Lanjut ke konten

Tanpa Arogansi

23 Desember 2010

Ini fakta. “Mereka menjulurkan kakinya kea rah mobil kami. Membahayakan. Kalau kami tabrak, pasti kakinya patah. Menyebalkan dan arogan,” sergah seorang teman saya suatu petang di Jakarta.

Kami sedang berbincang santai di sela kepenatan bekerja. Seorang teman yang lain nyeletuk, ”Itu belum seberapa. Tadi pagi waktu mau berangkat kerja, gue dengar suara sirene, tot…tot…tot…Gue minggir dong, taunya ada bikers lewat, sendirian.”

Perbincangan kembali larut, ada canda, sesekali serius. Sambil diselingi menyeruput teh manis hangat atau jus buah segar. Tiba-tiba, teman saya seorang wanita yang sehari-hari akuntan berujar. ”Waktu pulang dari Puncak, Bogor, mobil gue disuruh minggir oleh rombongan sepeda motor, bikers yang nyuruh minggir pakai tongkat lampu warna merah. Itu sombong banget, kayak situasi darurat aja,” ujar Putri, sebut aja begitu, lulusan perguruan tinggi ternama di Bandung, Jawa Barat.

Sontak rekan saya yang lain menimpali. ”Penggunaan lampu yang disebut light stick itu semestinya untuk kondisi darurat saja. Misalnya, para petugas galian tanah untuk menandai ada lubang di sisi jalan,” selorohnya antusias.

 

***

Obrolan di atas muncul begitu saja. Bagi saya itu potret kehidupan sehari-hari yang beberapa tahun belakangan kita temui di jalan. Suara sirene dan lampu strobo, light stick, kaki dijulurkan ke arah mobil, menutup badan jalan, hingga iring-iringan panjang di jalan raya.

Ibarat vitamin, jika pemakaiannya tidak tepat atau mengkonsumsinya berlebihan, faedah yang didapat malah bisa merugikan tubuh manusia. Sikap toleransi di jalan menjadi penting untuk mewujudkan lalu lintas jalan yang aman, nyaman, dan selamat. Semua sudah ada aturannya. Para anggota kelompok sepeda motor, mayoritas sudah faham soal aturan tersebut. Persoalannya, bagaimana mengimplementasikannya?

Kita semua faham, aturan menetapkan sejumlah elemen masyarakat yang memiliki hak utama di jalan. Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya di pasal 134, menegaskan mereka adalah kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit; kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, dan konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Saat berpapasan dengan para pemilik hak utama di jalan, para pengguna jalan yang lain diminta memberi jalan. Biarkan mereka lewat karena memang sedang menjalankan tugas mulia. Demi kepentingan orang banyak.

Para pemilik hak utama juga memiliki keistimewaan memakai bunyi-bunyian dan lampu isyarat khusus seperti sirene dan strobo.

Problemnya adalah, jika terjadi penyalahgunaan hak utama. Misal, demi kepentingan pribadi memakai atribut yang seharusnya dimiliki pemegang hak utama. Itu pendapat saya aja sih. (edo rusyanto)

12 Komentar leave one →
  1. 23 Desember 2010 09:28

    pertamax pak bro

  2. kazuto sakata permalink
    23 Desember 2010 10:11

    contoh jgn dari satu sisi aja gan. roda 4 banyak jg yg arogan

    • 23 Desember 2010 11:42

      betul, pengendara roda empat, termasuk angkutan umum, punya perilaku berlalulintas jalan yang cenderung arogan. artikel ini untuk satu sisi dari potret keseluruhan lalu lintas jalan kita. trims atensinya bro, salam.

      • 23 Desember 2010 12:00

        Benar Om mohon jangan melihat dari satu sisi, karena itu sangat tidak objektif.

        Kalau kita lihat di budaya barat betapa orang harus mengutamkan pejalan kaki, kemudian pengguna sepeda, tentu seharusnya motor juga harus diutamakan, tetapi kebijakan negeri ini lebih memihak pengguna mobil.

        Bahkan pengguna mobil melihat motor bagaikan PIN dalam olah raga boling yang menjadi targed untuk di hantam.

  3. 23 Desember 2010 11:37

    Ketigax:D
    iya tuh om sweeper jalan harusnya diberi edukasi cara yang benar
    ato sewa polisi aja deh 🙂

    http://motorkencang.wordpress.com/2010/12/23/motor-superbike-mampu-mengimbangi-motor-prototypenya-di-motogp/

  4. sekopati permalink
    23 Desember 2010 13:28

    tadi pagi juga ketemu orang yang menggunakan klakson dengan sangat arogan. sepanjang jalan yg padat tidak henti2nya membunyikan klakson tersebut. akhirnya ya terpaksa diuber terus diklaksonin terus dari belakang biar kapok tuch orang.

  5. az147r permalink
    23 Desember 2010 13:39

    menyinggung masalah ini lebih baik daripada yg sebelumx 😀 lebih mengapresiasi….

  6. 23 Desember 2010 15:10

    ada juga loh yg pake tolak pinggang pas lagi nyalip kendaraan di depannya ,sakti benar yah mereka ..

  7. softech_niQ permalink
    23 Desember 2010 15:57

    pasang aksesoris yg wajar ajalh,,,,boleh beda(kreatif),tp hrs tetap mendukung kategori safety,kl bs +healty(ga psg knalpot bising)

  8. Dani permalink
    23 Desember 2010 20:31

    begitupun cara mengendarai kendaraan bermotor, tak hanya kendaraan bermotornya yang dibikin kreatif dengan accesoris, pengendaranya jadi semakin kreatif dan inisiatif dalam mengedarai dijalanan umum bahkan hak pejalan kakipun tak luput dari kekreativitasan pengguna kendaraan bermotor….

  9. panda_loecoe permalink
    24 Desember 2010 07:30

    yang parah di Bandung, ada ambulan mau lewat gak dikasih jalan en polisinya diem aja(depan kantor polisi) di jlan pasirkaliki. karena tujuan mau ke btc eh ketemu lagi ama ambulan tadi, ternyata bawa org mau melahirkan ke rs hermin*. ueedan benar jaman sekarang!!. yg ngalangin jalan ama polisi sama aj gak punya hati nurani

  10. 21 November 2012 17:37

    yang kaki menjulurkan itu untuk isyarat brooo……..isyarat untuk belok ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: