Lanjut ke konten

Touring, Kenapa Tidak?

4 Desember 2010

foto:tino

LIBURAN. Bagi para anggota kelompok sepeda motor alias bikers, salah satu medium relaksasi sekaligus konsolidasi adalah dengan menelusuri aspal bersama-sama. Touring ke luar kota.
Apa yang harus dipersiapkan? Bagi peturing, sebutan buat bikers yang kerap bepergian ke berbagai kota tujuan, tentu sudah mahfum soal apa saja yang harus dipersiapkan. Tulisan ini sekadar menyegarkan saja, siapa tahu ada yang kelupaan.

Fisik. Siapkan fisik. Tubuh yang bugar membuat daya tahan dalam menempuh perjalanan ratusan kilometer terasa lebih ringan ketimbang tubuh dalam keadaan lesu. Karena itu, penting diperhatikan agar kebugaran dikelola dengan ritme istirahat yang cukup saat perjalanan dan membawa vitamin atau suplemen yang dibutuhkan.

 

Administrasi. Pendataan yang akurat mengenai siapa-siapa saja peserta touring maupun kelengkapan administrasi yang mungkin diperlukan, seperti surat-surat keterangan dari instansi terkait. Misalnya, dari kepolisian atau penanggung jawab daerah wisata di pegunungan atau hutan. Lalu, tak kalah penting, pastikan kewajiban untuk membayar iuran dipenuhi oleh semua anggota. Kecuali ada sponsor atau hendak melakukan subsidi silang di antara anggota. Uang yang terkumpul guna membiayai sewa penginapan dan kebutuhan logistik selama perjalanan touring atau di lokasi touring. Kelengkapan administrasi yang rapih juga bisa membantu pendokumentasian kegiatan.
Tujuan. Kemana tujuan touring harus dipersiapkan dengan matang. Memilih lokasi yang sesuai dengan kesepakatan bersama, untuk touring berkelompok, amat penting agar semua peserta bisa merasakan petualangan sejati.
Biasanya ada dua kelompok besar tujuan utama touring, yakni daerah pegunungan atau daerah pesisir pantai. Masing-masing lokasi memiliki kesan dan keindahan tersendiri. Terkait tujuan, penting juga diperhitungkan jarak tempuh sekaligus untuk menghitung waktu tempuh. Maklum, hal ini bakal berimbas pada banyak aspek.
Termasuk dalam penentuan tujuan adalah menyiapkan penginapan. Maklum, perjalanan panjang membutuhkan tempat istirahat total yang nyaman. Tentu saja sekaligus tempat beragam aktifitas di lokasi touring.

Jadwal. Bagian dari rangkaian kegiatan adalah dengan menyusun jadwal touring yang efisien dan efektif. Jadwal keberangkatan penting diperhatikan mengingat terkait dengan keselamatan berkendara. Jadwal perjalanan pagi, siang atau malam hari memiliki risiko masing-masing. Siang hari, selain kemacetan lalu lintas bakal menggila, juga ada ancaman dehidrasi. Malam hari, sekalipun kadang lebih lengang lalu lintas jalannya, cenderung membuat konsentrasi terganggu karena mengantuk. Karena itu, penyusunan jadwal kegiatan harus seakurat mungkin untuk membagi waktu pemberangkatan, waktu istirahat, dan waktu untuk kegiatan lainnya. Manajemen waktu menjadi amat penting dengan tujuan utama kondisi peserta tetap bugar dan perjalanan menjadi lancar.
Kegiatan. Touring bakal lebih mengasyikan bila dilengkapi sejumlah agenda kegiatan. Pilihan pun ada dalam kesepakatan bersama. Misal, menikmati wisata alam, budaya, hingga kuliner. Ada jenis kegiatan lain yang menjadi bagian ritual kelompok, seperti obrolan informal seputar kelompok atau organisasi, obrolan soal sepeda motor dan keselamatan berkendara, bahkan rapat pemilihan pengurus. Selain itu, bisa menganggendakan pelantikan anggota atau menyelenggarakan bakti sosial bagi warga sekitar. Untuk yang ini, tak perlu harus muluk-muluk memberi donasi hingga belasan juta rupiah. Cukup ikut bersih-bersih lingkungan atau berbagi soal pengetahuan keselamatan berkendara.


Rute. Pastikan rute yang akan dilalui dan diinformasikan kepada seluruh peserta touring. Rute yang mudah difahami peserta touring memperkecil risiko tersesat saat terpisah dari kelompok. Pilih rute yang kemungkinan bisa dilalui dengan baik oleh seluruh jenis kendaraan yang ikut touring. Himpun informasi sebanyak mungkin tentang rute yang akan dilalui. Informasi penting lainnya adalah soal jalan, stasiun pompa bensin umum (SPBU), minimarket, bahkan lokasi bengkel sepeda motor terdekat. Tak kalah penting, menyepakati titik istirahat untuk menyegarkan tubuh dan si kuda besi.

foto:edo

Kendaraan. Sepeda motor disiapkan sebaik mungkin. Supaya tidak rewel di perjalanan. Mulai dari kondisi mesin, ban, lampu-lampu, rante, spion, hingga klakson. Sepeda motor yang prima mampu membantu agar peturing bisa lebih menikmati perjalanan.
Bagian dari persiapan kendaraan, ada baiknya sepeda motor diservis terlebih dahulu. Lalu, menyiapkan perlengkapan yang harus dibawa seperti busi, ban dalam, bahkan tali kopling serta oli cadangan.

Pembagian grup. Jumlah peserta touring yang melebihi 20 sepeda motor bakal lebih nyaman dipecah dalam beberapa kelompok. Idealnya, tiap kelompok maksimal 10 sepeda motor. Tujuan strategi ini adalah agar iring-iringan tidak membentuk formasi panjang yang berpotensi mengusik kenyamanan pengguna jalan yang lain. Tak perlu ada niat meminta prioritas jalan. Apalagi dengan lampu isyarat dan bunyi-bunyian yang bisa mengganggu para pengguna jalan yang lain.

Petugas. Selain membagi grup, tentukan tugas beberapa orang sebagai pimpinan kelompok/grup (road captain), petugas penghubung (service officer), dan tim penyapu (sweeper). Tugas dan keputusan pimpinan absolut dipatuhi anggota kelompok, misal, menghentikan perjalanan atau melanjutkan perjalanan. Segala aspek pertimbangan bermuara pada keselamatan kelompok. Karena itu, tepiskan kepentingan individual.
Sesuai namanya, tugas penghubung ketika iring-iringan sebagai mediator mengirim pesan kepada pimpinan, penyapu, atau ke mekanik dan tim medis. Penyapu menjadi vital guna memastikan anggota kelompok tidak ada yang tercecer.

Mekanik medis. Hal tak terbantahkan adalah kerap terjadi gangguan pada kendaraan saat perjalanan touring. Karena itu, peranan mekanik dalam perjalanan touring menjadi penting. Selain mekanik, perlengkapan dan tenaga medis juga menjadi aspek yang tak bisa dipungkiri amat dibutuhkan. Minimal, dalam perlengkapan rombongan touring membawa obat-obatan luar seperti penyembuh luka, balsem, atau untuk perban. Sedangkan obat-obatan dalam, mulai dari obat pusing, sakit perut, hingga obat batuk. Obat tetes mata juga penting guna menyingkirkan debu atau perih mata ketika berkendara. Perlengkapan mekanik atau medis, bisa ditempatkan dalam satu kendaraan khusus yakni mobil penyelemat (safety car). Namun, apabila tidak memungkinkan, bisa ditempatkan di tas atau boks di sepeda motor.

foto:edo

Komunikasi. Saat beriringan di jalan ada beberapa komunikasi yang perlu dilakukan guna perjalanan lancar. Komunikasi sebagai isyarat formasi iring-iringan, atau komunikasi isyarat berbelok, lurus, hingga tanda bahaya ada lubang. Komunikasi konvensional bisa menggunakan isyarat tangan dan kaki, atau menggunakan lampu-lampu sepeda motor.
Komunikasi antar pimpinan kelompok (road captain) dengan service officer atau dengan tim penyapu (sweeper), bisa ditopang dengan menyediakan radio komunikasi, seperti handy talkie (HT).

No telepon. Tiap anggota perlu saling mengetahui nomor telepon. Fungsinya sebagai alternatif komunikasi jika terjadi hal-hal yang di luar keinginan peserta touring. Selain itu, ada baiknya mencatat nomor-nomor penting seperti pos polisi dan rumah sakit, di daerah yang akan dilewati atau lokasi tempat tujuan touring.

foto:edo

Uang receh. Sediakan uang receh atau uang pecahan kecil untuk sewaktu-waktu membeli kebutuhan penting saat dalam perjalanan atau di lokasi tujuan. Terutama ketika di perjalanan. Mulai dari urusan bayar parkir hingga membeli bohlam lampu atau plester luka luar untuk menutupi lecet di kaki.

Tentu saja selain uang receh, upayakan membawa uang secukupnya untuk keperluan utama seperti pembelian bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, bagi sebagian bikers, menyediakan uang untuk membeli cinderamata atau oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Penghitungan yang cermat atas kebutuhan biaya selama touring juga membantu perjalanan menjadi lebih afdol.

 

Dokumentasi. Perjalanan touring bakal menjadi lebih meninggalkan jejak manakala kita memiliki dokumentasi yang baik. Dokumentasi bisa berupa catatan tertulis, foto-foto, atau audio video.

foto:tino

Hal yang didokumentasikan mulai dari persiapan, perjalanan, kegiatan di lokasi touring, hingga hal-hal lain seperti keindahan alam, aspek sosial dan budaya, serta kekayaan kuliner setempat. Dokumentasi yang baik juga bisa menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya. Bahkan, bisa sebagai inspirasi bagi pihak lain yang membutuhkan informasi mengenai lokasi tujuan touring yang akan dikunjunginya.

 

Tak ada hal yang paling indah dan nikmat, kecuali pergi dan pulang touring dalam kondisi aman dan selamat. Keceriaan menjadi lengkap ketika tiba di lokasi asal atau pulang ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat. Maklum, ada keluarga tercinta yang menanti kita di rumah. (edo rusyanto)

35 Komentar leave one →
  1. 4 Desember 2010 13:22

    saat touring isi pertamax biar nyaman.

  2. 4 Desember 2010 13:24

    Pertamax kah

  3. 4 Desember 2010 13:25

    boleh mbah tooring pake bensin..

  4. 4 Desember 2010 13:26

    boleh pakai pertamax, boleh pakai premium. pembatasan bbm bersubsidi hanya untuk mobil plat hitam, hehehehe….

  5. 4 Desember 2010 13:34

    waduh telat. maklum koneksi masih pake modem GPRS
    (infonya sangat bagus dan penting)
    kutunggu artikel penjualan motor bulan november

    • 4 Desember 2010 14:03

      trims bro, datanya masih dikais-kais, smoga pekan depan sudah terkumpul lengkap, salam.

  6. nick69 permalink
    4 Desember 2010 14:19

    Mantaf..
    Kbetulan sy jg suka touring.

    Fisik yg paling utama.
    Penyakit touring yg sering sy hadapi adalah = ngantuk.
    Mentok di 250km-300km pertama mata langsung gak kuat..
    Pernah sekali sampai bermimpi nyalip andong jejer jejer,gak taunya cm mimpi.
    Terbangun stelah ada truk nge-bel.
    Tp kalo ngantuk biasana sy jalan pelan.
    Istighfar,,,lgsg istirahat diwarung tepi jalan

  7. Kris ysc Bdg permalink
    4 Desember 2010 14:25

    Informasinya lengkap, sangat bermanfaat sekali om Edo.. 😀

  8. 4 Desember 2010 14:27

    @nick; biasanya jika mengantuk yg saya lakukan di antaranya, berhenti istirahat, cuci muka, atau menguyah permen.

    @kris: amin, trims bro. touring kemana nih?

  9. nick69 permalink
    4 Desember 2010 14:39

    Btul pak edo.
    Cuci muka bisa mengurangi ngantuk.
    Tp stelah itu kena angin jadi seger n malah tambah ngantuk lg.
    Yg saya lakukan kalo udah bgini = tidur.
    Tidur2 ayam.
    Matanya aja yg terpejam,tp hati n fikiran msh ttp siaga.
    (Bisa denger truk n bis lewat)
    20-30menit cukup hehe

    • 4 Desember 2010 14:47

      ya benar, istirahat yg berkualitas untuk memejamkan mata sekitar 15 menit, cukup untuk menyegarkan tubuh untuk melanjutkan perjalanan. karena itu, siklus bersepeda motor yg saya terapkan, maksimal sekitar 120 menit berkendara, tubuh diistirahatkan sekitar 20 menit. setelah itu, lanjuttttt…hehehe…trims bro, salam.

  10. 4 Desember 2010 15:16

    salam kenal pak bro edo…
    lengkap banget ini infonya..kerenn..

    • 4 Desember 2010 15:19

      salam kenal juga bro, smoga bermanfaat yah, salam.

  11. softech_niQ permalink
    4 Desember 2010 16:16

    racik menu safety gear jg donk bro edo,biar lbh mantaaab,,,,

    • 4 Desember 2010 16:19

      siappppp…segera aku rancang bro, trims atensinya yah, met weekend deh. salam

  12. 4 Desember 2010 19:03

    Saya belum sempet turing lagi.. baca info ini jadi pengen neh Mbah..

    • 4 Desember 2010 19:08

      wah, kalau gitu, dijadwalin aja, kapan bikin touring gabungan Koboi dan Koboys, pasti seru nih.

  13. 4 Desember 2010 20:30

    foto paling bawah kl ga salah Air Terjun Cikaso
    +/- 1 km dr rumah ane Gan….

  14. 4 Desember 2010 20:33

    panorama pajampangan…

  15. 4 Desember 2010 20:34

    panaorama pajampangan…

  16. 4 Desember 2010 20:38

    betul banget bro, wah asyik banget tuh, harus naik perahu untuk ke air terjun tersebut. salam

  17. 4 Desember 2010 23:34

    nitip corong mbah…
    bagi rekan2 yang punya waktu longgar ditanggal 24-25-desember….
    juragan bonsai mengundang agan2 sekalian untuk nggruduk ke-base camp bonsai di magetan!!
    bagi yang minat bisa ngikoooot…acara ini disponsori oleh juragan bonsai dan om wiro (dany ramadian)………
    semoga embah edo berkenan

    • 5 Desember 2010 08:59

      waduh…senang sekali diajak untuk joint, tapi sayang banget masih belum bisa beredar ke magetan dan sekitarnya di bro, salam hangat untuk teman2 koboys yah, trims.

  18. Pembayar Pajak permalink
    5 Desember 2010 06:29

    Masih sering menemui iring-iringan touring sepeda motor yang berjejer 2-2…. separoh badan jalan dipakai berdua…. walaupun semua ridernya pakai safety gear komplit… apakah ini contoh yang baik dalam safety riding???
    seharusnya semua pembayar pajak berhak atas fasilitas umum ( jalan ) nah kalo separoh badan jalan dipakai rombongan apa ndak merugikan pengguna jalan lain??? Tujuan Touring biasanya baik namun perlu sikap arif dan bijaksana dalam menggunakan jalan umum…. semua juga punya kepentingan…. mustinya kalo beriringan tidak berjejer 2-2 tapi satu-satu….. kalo keserempet mobil pasti mobil yang disalahkan sama polisi… jadi kasian pengguna roda empat… nyalip susah!! ndak nyalip jalannya lambat!!!
    Banyak masyarakat ndak simpatik dengan kegiatan seperti ini yang justru menghambat kelancaran arus kendaraan…
    Hormati pengguna jalan lain karena semua punya hak untuk mengakses jalan tersebut….

    • 5 Desember 2010 09:00

      ‘merampas’ hak pengguna jalan demi kepentngan touring, bagi saya, sama saja dengan mengabaikan keselamatan jalan. maklum, saya termasuk yang berpikir, keselamatan jalan sama dengan saling menghargai sesama pengguna jalan. soal hak prioritas di jalan sudah ada aturannya. trims atensinya bro, salam.

  19. Joko permalink
    5 Desember 2010 07:50

    Apa jalan raya sekarang masih cocok jadi tempat rekreasi?

  20. meet_hana permalink
    5 Desember 2010 16:17

    isyarat2 dalam touring juga wajib tuh untuk dipahami, biar dalam kelompok bisa saling berkomunikasi dalam bahasa tanda.. hehe
    dokumentasi, yep, wajib, turing selalu punya cerita, dan gambar menceritakan banyak hal

  21. 5 Desember 2010 23:20

    nice info mbah edo.. ikut touring ke rumahnya James Bons alias Mas Muhsin riyadi tgl.24-26 nggak mbah?

  22. Suryo Riyanto permalink
    5 April 2011 16:01

    Mas bro Edo,

    Salam kenal, dari Pekanbaru, Riau. ………moga – moga bisa sampai ke Pekanbaru.
    Nama saya ; Suryo Riyanto, tinggal di Rumbai, kalau ada niat mau ke Riau silahkan hubungi saya di Forum ini.

    Salam
    Suryo Riyanto

    • 5 April 2011 16:17

      salam ke nal juga bro, smoga bisa mengaspal di kawasan pekanbaru nih. trims sudah mampir ke blog saya yah, salam.

  23. kakanda_raditya permalink
    24 Juni 2011 21:41

    Sangat brmanfaat sekali infony bung&dtunggu info2 selanjutnya..86..ganti..

  24. anton permalink
    10 Desember 2012 19:33

    salam knal mbah , mw ikut clibnya mbah , daerah mna ni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: