Lanjut ke konten

Uniknya Lampu Merah Pancoran dan Pasar Rebo

16 Maret 2011

Ilustrasi. (foto:edo)

 

 

LAMPU merah adalah sebutan popular untuk traffict light. Lampu pengatur lalu lintas jalan menjadi penting agar suasana lalu lintas menjadi aman, nyaman, dan selamat. Kita semua tahu itu.

Namun, ada hal unik di dua lampu merah yang sehari-hari saya lintasi. Seperti pada Senin (14/3/2011) malam, saat saya melintas di lampu merah Pancoran, Jakarta Selatan mengarah ke Pasar Minggu dan di perempatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Uniknya begini. Di Pancoran, ketika pengguna jalan mengarah ke Pasar Minggu sedang menunggu lampu berwarna hijau, lampu pengatur kendaraan dari arah Cawang menuju Kuningan, justeru sudah menyala merah lebih awal. Praktis kedunya berwarna merah. Semestinya, lampu pengatur yang menuju ke arah Pasar Minggu langsung berwarna hijau.

Para pengguna jalan menuju Pasar Minggu pun berinisiatif sendiri. Bergegas melibas lampu merah. Jeda pergantian warna merah ke hijau untuk yang menuju Pasar Minggu ternyata cukup lumayan, ada sekitar 5-10 detik. Praktis, ketika saya berhenti di situ menerima bombardir suara klakson. Suara lengkingan klakson itu seakan berteriak, ”Woi! Jalan, tokh lampu pengatur dari arah lain sudah merah tuh!”

Hemmm….lampu merah yang unik.

 

Nah, keunikan yang kedua, yakni di lampu merah Pasar Rebo lain lagi ceritanya. Bagi pengguna jalan dari arah Jl TB Simatupang yang hendak mengarah ke Kampung Rambutan atau ke arah Cijantung, Jakarta Timur harus berhenti di perempatan lampu merah Pasar Rebo. Keunikan terjadi di sini. Lampu merah yang dilengkapi alat penghitung waktu tersebut ternyata tidak akur.

Ya. Ketidakakuran itu begini. Saat lampu berwarna merah, sang penghitung waktu menunjukkan angka 143 detik, ini yang sempat saya catat, tiba-tiba pada angka 102, lampu berwarna hijau dan memunculkan angka 73. Praktis, kendaraan yang berhenti pun mulai bergerak. Entah yang menuju Kampung Rambutan atau mengarah ke Cijantung.

Lampu merah yang gak kompak.

Setahu saya, penanggungjawab lampu merah dan perangkatnya, seperti penghitung waktu, adalah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Karena itu, semoga jika ada pengunjung blog ini yang dari instansi terkait, mohon disampaikan ke para teknisinya, agar lampu tersebut berfungsi seperti semestinya. Kasihan para pengguna jalan yang kebingungan, khususnya para pengguna jalan yang baru pertamakali melintas di area tersebut. Kalau Anda bagaimana? (edo rusyanto)

15 Komentar leave one →
  1. kong permalink
    16 Maret 2011 06:58

    1st

  2. thole permalink
    16 Maret 2011 08:17

    lumrah seperti itu, tujuannya mengosongkan jalan sebelum kendaraan dari arah lain jalan.. apalagi kl lalu lintas kurang lancar..

    kl traffic light error disini banyak, yang paling aneh biasanya perputaran lampu merah searah jarum jam, ada beberapa tempat yg arahnya berlawanan jarum jam.. bahkan acak.. kl orang baru lewat pasti gatau, pengen nylonong aja..

  3. 16 Maret 2011 08:28

    Yang di Pancoran emang seperti itu pak sejak dulu (udah lama), bagi yang belom pernah lewat pasti akan kebingungan diklaksonin dari belakang…

  4. kangmase permalink
    16 Maret 2011 12:44

    yang di pancoran mang gitu pakdhe!

  5. skydriver permalink
    16 Maret 2011 15:50

    bener bgt pakdhe, sering di klakson dari belakang, kebetulan rumah saya di Cijantung kerja di Pancoran

  6. Rzky permalink
    16 Maret 2011 17:07

    Lmpu mrah d tamini square dr arah Hek mnuju Tmn Mini jg bikin kagok….awalny 3digit (contoh 130) pas htungan mndur brubah jd 2digit tp aneh (contoh 19)…..

  7. 16 Maret 2011 17:49

    waduh, dimana ya petugasnya.. .-“

  8. 16 Maret 2011 20:03

    lha itu yg sering bikin kaget.waktu merah masih 100an detik eh tiba2 hijau.

  9. 17 Maret 2011 07:41

    di menteng deket masjid sunda kelapa juga ga kompak pak 😀

  10. Kakang ali permalink
    17 Maret 2011 08:34

    Kalau bisa dipersulit untuk apa dipermudah 😀

  11. 30 Januari 2012 22:35

    di Surabaya ada juga 1 lampu merah yang seperti itu gan,mungkin menyesuaikan kondisi lalu lintas…..salam kenal gan 🙂

  12. Rashzee permalink
    15 Oktober 2015 15:03

    Yaa lampu merah sperti ini banyak yang erorr mungkin seperti di TL Duren Sawit dekat MCD, angka nya misalnya dari 102..dst 60, tiba2 jadi 80 lagi…(aneh) dan TL di bawah jembatan Sumarecon Bekasi, dari arah Pd Unggu ke arah Tol Barat ketika hijau juga hampir bersamaan hijau yang beralawanan arah. (aneh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: