Skip to content

Motorku Masih Kredit Mas…..

23 Agustus 2010

Pameran motor. (foto:ndee)

ADA dua kejadian menarik perhatian saya baru-baru ini. Tentu saja keduanya terkait soal sepeda motor dan keselamatan jalan.

Pertama, tentang keluhan seorang kawan yang sepeda motor barunya raib dicuri ketika sedang diparkir. Padahal, tenggang waktu kreditnya masih 21 bulan lagi. Kedua, kisah seorang korban kecelakaan yang mengeluh karena sepeda motornya ringsek, di satu sisi masih harus mencicil sekitar 15 bulan lagi. Heemmmmm…..

Hampir semua dari kita tahu bahwa mayoritas pola pembelian sepeda motor di Indonesia melalui sistem kredit. Termasuk saya. Hehehe……

Bukan semata sepeda motor kecil seperti bebek atau skutik, namun juga motor sport bahkan motor gede (moge) yang di atas 250cc, dijual secara kredit. Prosentase yang membeli secara kredit bisa mencapai sekitar 90% dari total penjualan. Artinya, jika sepanjang Januari-Juli 2010 ada 4,3 juta motor yang terjual, sekitar 3,87 juta unit melalui lembaga multifinance.

Saat ini, dengan uang muka Rp 1,5 juta, seorang consumen sudah bisa memboyong sepeda motor idamannya. Cicilan cukup  Rp 541 ribu selama 35 bulan. Bahkan, pada tempat tertentu ada yang cukup membayar uang muka Rp 500 ribu, atau tidak sama sekali. Walahhhh….makin penuh saja jalan raya oleh sepeda motor.

Seorang konsumen di Jakarta mengaku, dia mencicil sekitar Rp 548 ribu per bulan untuk sebuah sepeda motor bebek dengan membayar uang muka Rp 3 juta. “Harus dipaksakan mas, kalau tidak begitu gak pernah bisa membeli motor,” kata Sudi, di Jakarta belum lama ini.

Ya. Banyak masyarakat kita harus rela menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membeli sepeda motor. Istilahnya Sudi, kalau tidak memaksakan diri, gak pernah bisa punya motor. Di tengah ketatnya pendapatan, sedangkan pengeluaran cukup tinggi, setiap konsumen harus pandai-pandai memanfaatkan sepeda motornya. Apalagi, jika alasan utama memakai sepeda motor adalah untuk alat transportasi yang efisien dan efektif. ”Lebih irit pakai motor ketimbang naik angkutan umum,” sergah Dian, salah seorang warga pinggiran Jakarta, suatu ketika.

Biaya Tinggi

Sudah selayaknya jika mengendarai sepeda motor lebih hati-hati. Tidak ugal-ugalan dan mau berbagi ruas jalan. Efektif yang berarti menghemat waktu tempuh jika dibandingkan menggunakan angkutan umum, bukan berarti bisa mengendarai sepeda motor seenaknya. Risiko kecelakaan di jalan menanti setiap saat.

Kecelakaan bisa merugikan banyak pihak. Selain luka di tubuh atau bahkan kehilangan nyawa, biaya untuk pengobatan, dan biaya untuk menyelesaikan cicilan tadi. Baru lima bulan, tabrakan dan motor ringsek berat. Cicilan harus jalan terus. Padahal, kita tahu harga motor yang dibanderol Rp 13,84 juta, jika dibeli secara kredit harganya menjadi Rp 20,5 juta dalam tenggang waktu 35 bulan dan uang muka Rp 1,25 juta.

Apes banget, badan remuk, motor ringsek, tapi masih harus bayar cicilan motor. Eeee…belum lagi harus bayar biaya rumah sakit atau mengganti kerugian korban yang kita tabrak.

Ya. Kecelakaan berdampak secara ekonomi kepada korban dan keluarga sang korban. Lantas, untuk apa ugal-ugalan sehingga terlibat kecelakaan? Maklum, konon, banyak kecelakaan yang diawali oleh perilaku melanggar aturan lalu lintas alias ugal-ugalan. (edo rusyanto)

16 Komentar leave one →
  1. 23 Agustus 2010 17:05

    awas terbujuk oleh setan kredit.. 😀

  2. 23 Agustus 2010 17:11

    sekali ngutang akan ketagihan

  3. snalpot99 permalink
    23 Agustus 2010 17:22

    susah memang ibarat lingkaran, pengen tidak ngutang tp ga punya, pengen cash tapi ga ngumpul2 😀

    • 23 Agustus 2010 17:44

      sebuah pilihan yg butuh keberanian ya bro. ane juga pernah merasakan hal itu. tetap smangattt…..

  4. masterXeon permalink
    23 Agustus 2010 19:42

    ya…
    ape mau di kate….
    begitulah nasib kite-kite orang kecil di tanah air indonesia ini…..

  5. 23 Agustus 2010 19:43

    kadangkala merasa bahwa naik Ninja 250 R cocok buat saya karena terlihat gagah, tetapi begitu sekali saja naik Vixion di tengah kemacetan, batal demi kenyamanan membeli ninja 250 R. oh ya sebenarnya batal demi dompet (uang) kok. :mrgreen:

  6. masterXeon permalink
    23 Agustus 2010 19:50

    sudah ada rencana pembatasan premium bagi pengguna sepeda motor….
    sudah ada rencana juga untuk melarang sepeda motor masuk jalan protokol…

    sementara itu….

    pemilik2 mobil mewah semakin mendapatkan fasilitas wah….
    sudah di berikan jalan tol yang mulus…..
    sekarang protokol mau di monopoli pula….

    ah nasib orang kecil di tanah air indonesia ini, yang hanya sanggup beli motor….
    sudah kehujanan kalau hujan…,
    kepanasan kalau panas…
    kedinginan kalau dingin…..

    eh…., masih juga semakin di gencet sama peraturan yang di buat oleh orang-orang yang berduit…, yang sudah memonopoli fasilitas tadi itu…

    oh…, nasib……

    • 23 Agustus 2010 19:54

      tetap smangatttt. pesepeda motor adalah orang yg gigih, bertahan hidup di tengah sistem transportasi publik yg belum aman, nyaman, dan terjangkau secara akses dan finansial. transportasi publik masih karut marut, sepeda motor masih jadi alternatif.
      walau demikian, tetap smangat. trims dah sharing, salam.

  7. masterXeon permalink
    23 Agustus 2010 20:02

    itulah kenapa sering kita mendengar ucapan orang kecil demikian…..
    ” AKU CINTA BANGSA INDONESIA,
    TAPI AKU TIDAK CINTA TANAH AIR INDONESIA”…

    kenapa bisa begitu…?

  8. jahe erka permalink
    23 Agustus 2010 21:10

    alhamdulillah meski naek bebek..tp cashh, bebas rasa gak enak atil klo tiap bulan hrs kepotong duid bwt ngangsur wkwkwkw

  9. 24 Agustus 2010 02:05

    alhamdulillah ortu mewariskan motornya….bro-bro skalian apa gak diwarisi motor ya?

  10. adicuzzy permalink
    24 Agustus 2010 08:08

    wah,masih kredit laptop buat ngeblog ane :mrgreen:

    • 24 Agustus 2010 11:23

      bisa aja bro, trims yah.

  11. jeng rondho permalink
    24 Agustus 2010 08:24

    setuju.. jangan ugal2an lah.. palagi klo “sama-2” masih kredit!! kmrn ane jd korban ke biadaban oknum rider motor di blakang atmajaya smanggi. smoga ybs mendapat balasan yg setimpal someday!!!

  12. raya permalink
    24 Agustus 2010 12:45

    kalo kredit biasanya ada asuransinya kan? fif ada tuh.. tagih aja asuransinya, dapet sedikit penggnti, buat kredit lagi..

    • 24 Agustus 2010 13:10

      trims infonya bro raya, salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: