Lanjut ke konten

Wajah Penunggang Kuda Besi Australia

19 Oktober 2010

Salah satu bikers di Melbourne, Sabtu (16/10/2010). (foto:edo)

MELBOURNE, ibukota negara bagian Victoria, Australia tergolong populer bagi masyarakat Indonesia. Khususnya terkait dengan pendidikan tinggi setingkat universitas, diantaranya adalah Melbourne University, Monash University, Deakin University, dan RMIT University.

Tak heran jika saat ini  ada sekitar 5.000 pelajar dan mahasiswa Indonesia di sana. Mulai dari selebritas, anak pejabat, anak mahasiswa, sampai anak biasa-biasa saja.
Sepintas, kota berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu, tak ada yang istimewa. Namun, beruntung memiliki sirkuit Grand Prix Phillip Island yang sudah tersohor sejak lama. Di sirkuit itu pula digelar ajang adu kebut MotoGP yang diikuti pembalap-pembalap kondang saat ini seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Nicky Hayden, dan Ben Spies. Serta tentu saja pembalap tuan rumah, Casey Stoner yang pada Minggu (17/10/2010) baru saja memenangi seri dari MotoGP tahun 2010.

Salah satu bikers Melbourne di Elizabeth Street (foto:edo)

 

Situasi kota Melbourne cukup bersih. Transportasi darat di kota dilayani oleh trem, bus, dan taksi. Sedikit sekali warga kota yang mengendarai sepeda motor, justeru lebih banyak pengguna sepeda kayuh.

Penampakan Yamaha R6 di kawasan Victoria Market, Melbourne, Sabtu. (foto:edo)

Para pengguna sepeda motor baru terlihat marak ketika ajang MotoGp digelar di pulau Phillip, sekitar 140 kilometer (km) dari Melbourne. Mereka berdatangan dari berbagai pelosok negara bagian di Australia. Sudah pasti jenis motor gede (moge) yang menjadi favorit mereka. Mulai dari jenis sport, touring, hingga motocross. Tak sedikit yang berboncengan. Mereka berkendara tertib.

Bersama bikers Australia di kawasan Phillip Island, Minggu (17/10/2010). (foto:dok edo)

Di tengah kota Melbourne, sepeda motor juga diparkir tertib. “Kalau tidak, bisa kena tilang yang tinggi, bisa sampai 200 dolar Australia,” ujar Kevin, seorang mahasiswa Indonesia di Monash University, di Melbourne, Sabtu (16/10/2010).

Menurut dia, sepeda motor tidak dianjurkan oleh pemerintah di Melboune. “Selalu didengungkan ada 38 risiko jika bersepeda motor,” katanya. Karena itu, tak heran jika sepeda motor jarang terlihat melintas di kota tersebut.

Saat saya bersama 10 rekan yang diundang PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) berkunjung ke Melbourne, 15-18 Oktober 2010, hanya sesekali melihat pengendara sepeda motor. Itupun jenis moge dan sesekali skutik berkapasitas mesin di atas 125cc.

Salah satu bikers pengguna skutik di Melbourne. (foto:indra)

Hanya sedikit sekali yang mengendarai sepeda motor untuk berangkat kerja.  “Saya memakai sepeda motor untuk bekerja,” tukas Stern, seorang juru masak di Melbourne yang saat itu memakai motor sport Yamaha R6. Dia mengaku membeli R6 warna merah itu seharga 16 ribu dolar Australia.

Selebihnya, kata Kevin, para bikers mengendarai sepeda motor sebagai hobi semata. “Saat ada ajang sirkuit seperti di Phillip Island, biasanya mereka berdatangan dari berbagai pelosok,” tutur Kevin.

Motor apa nih? Lokasi parkiran sirkuit Phillip Island, Australia. (foto:edo)

Ya. Jay, salah seorang pengendara sepeda motor dari Geelong, daerah pinggiran Melbourne. “Kami datang bersama-sama untuk menonton MotoGp,” kata dia, saat bertemu di kawasan sirkuit Phillip Island, Minggu (17/10/2010).

Peringatan agar berkendara sepeda motor yang aman dan selamat juga mencuat di sela ajang MotoGp di Phillip Island, Minggu. Di layar raksasa yang dipasang panitia MotoGp, diputar peringatan untuk terus mengurangi risiko kecelakaan saat bersepeda motor. ”Mereka serius mengingatkan agar risiko kecelakaan bersepeda motor bisa dikurangi. Terserah para pengendara untuk mampu mengurangi risiko tersebut,” ujar Staf Promosi PT YMKI Indra Dwi Sunda, ketika melihat iklan layanan sosial tersebut di Phillip Island, Minggu.

Para bikers memasuki area parkir sirkuit Phillip Island, Australia. (foto:edo)

Ya. Sepeda motor lebih rentan ketimbang kendaraan roda empat. Sedikit saja tergelincir, sang pengendara berisiko untuk terluka bahkan lebih fatal lagi. (edo rusyanto)

19 Komentar leave one →
  1. 19 Oktober 2010 10:55

    Pertamaxxx

  2. 19 Oktober 2010 12:09

    Wew, mbah dukun kok nggak disebutin? 6 tahun noh mbah smedi disitu ! :mrgreen:

    • 19 Oktober 2010 12:15

      ampun mbah dukun, maaf keliwat. hehehe…apa kabar nih? sukses yah, salam.

      • 19 Oktober 2010 19:17

        belanja motor ya di elizabeth street tapi di Richmond juga lumayan oke, cuman banyak Viete, harus hati2 😀 kalo helm agak mahal ya?

        btw disitu kalo mo liat cafe racer coba nongkrong di Lygon st, malam sabtu, minggu rame. atau di parliament … banyak biker nongkrong disistu.

        Parkir motor disitu gratis 😀

        • 19 Oktober 2010 22:48

          mantabsss…di city rame beneuurrr…kapan ke melbourne lagi nih?

          • 20 Oktober 2010 01:03

            kayaknya kalo nggak ada urusan gawe nggak kesana lagi, mungkin kalau ada sempet liburan ke melbourne deh, memangnya brapa lama bro disana?

            kalau mau coba ada restoran thailand enak di Lygon namanya Ying Thai dan restoran Dessert house di swanston, itu enak banget 😉 miss melb!

  3. Rovisezy permalink
    19 Oktober 2010 12:14

    Jalananya lengang ya mas,Gk kaya jakarta..Full macet.!! Wonge koyone mbeling2 tp glem teratur.. 😛

  4. f41z permalink
    19 Oktober 2010 12:15

    ga ketemu kwek-kwek ya…

  5. 19 Oktober 2010 12:17

    @rovi; lenggang bro, tapi maksimal 80 kpj, begitu yg ditulis di rambu mereka.

    @ f41z; aku gak ketemu bro, hehehe…mungkin kurang laku di sana.

    • 19 Oktober 2010 19:19

      pssst … kalo motor nggak bisa kena Speedcam 😀 kecuali nrobos traffic 👿 (pengalaman pribadi nih)

  6. Mercon C alias Mercon Mretelli permalink
    19 Oktober 2010 12:21

    bersih banget jalannya… btw, australia gakada pabrikan motor ya…
    http://otomercon.wordpress.com/2010/10/19/new-cbr-150r-dibanderol-75-900-baht/

  7. softech_niQ permalink
    19 Oktober 2010 12:52

    juru masak motorx yamaha R6,,kl juru parkir motorx apa ya..?hehehe.

  8. Hourex permalink
    19 Oktober 2010 13:51

    Kapan RAKYAT Indonesia bs kek gitu.. Maksudnya kesejahteraan en tertibnya..
    Klo juru masak motornya R6, klo staff enjineringnya bsa pke kereta api la.. *OOT.com
    PISS Mbah Edo..

  9. 19 Oktober 2010 18:31

    @softech: hayo tebakkkkk….

    @hourex: siapppp…trims ya all.

  10. bani permalink
    19 Oktober 2010 20:02

    Mantap, kalau perlu ditambahi cerita model touringnya orang Aussi. Bagaimana mereka ber-safety riding.

  11. 19 Oktober 2010 23:56

    mantab bang edo bener2 jalan2 puas ala biker packer nich….. (disana hanya ada white ciggarete lho) affiliate djisamsoe ada 1 disana 😀 kapan ya aku tugas ke sono?

    http://azizyhoree.wordpress.com/2010/10/19/certainly-all-new-cbr-150-r-will-be-born/#comment-1386

    • 20 Oktober 2010 00:45

      hehehehe…aku bawa empat bungkus rokok kretek dari Indonesia bro. apa kabar nih?

  12. 21 Oktober 2010 11:53

    ladys bikernya ada nggak mbah edo

  13. Yanesui permalink
    21 Oktober 2010 13:43

    Salam kenal pak Edo,

    Kapan ya di indonesia seperti di sana ? hehehe…

    Suarakan dan praktekan terus tentang SAFETY RIDING di Indonesia pak

    Salam sukses.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: