Lanjut ke konten

Empat Tahun IBC, Bersahabat dan Santun di Jalan

31 Desember 2010

30 Desember 2006 – 30 Desember 2010:


Suasana syukuran hari jadi IBC ke-4, Kamis (30/12/2010) malam, di angkringan pancoran, jakarta selatan. (foto:gagarin)

 

SUASANA tengah malam merambat menuju dinihari. Angkringan di sudut jalan perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan, masih ramai oleh pengunjung. Saat kaki menjejak, masih tersedia tempat untuk beberapa orang.

Lokasi angkringan pancoran yang persis di sisi jalan, diriuhkan oleh suara knalpot mobil dan motor yang melintas. Suara penyanyi di speaker yang dipasang pemilik angkringan berlomba menjangkau telinga pengunjung. Kamis (30/12/2010) sudah memasuki jam 23.15 WIB.

Usai memesan beberapa panganan seperti nasi kucing, sop ceker, tempe bacem, dan minuman hangat seperti jahe, susu, teh, dan air jeruk, kami pun duduk bersila di atas lantai beralas karpet plastik. Dingin memang, tapi menjadi hangat karena aroma kebersamaan Independent Bikers Club (IBC). Ya. Malam itu, IBC menggelar syukuran hari jadi keempat. Secara sederhana.

Kegiatan safety riding goes to school IBC. (foto: edo)

 

Sambil menunggu beberapa teman yang menyusul, kami mengisi dengan bersenda gurau atau sekadar mencicipi kerupuk dan sebagian menyalakan sebatang rokok. Ada dua orang yang kelewatan. Maksudnya, melewati lokasi angkringan karena memang belum tahu lokasi tersebut. Tapi, akhirnya bisa dipandu via ponsel.

 

Bersahabat, Santun di Jalan

IBC bukan kelompok sepeda motor yang meraksasa dalam jumlah anggota dalam waktu sekejap. Klub ini didirikan 30 Desember 2006 tanpa program membidik anggota sebanyak-banyaknya. Justeru, didirikan untuk mampu berbuat sebanyak-banyak demi masyarakat luas. Tentu saja terkait dengan penyebaran keselamatan jalan.

foto:dok ibc

 

Ketika didirikan, sempat memiliki anggota hingga lima puluhan orang. Mungkin euforia. Belakangan, hingga Desember 2010, jumlah anggotanya tak lebih dari 20 orang. Itu adalah anggota yang memiliki nomor registrasi, sedangkan yang kami sebut anggota simpatisan, nyaris seimbang jumlahnya.

Ketika lahir di Curug Nangka, Bogor, Jawa Barat empat tahun lalu, IBC mencanangkan sebagai kelompok yang didirikan untuk merajut kekerabatan di antara anggotanya. Maklum, sebagian besar adalah teman-teman satu kantor. Walau, kini meluas ada dari berbagai perusahaan pers lainnya.

Mengusung moto Bersahabat, Santun di Jalan, IBC mencoba getok tular soal keselamatan bersepeda motor atau yang kondang dengan sebutan safety riding. Dalam kiprahnya, meluas menjadi bersepeda motor yang bertanggung jawab. Bagi diri sendiri dan orang di sekitar, terutama sesama para pengguna jalan.

Bersahabat dicerminkan dengan saling peduli dan mau berbagi dengan sesama pengguna jalan. Selain itu, tentu saja bermakna lebih luas untuk saling bergandengan tangan dengan sesama anggota masyarakat. Sedangkan Santun di Jalan, dimaknai sebagai berkendara yang aman, nyaman, dan selamat dengan perilaku taat aturan bahkan etika berkendara.

IBC menempatkan perilaku dan ketaatan aturan dan etika menjadi landasan dalam berkendara. Maklum, semua menyadari ada keluarga tercinta yang menanti untuk pulang dengan selamat ke rumah.

Penyebaran virus berkendara yang aman dan selamat tidak semata di antara sesama anggota melalui obrolan santai atau ketika kopi darat (kopdar) atau saat touring. IBC juga memilih forum-forum formal sebagai medium penyebaran pentingnya kesadaran keselamatan berkendara. Beberapa diskusi digelar sejak lahir hingga Desember 2010. Beberapa penyuluhan ke anak-anak dan siswa sekolah menengah atas, juga turut digelar. Atau, mengikuti forum resmi yang digelar pihak lain seperti Indonesia Consumunity Expo (ICE) yang digelar Prasetya Mulya, Jakarta. Bahkan, merajut ratusan komunitas dalam satu wadah Deklarasi Keselamatan Jalan di Jakarta pada 2009.

Pentingnya keselamatan jalan tak terlepas dari fakta menyedihkan di jalan-jalan Indonesia. Sepanjang 1992-2010, sedikitnya 300 ribu jiwa telah melayang sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Belum lagi lebih dari setengah juta korban yang menderita luka berat atau luka ringan.

Kecelakaan jalan menjadi monster yang menyeramkan. Setiap saat bisa menjagal siapapun. Tak mengenal usia, gender, status sosial, bahkan status ekonomi. Siapa lengah, bisa menjadi korban. Atau, siapa ugal-ugalan, bisa menjadi penyebab kecelakaan. Tanpa aksi yang konkret, bisa dibayangkan pada tahun-tahun mendatang angka kecelakaan bisa terus meruyak. Maklum, peningkatan pasokan kendaraan pun terus membubung akibat permintaan konsumen yang merasa jengah akan transportasi massal umum yang belum memadai.

Lazimnya kelompok sepeda motor, IBC juga menggelar kegiatan touring bersama. Sejak berdiri, touring yang digelar mencapai 14 kali dengan tujuan utama masih di kawasan Jawa Barat dan Banten.

Sedangkan kegiatan sosial yang digelar mulai dari bakti sosial berupa sumbangan bantuan dan bazaar murah, juga menggelar aksi donor darah. Sebagai kelompok yang tinggal di tengah masyarakat, interaksi sosial menjadi penting.

Kini, memasuki usia ke lima, IBC mencoba lebih berperan bagi masyarakat sekitar. Tentu saja sesuai dengan batas kemampuan yang ada. Selamat ulang tahun. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. tryanto permalink
    31 Desember 2010 15:14

    ehmmm… protomox kah

  2. jahe permalink
    31 Desember 2010 15:16

    IBC apaan sih kepanjangannya???

    • zaqlutv permalink
      31 Desember 2010 16:24

      wah si Om ga baca nih.. :mrgreen: tuh di paragrap kedua ada.. Independent Bikers Club 😀

  3. 31 Desember 2010 17:28

    Semoga makin Survive .. Bravo IBC

  4. 31 Desember 2010 20:08

    mantaf banget IBC, gogogogo

    Nitip Lapak: Selebrasi 50 Tahun Suzuki di Motegi

    http://motorkencang.wordpress.com/2010/12/31/peringatan-50-tahun-suzuki-racing-di-motegi-kembalinya-mitsuo-ito-dan-rk63/

  5. 1 Januari 2011 13:10

    nitip lapak lagi om 😀

    Nitip Lapak om: Motor Balap Terkencang di Planet Bumi Suzuki GSX-R1000

    http://motorkencang.wordpress.com/2011/01/01/motor-road-race-terkencang-di-planet-bumi-suzuki-gsx-r1000/

  6. husni permalink
    2 Januari 2011 02:09

    ulasan yg menarik.. salut buat IBC….

  7. Ivan permalink
    19 Januari 2011 18:03

    Rindu melahap aspal Jakarta dan Jawa Barat bersama IBC…sekali-kali touring ke timur bos, biar bisa gabung lagi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: