Lanjut ke konten

Sheila: Banyak yang Kurang Sabar

13 Oktober 2010

Sheila, Duta Lalu Lintas. (foto:edo)

GADIS berwajah oval itu tak henti tersenyum. Sesekali melayani permintaan wartawan dan para remaja puteri untuk berfoto bersama. Terik matahari Jakarta, tak menciutkan semangat sang Duta Lalu Lintas, Sheila Purnama Bulan (21).

Selasa (12/10/2010) pagi menjelang siang, Sheila yang ditemui di halaman Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, dengan lugas menjawab pertamaan para wartawan soal kecelakaan lalu lintas. “Banyak orang yang complain soal petugas (Polantas), tapi kan gak mungkin semua ditangani oleh petugas,” papar Duta Lalu Lintas tahun 2010-2011 itu.

Di tengah kondisi lalu lintas jalan Jakarta yang ruwet, bagi mahasiswi jurusan Hubungan Internasional Universitas Al Azhar, Jakarta itu, para pengguna jalan semestinya mentaati peraturan yang ada. “Peraturan dibuat agar lalu lintas nyaman,” sergah Sheila.

Maklum, angka kecelakaan lalu lintas jalan di Jakarta tergolong tinggi. Setidaknya, tiga orang tewas setiap hari akibat kecelakaan pada 2009. Karena itu, bagi Sheila, masyarakat pengguna jalan harus meningkatkan etika saat berkendara. “Masih banyak pengguna jalan yang kurang sabar,” tutur gadis yang pernah menjadi None Jakarta itu.

Sheila mengaku, petugas juga harus terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai peraturan lalu lintas jalan. “Penegakan hukum sudah dilakukan dan saya melihat petugas berusaha bertindak tegas,” katanya.
Dia menyayangkan pengendara yang tidak sabaran dan mengabaikan peraturan lalu lintas jalan. Kini, sebagai Duta Lalu Lintas, Sheila memiliki tanggung jawab untuk turut mensosialisasikan pentingnya etika dalam berlalu lintas. Karena kecelakaan akan merugikan banyak pihak.

Gadis berkulit kuning langsat itu pun buka kartu. “Aku pernah kecelakaan ditabrak motor waktu kelas tiga SMP,” katanya.

Akibat kecelakaan itu, tulang kaki dan tulang belikatnya patah. “Bahkan sempat koma dan dirawat selama satu bulan di rumah sakit, plus recovery dua bulan di rumah,” paparnya menerawang. Syukur deh kini sudah pulih, dan bisa lebih menghayati sebagai Duta Lalu Lintas. (edo rusyanto)

9 Komentar leave one →
  1. Hourex permalink
    13 Oktober 2010 07:30

    Pretamak nya Mbah Edo..

  2. 13 Oktober 2010 07:53

    ayoo mbak…… semangat!!!
    tugas dan tanggung jawab berat ini tidak hanya dibeban anda! tapi semua unsur meliputi pemerintah, swasta, masyarakat dan semua pemakai jalan raya harus melakukan hal yang sama! 😉

    • 13 Oktober 2010 08:34

      Smoga sheila bisa merangkul pengendara yg ugal-ugalan menjadi santun.

  3. 13 Oktober 2010 09:03

    eyang edo, bilangin sheila.. saya mau dirangkul neng sheila. dipeluk2 jg ga pa2 dah demi tertibnya lalu lintas. xixixi

  4. softech_niQ permalink
    13 Oktober 2010 09:13

    ah bro edo bs aja,d pngn ugal2n nih,biar dirangkul mesra mba sheila…hehehe.

  5. AAA permalink
    13 Oktober 2010 09:44

    Ponakan Barong di Para Pencari Tuhan neh…hehe

  6. 18 Maret 2013 11:42

    Subhanallah….anak yang dulu kecil mungil, sekarang tinggi banget….mudah2an masih inget dengan guru2 di SDI Al-Azhar Rawamangun……

Trackbacks

  1. Duta Lantas Itupun Dibatalkan « Edo Rusyanto's Traffic
  2. Kehebohan “Ichiro” dan Jazz Merah | Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: