Lanjut ke konten

Safety Riding Course, Pesta Sepi Peminat

5 November 2010

Catatan Safety Riding di JMCS 2010: (bagian 3)

Meja registrasi di sudut JMCS 2010. (foto:edo)

TUJUH orang pria sedang menyimak paparan yang disampaikan sang pemberi materi di sudut gedung Jakarta Convention Center (JCC). Ruangan di sudut pintu masuk arena Jakarta Motor Cycle Show (JMCS) 2010 itu, seyogyanya diisi oleh 30 peserta. Jadilah ruangan dadakan yang disekat oleh panel kayu itu menjadi terasa lebih lapang.

“Kami menggelar pelatihan safety riding setiap hari selama pameran berlangsung,” tutur Gunadi Sindhuwinata, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) selaku tuan rumah penyelenggara pameran yang diikuti oleh lima anggota Aisi.

Menurut Diah Putri Wulandari, public relation officer JMS 2010, selain materi kelas selama 30 menit, para peserta yang nantinya akan mendapat sertifikat, juga akan mendapat materi praktik.

Selama pameran 3-7 November 2010, pelatihan digelar selama sembilan kali. Sebagai pemberi materi adalah instruktur-instruktur professional dari ATPM anggota Aisi secara bergantian yakni dari tim Honda, Suzuki, dan Yamaha.

Suasana kelas kursus safety riding JMCS 2010.(foto:edo)

 

Sayangnya, sekalipun peserta tidak dipungut biaya, sepanjang pantauan saya selama 3 dan 4 November 2010, peminat pelatihan tidak seantusias para pengunjung melihat motor-motor anyar yang dipajang di ajang pameran.

Misalnya saja, pada hari pertama, 3 November, dari dua kelas yang digelar, hanya diikuti oleh 17 peserta, sebanyak 7 orang pada kelas pertama dan 10 orang pada kelas kedua. Bahkan, karena turun hujan, untuk kelas pertama tidak sempat mengikuti praktik. Tapi, tetap mendapat sertifikat.

”Tapi, pesertanya cukup serius. Untuk kalangan awam, pertanyaannya cukup kritis,” papar Tommy, pemberi materi dari Suzuki.

Saat itu, Tommy yang menjadi pemberi materi pertama dari sembilan kelas, memaparkan tentang teknik-teknik berkendara yang aman dan selamat. Mulai dari penggunaan perangkat keselamatan seperti helm dan jaket, hingga bagaimana teknik pengereman yang efektif saat bersepeda motor.

”Saya senang ikut pelatihan ini, amat bermanfaat. Mestinya, yang seperti ini diberikan saat pengendara mau memperoleh SIM,” ujar Hadiyanto, salah seorang peserta antusias.

Sementara itu, Agus, peserta lainnya mengaku senang bisa mengikuti pelatihan yang dianggapnya menambah pengetahuan bersepeda motor yang aman. ”Saya diajak teman untuk ikut pelatihan ini, tapi saya senang,” kata dia, seusai mengikuti materi kelas.

Sekalipun bermanfaat, pelatihan safety riding selama JMCS 2010 terlihat minim peminat. Setidaknya, selama dua hari saya mengikuti pelatihan totalnya hanya diikuti 32 peserta di tiga kelas. Menurut saya, salah satu pemicunya adalah masih kurang meluasnya informasi mengenai adanya kegiatan tersebut. Misalnya saja, meja untuk registrasi terletak di sudut sehingga tidak mencolok perhatian. Lalu, bagi saya, ada baiknya di setiap stand peserta dari ATPM diinformasikan bahwa ada pelatihan mengenai safety riding. Atau, disisipkan kepada setiap pembawa acara yang memandu jalannya acara.

HRT Diserbu

Keadaan sebaliknya terjadi di stand PT Astra Honda Motor (AHM) yang menyediakan dua alat simulasi bersepeda motor yang aman dan selamat. Alat simulasi yang diberi nama Honda Riding Trainer (HRT) itu, pada hari pertama saja diserbu tak kurang dari 113 peserta.

Para pengunjung yang singgah ke stand AHM bisa menjajal alat yang membawa sang pengunjung seolah-olah sedang bersepeda motor. Dalam simulasi, sang pengunjung diberi beberapa kejadian yang mirip kejadian sehari-hari. Misalnya, saat berkendara tiba-tiba ada hewan menyeberang atau berhenti saat lampu merah.

”Kemarin pesertanya ada seratusan mas,” ujar seorang wanita penjaga HRT yang mengenakan kaos merah bertuliskan One Heart, Kamis (4/11/2010), saat saya tanya.

HRT yang memberikan tampilan simulasi dengan gambar hidup seperti video game, tampaknya lebih menarik minat pengunjung ketimbang pelatihan di dalam kelas atau praktik dengan sepeda motor sungguhan. Mungkin karena praktis atau mudah terlihat oleh pengunjung?

Bak sebuah pesta, ajang JMCS sebuah pesta yang meriah. Sedangkan safety riding course sebagai pesta kecil di tengah JMCS 2010, menjadi pesta yang justeru sepi peminat. (edo rusyanto)

7 Komentar leave one →
  1. 5 November 2010 10:51

    Seru jadi banyak yg kita ga tahu jadi bisa lebih tahu dlm berkendara

  2. febrico permalink
    5 November 2010 14:04

    klu cermati tulisannya, mungkin metodenya yang salah, metode konvensional dikelas pastilah kurang peminat, bosan dan jenuh

    • 5 November 2010 14:39

      boleh jadi bro, materi dianggap membosankan walau sebagian peserta mengaku senang. padahal, ada iming-iming doorprize diskon helm rp 150 ribu, jadi peserta yg beruntung dapat potongan harga untuk membeli helm yg seharga rp 250 ribu hanya cukup membayar rp 100 ribu. trims bro

  3. softech_niQ permalink
    5 November 2010 18:35

    mngkn krn waktu yg ckp lama ddlm kls platihan,,,mngkin sbgian bpikir”30 mnt?lama amat,,mndingn keliling liat2 produk baru….”
    gitu kali.

  4. Rcitra permalink
    6 November 2010 10:06

    Pak Edo,sy ikut course tgl 5 Nov kmrn.yg jam13 oleh yamaha dan yg jam15.30 by honda.yg yamaha materi kelas dg presentasi power point.yg honda dg video clip.kritik dr saya utk dyandra krn slot yg dikasi hanya total 1jam.sangat2 tdk memadai pdhl materinya bagus.walau sy dpt sertifikat tp rasanya ngga puas krn tdk byk yg sy bisa pelajari.malah mnurut penuturan instruktur yamaha,materi kelas shrsnya yg ideal 2jam.semoga next time jd perhatian utk EO.thanks.

    • 6 November 2010 10:29

      dear citra, secara teknis, materi kelas sekitar 30 menit memang amat minim. bahwa idealnya berapa lama, bagi saya setidaknya butuh 60 menit, ditambah praktik.
      kabarnya, pelatihan tgl 5 nov, diikuti agak lumayan banyak per satu kelasnya yah? malah ada yg 15 orang satu kelas. hemmm…lumayan ada peningkatan.
      EO acara JMCS 2010 tampaknya belum super serius untuk pelatihan yg bagi saya amat penting ini. smoga EO nya bisa membaca tulisan atau masukan2 ini sehingga pada acara mendatang lebih fokus dan serius. masa sih mau bagi ilmu aja mesti ngirit. cukup sepeda motornya aja yg irit, hehehehe….trims yah, salam.

Trackbacks

  1. JMCS 2010: Pelatihan Safety Riding Kurang Greget | StephenLangitan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: