Lanjut ke konten

Hindari Gerobak, Ari Terkilir

26 Februari 2011

Luka bro Ari mulai pulih. (foto:edo)

 

SIANG itu Ari tak menduga. Seusai mencuci sepeda motor di pencucian motor, dia melenggang dengan motor bebeknya. Pencucian sepeda motor itu masih di sekitar kawasan rumahnya.

“Menjelang dekat rumah saya, ada gerobak dorong pedagang keliling. Saya lihat dari jarak jauh gerobak berjalan lurus, saya pun mencoba mendahului,” cerita bro Ari, salah seorang karyawan swasta di salah satu kantor di kawasan Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Tapi, kata bro Ari, tiba-tiba sang gerobak mengubah arah ke kanan dari semula lurus. “Akibatnya, saya banting ke kanan untuk menghindar. Repotnya saya sulit mengendalikan motor dan jatuh tersungkur,” cerita dia.

Setelah dibantu warga sekitar mengangkat motor, bro Ari baru menyadari bahunya terkilir dan kakinya lecet serta memar-memar. “Saya obati ke tukang urut di dekat rumah, walau saya akhirnya gak masuk kerja beberapa hari,” jelas bro Ari.

Ya. Kecelakaan lalu lintas jalan tak mengenal jarak. Bisa terjadi dimana saja, termasuk di sekitar rumah kita. Praktis, para pemotor harus mampu mengantisipasi. Pemakaian helm saat bermotor menjadi sebuah kebutuhan. Bro Ari mengaku, dia tak menduga kecelakaan yang dialaminya hanya berjarak tak jauh dari rumahnya. ”Rumah saya masuk gang di perkampungan, laju motor tak lebih dari 30 kilometer per jam,” ujarnya.

Konsentrasi dan konsentrasi. Mutlak diterapkan saat kita bermotor. Reflek untuk mengantisipasi gerakan tiba-tiba dari pengguna jalan di depan kita harus semaksimal mungkin. Tak ada yang bisa menduga, kapan kecelakaan akan terjadi. (edo rusyanto)

13 Komentar leave one →
  1. rahmats permalink
    26 Februari 2011 14:32

    tetep aja pengendara motor yg disalahkan, mnrtku lbh baik jaga jarak dg yg namanya grobak

  2. 26 Februari 2011 15:19

    keduax ya….

  3. 26 Februari 2011 15:20

    ketiga
    keempat

  4. 26 Februari 2011 15:21

    hmmmm konsentrasi itu penting ya…

  5. uikjoss permalink
    26 Februari 2011 16:55

    yang bawa gerobak kan ndak punya SIM jadi yo seennaknya , wkwkwkw,,,, hati2 aja, gerobak dan becak sama aja…

  6. 26 Februari 2011 17:22

    kalo menurut ane selain konsentrasi perlu juga tindakan preventif yaitu sebelum kita mendahului gerobak atau apapun baiknya kita beri tanda dgn klakson…

    • 26 Februari 2011 17:34

      setuju bro, saat ane tanya tempo hari memang bro ari tidak memberi isyarat suara klakson saat akan mendahului. trims sharingnya yah. salam

  7. 26 Februari 2011 17:57

    satu lagi mbah pengalaman barusan aja berangkat kerja di daerah kawasan industri pulo gadung sebuah mobil jalan pelan tapi di tengah ane mao salip dr kanan ketika motor ane udah masuk kayanya mobil cenderung ke kanan langsung ane klakson langsung tuh sopir kaget langsung banting setir…padahal lampu utama nyala yg katanya kalo nyalain lampu sopir bisa liat dan ane tidak di area blind spot

  8. Aa Ikhwan permalink
    26 Februari 2011 18:17

    Cepet sembuh bro Ari.. , Konsentrasi serta memberi tanda terhadap kendaraan di depan kita akan sangat membantu menghindari kecelakaan.

    http://aaikhwan.wordpress.com/2011/02/24/lampu-sein-nya-kok-nyala-terus-maaf-pak-lupa-hmm-aya-aya-wae/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: