Lanjut ke konten

Kecilnya Motor Sport 250cc

24 Februari 2011

Megelli, motor sport 250cc milik Minerva. (foto:edo)

 

INDONESIA masih lahan subur bisnis sepeda motor bermesin 100-125cc. Tak heran, di luar tipe itu, hanya menikmati remah-remah pasar. Apalagi untuk kelas 250cc, paling banter hanya menguasai sekitar 9% dari total pasar motor sport.

Melongok penjualan motor sport kelas 250cc milik anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) pada 2010, terlihat bahwa rata-rata pangsa pasarnya hanya sekitar 5% dari total pasar motor sport. Ironisnya, dari enam anggota Aisi, pemain di segmen ini hanya satu pabrikan, yakni PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) lewat Ninja 250 R.

Bermain sendirian tentu saja tak terlalu mengasyikan. Nah loh. Kurang greget karena tak bisa mengukur pasar yang sesungguhnya.

Di luar anggota Aisi, ada PT Minerva Motor Indonesia (MMI) yang juga bermain di segmen motor sport 250cc. Volume penjualannya juga relatif kecil dibandingkan tipe motor sport 150cc.

Bagi saya, Ninja 250 R butuh rival. Konsumen juga tentu saja membutuhkan alternatif. Kian banyak varian yang ditawarkan oleh pabrikan, konsumen bisa memenuhi hasratnya pada sang idola. Walau, volume pasar motor sport kelas 250cc amat kecil, pastinya, masih ada penggemarnya.

Oh ya sampai lupa, di anggota Aisi ada juga yang memproduksi sepeda motor sport bermesin 225cc, yakni PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) dengan produk Scorpio Z. Volume tipe ini juga ternyata tak terlalu besar, walaupun masih lebih baik dibandingkan segmen 250cc. Maklum, dari sisi harga perbedaannya juga amat mencolok. Scorpio Z dibanderol kurang dari Rp 25 juta per unit, sedangkan Kawasaki Ninja 250 R sekitar Rp 46,5 juta per unit. Tak heran, pangsa pasar Ninja 250 R tak lebih dari 9%.

Sekadar info, pada Januari 2011, pangsa pasar Ninja 250 R hanya sekitar 2% dari sekitar 54 ribuan unit. Nah, kalau PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan CBR 250 R, konsumen menjadi punya pilihan baru. Tapi, akankah pasarnya melebar? Atau, volume pasar segitu-gitu saja, namun diperebutkan oleh dua pabrikan? Hayooo….(edo rusyanto)

20 Komentar leave one →
  1. bintang permalink
    24 Februari 2011 09:46

    absen bang

  2. Kodokz Jambanz permalink
    24 Februari 2011 09:51

    Ambil point dulu.

  3. 24 Februari 2011 09:59

    kiraen kecil dari bentuknya om, pasarnya…
    harganya saja udah diatas 25 jeti… seandainya dbwah 20… pasti dah laris….
    https://dewataspeedblog.wordpress.com/2011/02/24/soichiro-honda-yang-terpenting-dalam-sportbike-adalah-performa-dan-sensasi/

  4. satriafu150 permalink
    24 Februari 2011 10:31

    Segmented om.

  5. 24 Februari 2011 10:45

    Konsumen dkelas > 250cc ini Cukup Selektif dalam memilih sebuah produk/ cukup segmented pak.
    Seperti’y faktor yg dlihat pun pasti mulai Fitur, Teknologi dan Performa dr motor yg akan dpilih’y tersebut. Hehe..

  6. agus permalink
    24 Februari 2011 11:19

    Menurt Saya pangsa pasar di Segmen 250cc akan:
    1.Melebaaaaaaaar,
    2.Memenjaaaaang,
    3.Meninggiiiiiiiiiiiiiiiii,
    Dengan adanya lebig Banyak Varian,So akan Menambah Minat ke Motor2 250cc.
    Kayak aku ini yang Ngidam Motor FULL FAIRING dgn Harga FULL MIRING.

  7. 24 Februari 2011 11:38

    pasar 250 tidak akan menurun.
    Harganya lho ya

  8. Propus permalink
    24 Februari 2011 11:55

    Wah,tetep aja blum kuat beli.doain aja 2th kedepan bisa

  9. 24 Februari 2011 12:47

    kayaknya dengan datangnya CBR 250, ngga akan banyak berpengaruh, karena pasar ini segmented

    http://bladeus.wordpress.com/2011/02/24/yamaha-vega-zr-facelift/

  10. pethol permalink
    24 Februari 2011 12:49

    diliat grafiknya n250 mau malampaui scozy…..

  11. Joe Trizilo permalink
    24 Februari 2011 18:17

    Subhanallah……….

    Kisah nyata nan langka…..

    Perbuatan yang sungguh mulia…..

    Semoga Pemuda itu selalu mendapatkan perlindungan dan keslamatan dari Allah SWT… Amin….

  12. Joe Trizilo permalink
    24 Februari 2011 18:18

    Maaf salah masuk komentar…. dihapus aja om…..

  13. sekopati permalink
    25 Februari 2011 07:56

    walaupun kecil honda tetap masuk juga bukan hanya mencari untung tapi juga menancapkan brand image yg kuat bahwa honda punya pasukan di segala lini.

  14. harry32 permalink
    25 Februari 2011 14:38

    Betul, Ninja 250 butuh rival dan dia adalah Honda CBR 250. Kecil ceruknya, tapi dampaknya luar biasa karena bisa mendongkrak penjualan motor sport yang lain bagi Honda.

  15. 25 Februari 2011 20:18

    numpang nyales!
    http://jheren.wordpress.com/2011/02/25/antara-aku-amp-cbr250/
    *mohon saran, ane newbie

  16. meet_hana permalink
    28 Februari 2011 15:40

    kayanya makin menarik ya fenomena-fenomena 2011..

    selama ini Honda motor-motor sportnya kurang bersaing, tapi sekarang terlihat Honda benar-benar ingin terdepan di semua segmen..

    kita lihat deh kontribusi motor ini terhadap total penjualan Honda nantinya..

  17. ANDI SENO WIDODO permalink
    21 Maret 2011 10:48

    harapan saya ada motor sport buatan indonesia yg benar-benar sporty model dan mesin betul indonesianes/harapan masyarakat indosia lhusunya kaum muda yg mampu bersaing dg buatan luar indonesia trim produsen

  18. 3 Februari 2012 22:42

    Sebenarnya product2 Indonesia,nggak kalah saing dngan product luar, lalu mengapa kita mau make product sndiri aja. ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: