Lanjut ke konten

Lima Tahun, Santunan Korban Laka Lantas Rp 4,7 Triliun

12 Maret 2011

foto:edo

 

KORBAN kecelakaan lalu lintas (lalin) jalan di Indonesia berhak menerima santunan dari pemerintah. Tentu saja, pemerintah melalui perpanjangan tangannya, yakni PT Jasa Raharja. Lima tahun terakhir, santunan bagi korban kecelakaan yang dikeluarkan badan usaha milik negara (BUMN) tersebut, terus meningkat. Total santunan pada 2006-2010, mencapai sekitar Rp 4,77 triliun.

Jumlah santunan mulai membesar ketika 27 Maret 2008, pemerintah menaikkan besaran santunan dari Rp 10 juta menjadi Rp 25 juta bagi korban yang meninggal dunia. Untuk korban cacat tetap, santunan maksimal yang diberikan naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 25 juta. Lalu, biaya pengobatan atau mengalami luka-luka dari Rp 5 juta menjadi Rp 10 juta, sedangkan biaya penguburan dari Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta.

Sedangkan santunan bagi penumpang angkutan umum udara yang naik hanya biaya penguburan dari Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta. Untuk korban meninggal dunia tetap yakni Rp 50 juta, cacat tetap maksimal Rp 50 juta, dan biaya perawatan atau korban luka-luka maksimal Rp 25 juta.

Karena itu, jumlah santunan dari tahun 2007 ke tahun 2008 langsung melejit sekitar 95% yakni menjadi sekitar Rp 1 triliun. Setelah itu, pada 2009, jumlah santunan naik sekitar 32%. Sedangkan pada 2010, per November, tercatat kenaikan tipis. Per November 2010, jumlah santunan Jasa Raharja sekitar Rp 1,3 triliun, sedangkan sepanjang 2009 sekitar Rp 1,36 triliun. Dengan prediksi manajemen Jasa Raharja bahwa sepanjang 2010 santunan sebesar Rp 1,5 triliun, berarti kenaikan yang terjadi sekitar 10%.

Sementara itu, di sisi lain, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalin pada 2010, menurut data Kepolisian RI, tercatat menurun sekitar 43% yakni menjadi 10.349 jiwa. Angka tersebut merupakan penurunan terbesar, sepanjang tiga tahun terakhir. Pada 2009, sempat terjadi penurunan sekitar 9,5%.

Sedangkan untuk korban luka berat dan luka ringan pada 2010 masing-masing menurun 36,11% dan 47,26%.

Walaupun, dari sisi kasus kecelakaan justeru terjadi peningkatan sekitar 6,7% yakni dari 57,726 kasus menjadi 61.606 kasus. (edo rusyanto)

7 Komentar leave one →
  1. Kodokz jambanz permalink
    12 Maret 2011 12:05

    Pertamax jd sepedax aj yg jd korban

  2. 12 Maret 2011 12:40

    tapi banyak juga orang ga memanfaatkan santunan ini….
    http://dewataspeedblog.wordpress.com/2011/03/12/hot-isues-dealer-minerva-bali-mau-tutup/

  3. Piet-LAnang permalink
    12 Maret 2011 14:42

    waw…….. dwit kabeh kwi, sory pkDE mau sare nih kebanyakan biker gak bsa mabfaatin asuransi ini ap krn sosialisaisnya yg kurang atawa birokrasinya yg berbelit2 (maaf ada oknum minta uang rokok). tlong bikin artikel gnna ngeklaim santunan dr jsrhja ni akde, secara byk biker yg blm paham( termasuk saya he…he….)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: