KA yang sudah tertutup, dan gak tahu kenapa sekarang sudah gak ada lagi , padahal itu sedikit banyak memberikan pendidikan pada para biker yang kurang care keselamatan diri sendiri .

    keep brotherhood,

    salam,

  3. Awakku_1927 permalink
    22 Maret 2011 11:31

    Jiaaaa… jadi inget pas SMP dulu di akhir taun 80-an.
    nerobos palang pintu KA (pakai sepeda mini) di jalan Ngaglik, surabaya…lha ternyata keretanya gak lebih dari 20 meter.
    whussssss anginnya terasa banget di belakang saya…
    sejak itu kapok !!
    ampun DJ……..

  4. sekopati permalink
    22 Maret 2011 11:58

    jangan lupa bunyikan klakson guna memecah medan magnet di sekitar rel kereta. medan magnet tersebut bisa mempengaruhi sistem kelistrikan motor maupun mobil sehingga bisa berhenti mendadak.

  5. beopat permalink
    22 Maret 2011 12:52

    kulonuwun,
    artikel kompakan karo mbek yayuknyentul mbah.
    zwingggggh,,….. minggirduluistirahat

    • 22 Maret 2011 19:56

      ya, kebetulan yg betul nih, hehehehe…komik yayuk sentulnya lebih keren euy…

  6. beopat permalink
    22 Maret 2011 13:20

    kulonuwun,
    tolong dicatat: komenku nunggu moderasi
    (tulisan neng monitor sing ra iso disetip)
    zwinggggggghhhhh,,,,. mulihdhisik

  7. 23 Maret 2011 11:06

    ini pak saya tambahkan review bonus…

    1. tidak adanya kesadaran untuk bersabar.
    2. tidak di lampu merah ataupun perlintasan kereta api. semuanya melewati batas dan garis.
    3. saat macet atau menunggu kalau perlu jalur yang berlawanan arah digunakan juga.
    4. jalur kereta malah dipakai untuk mutar arah.
    5. saat seperti ini malah tidak ada polisi.
    6. (maaf pak polisi tugas anda bukan seperti juru parkir yang -bisanya- meminta uang saja. tolong juga dijaga masalah ketertiban ini)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: