Lanjut ke konten

Jadi Dosen Tamu di Universitas Binus Kemanggisan

1 Maret 2011

Suasana kuliah umum soal road safety di Universitas Binus, Kemanggisan, Jakarta. (foto:edo)

 

 

KEREN juga istilahnya. Dosen tamu. Selama kurang lebih tiga jam, saya diminta ’mengajar’ soal keselamatan jalan alias road safety. Saya diajak bro Rio Octaviano, ketua umum Road Safety Association (RSA) dan bro Ciput dari Forum Komunikasi Klub dan Komunitas Otomotif (FK3O).

Usai memarkir Vixy merah, Senin (28/2/2011) siang, bergegas menyantap mie atjeh di depan kampus Binus Kemanggisan, Jl Syahdan, Jakarta Barat. Bro Rio sudah duluan. Asyik, lahap juga, maklum memang jadwalnya makan siang. Jarum jam sudah menunjukkan angka 13.00 WIB.

Pak Julianto, dosen Binus mengantarkan kami ke lantai dua, kampus pertama Universitas Binus tersebut. ”Ada sekitar 200-an mahasiswa dari lima kelas yang menghadiri kuliah kali ini,” papar Julianto. Menurut dia, peserta kuliah adalah mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Binus semester enam.

Para mahasiswa mulai berdatangan. Mereka lesehan. Sebagian duduk di kursi yang ditumpuk di bagian belakang ruang kuliah. Bro Ciput membuka dengan paparan kenapa kami hadir siang itu. ”Topik keselamatan jalan merupakan masalah keseharian yang kita hadapi,” papar bro Ciput yang sehari-hari juga menjadi dosen.

 

Minim Belajar

Paparan pertama dibuka bro Rio mengenai bagaimana kecelakaan lalu lintas jalan bisa berimbas kepada ekonomi dan sosial sang korban kecelakaan. Aturan lalu lintas jalan amat vital untuk keselamatan para pengguna jalan.

Bro Rio saat paparan. (foto:edo)

 

”Selain itu, masalah perilaku atau budaya berkendara juga penting. Pengguna jalan mesti sudi berbagi ruas jalan,” papar bro Rio.

Terpenting, kata Rio, para pengguna jalan juga harus mau terus meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya mengenai aturan lalu lintas jalan.

Saat memasuki jadwal pemaparan saya, coba menambahkan bro Rio. Fakta-fakta bahwa selama 19 tahun korban kecelakaan lalu lintas jalan mencapai 33 jiwa per hari, terasa membuka mata para mahiswa dan

Bro Ciput, serius dalam paparannya. (foto:edo)

dosen yang hadir siang itu. Di sisi lain, laju pertumbuhan kendaraan selama 10 tahun terakhir juga cukup tinggi. Untuk mobil, per hari bisa mencapai sekitar 1.200 unit, sedangkan sepeda motor mencapai sekitar 12 ribuan unit per hari.

 

Pembatasan Otomotif

Memasuki sessi tanya jawab, banyak pertanyaan mencuat yang di luar perkiraan saya. Termasuk, ”Apakah mungkin ada pembatasan otomotif seperti pembatasan motor sekian unit per tahun?” tanya Gerry, salah seorang mahasiswa.

Sontak saya sebutkan bahwa hal itu terkait banyak aspek. Terutama masalah perekonomian. Industri otomotif mengklaim memberi kontribusi pajak hingga triliunan rupiah per tahun. Belum lagi menyerap tenaga kerja. Saya tegaskan bahwa pemerintah belum berani melakukan pembatasan produksi otomotif karena alasan-alasan ekonomi tersebut.

Evelyn, salah seorang mahasiswi menyodorkan pertanyaan, bagaimana mensiasati berkendara pada dinihari ketika memasuki kawasan lampu merah yang rawan kriminal. Bro Ciput justeru balik bertanya, apa iya di area lampu merah kondisinya cukup sunyi? Tips berkendara saat dinihari agar terhindar dari aspek kriminal, salah satunya adalah dengan melambatkan kendaraan sambil menunggu lampu berwarna hijau. Selanjutnya, tentu bisa melintas dengan kecepatan normal melewati area tersebut.

Foto bareng para dosen Binus, Kemanggisan. (dok edo)

Sementara itu, Alia mempertanyakan bagaimana menghadapi polisi nakal. Maksudnya, mencari-cari kesalahan para pengguna jalan. Sedangkan Sheila mempertanyakan kenapa pak polisi seolah-solah mendiamkan para pengguna jalan dari ormas tertentu yang berkonvoy tanpa helm.

Menurut bro Rio, dalam kasus tersebut memang terlihat ketegasan aparat hukum terasa kurang. ”Karena itu, kita perlu kritisi, kita dorong agar polisi tegas dan konsisten,” tegasnya.

Diskusi mengalir diselingi joke dan penayangan foto-foto yang menunjang pemaparan. Tentu saja, tidak lupa juga kami sodorkan fakta data mengenai kasus kecelakaan lalu lintas jalan.

Sebagai solusi, saya menyodorkan tiga aspek, yakni ketaatan pada aturan lalu lintas jalan. Kemudian terus berbagi ruas sebagai sesama pengguna jalan dan menekankan keselamatan jalan sebagai sebuah kebutuhan. Bukan kewajiban. (edo rusyanto)

20 Komentar leave one →
  1. Osee79 permalink
    1 Maret 2011 09:26

    selamat pak Edo, jadi makin tarkenal nih…

  2. wahyu permalink
    1 Maret 2011 09:28

    pertamax di otobogger mas edo

  3. wahyu permalink
    1 Maret 2011 09:29

    maaf salah maksudnya otoblogger mas edo…. jadi malu, maklum ngejar pertamax mumpung lagi naik

  4. wahyu permalink
    1 Maret 2011 09:31

    setelah membaca, memang seharusnya kalangan kampus lebih dini mengenal dan sekaligus sebagai panutan dalam berkendara. keep safety riding mas edo. Ane dukung kampanye mas ……..

    Salam,

  5. 1 Maret 2011 09:43

    Wan hat

  6. xxl123 permalink
    1 Maret 2011 09:45

    semakin di depan 😀

  7. 1 Maret 2011 09:50

    Mantaf pak… saya kok bikin artikel mirip2..gak nyontek lo pak :mrgreen:

    http://ridertua.wordpress.com/2011/03/01/hukum-rimba-di-jalan-raya/

  8. Aa Ikhwan permalink
    1 Maret 2011 13:56

    Pak Dosen, saya mau ambil mata kuliah Road Safety 😀

  9. LORENGZO permalink
    1 Maret 2011 15:25

    Waduh sayang kang Edo saya sudah lulus angkatan 2005, kalo masih kuliah disana pasti saya hadir dikuliah “pak Dosen”…
    menyangkut topik road saefty menurut kang Edo gmn atitude kendaraan disekitar Binus, hayo jujur?! 😀

    • 1 Maret 2011 15:30

      wahhhh…para pengguna jalan yang saya lihat saat menuju kampus Binus Kemanggisan, bikin geleng2 kepala. ada yg gak pakai helm, ada yg saling serobot, ada yg memotong jalur seenaknya, ada yang…..pokoknya seru deh. tapi, itu tipikal para pengguna jalan di kota-kota besar di negara kita. kurang sabar. hehehehe….

      • LORENGZO permalink
        1 Maret 2011 16:45

        Betul sekali kang, tapi percaya lah sedikit demi sedikit akan tewujud lalulintas yg baik dinegeri ini
        tapi kapan ya kang?,hehehe…

  10. 1 Maret 2011 16:51

    weh udah merambah ke Mahasiswia
    Kapan ke Siswia SMK?
    🙂

  11. 1 Maret 2011 19:39

    Di Kampusku kapan ya Pak..? 😀

    • 1 Maret 2011 19:44

      silakan bro, email aja undangannya, smoga waktunya pas, kita pasti sangat upayakan untuk berbagi dengan teman2 mahasiswa. salam

  12. 2 Maret 2011 07:39

    ck2.. djadi pak goeroe dosen nich ceritanja brow.. moeantheps 😆
    ck2 kampoes binoes oedah banjak peroebahan ternjata teroetama mahasiwi nja 😆 😳

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: