Lanjut ke konten

Kemana Dikau Kanzen?

13 Agustus 2010

foto:edo

“Sebuah Bangsa dapat menentukan nasibnya sendiri hanya jika mampu untuk berdiri sendiri”  Rini Mariani Soemarno (PT Inti Kanzen Motor).

foto:edo

KALIMAT di atas masih terpampang di situs http://www.intikanzenmotor.com, seakan mengingatkan kita bahwa ada upaya anak bangsa yang ingin mewujudkan sepeda motor nasional di tengah hangar binger serbuan para principal asing.

“Karena inilah Kanzen bertekad untuk menciptakan sepeda motor karya rancang bangun putra-putri Indonesia. Kanzen yakin bahwa bangsa Indonesia sendiri yang dapat memahami kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam,” tulis manajemen Kanzen di halaman utama situs mereka.

Kini, sejak didirikan pada tahun 2000, kondisi produsen Kanzen seakan lesu akibat di tengah persaingan yang ketat. Perusahaan yang dikomandoi mantan menteri perindustrian, Rini Suwandi itu, seakan kehabisan daya. Volume penjualannya terus menurun, pararel dengan penguasaan pangsa pasar (market share) yang terus melorot.

Padahal, produk sepeda motor bebek dan skutik Kanzen tak kalah berkualitas dibandingkan besutan prinsipal Jepang. Namun, fakta berbicara lain, bahkan, ketika para produsen menikmati puncak pasar sepeda motor pada 2008, Kanzen hanya mampu melego 31.919 unit. (lihat grafik)

Raihan tersebut hanya setara dengan 0,50% pangsa pasar sepeda motor nasional yang pada saat itu mencapai 6,2 juta unit. Puncak tertinggi sepanjang sejarah.

Kanzen yang juga anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), dikenal sebagai produk yang diciptakan anak negeri. ”Saya yakin dibawah kepemimpinan Ibu Rini, perusahaan ini akan tumbuh berkembang menjadi sebagaimana yang dicita-citakan, bukan hanya sebagai kebanggaan nasional tapi dapat menjadi kebanggaan dan bisa dipasarkan diseluruh dunia,” ujar Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat meresmikan peluncuran motor Kanzen Taurus Ultima, di Karawang, 23 Juni 2006.

Kini, Kanzen yang memiliki pabrik di Karawang, Jawa Barat itu, tertatih-tatih bersaing dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor asal Jepang seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Volume penjualannya terus meredup, bahkan pada 2009, hanya sebanyak 3.141 unit. Padahal, tahun-tahun sebelumnya masih mampu menjual puluhan ribu unit.

Semoga Kanzen bisa bertahan sehingga apa yang dilontarkan Presiden SBY bisa tercapai. ”Kami dorong, mudah-mudahan perusahaan ini tumbuh dengan baik dan menjadi kebanggaan kita serta dapat hadir di belahan dunia, dimanapun juga,” tutur Presiden saat itu. (edo rusyanto)

31 Komentar leave one →
  1. au_ah permalink
    13 Agustus 2010 09:14

    menurut om edo, sebenernya apa sih yg salah dgn kanzen?
    Produknya sendiri yg kurang kompetitif atau kurangnya promosi?

    • 13 Agustus 2010 11:13

      pertanyaan yg dahsyatttt….saya pernah pakai produk kanzen jenis bebek, kualitasnya? gak beda jauh dengan bebek besutan prinsipal lain. artinya, kualitas bukan satu-satunya untuk bertahan hidup dalam persaingan bisnis sepeda motor. manajamen kanzen pasti memahami. unsur lain, memang butuh promosi yg tepat. butuh inovasi produk. butuh strategi lain yang tak terlihat. salah satunya melakukan peer education. nah loh, apa pula ini? hehehe….nanti kita diskusi khusus soal yg satu ini. btw, trims yah, salam.

  2. roemang permalink
    13 Agustus 2010 09:27

    di mana-mana juga kalo produk lokal mau bertahan harus ada insentif dari pemerintah…
    yo kalo ini dibiarkan…artikel yg saya baca ini menjadi informasi terakhir dari sebuah pabrikan yang bernama kanzen..kebanggaan yg hilang..

    mungkin kata orang jawa…namanya “keberatan”
    kata kanzen khan dari jepang…coba ganti jadi lebih lokal

    hehehehehe

    wah blog r2 yg lain!
    salut!

  3. 13 Agustus 2010 09:30

    Keduax
    mungkin kualitasnya kurang om, makanya orang pada kapok, coba dibenahi lagi 🙂

    Numpang promosi ya om

    Suzuki dan Kevin Schwantz di Tahun 1990-an

    http://motorkencang.wordpress.com/2010/08/13/50-tahun-suzuki-di-kancah-balap-dunia-part-4-1990s/

  4. arinugroho84 permalink
    13 Agustus 2010 09:53

    Paling2 budaya legendaris menyerang…ada pihak yg ngambil untung pribadi,so visi dan misi perusahaan ga tertopang. Cmiiw 😀

  5. 13 Agustus 2010 11:15

    pemerintah terlalu ngejar
    gengsi. Mobil dinas pilih yang
    mahal. Motor juga. Coba kalo
    tiap motor plat merah, motor
    polisi, motor tentara, diwajibkan
    pake kanzen… Udah berapa unit
    tuh

  6. 13 Agustus 2010 11:19

    kasihan ya kanzen…

    slah dinama….mungkin

  7. Jupeee permalink
    13 Agustus 2010 11:33

    coba namanya jangan Kanzen (mirip bahasa China).. jadi orang mikirnya ini produk MoCin.

  8. raga permalink
    13 Agustus 2010 12:59

    mdh2n kanzen bs maju..

  9. thinx_speed C-039 permalink
    13 Agustus 2010 13:07

    – mungkin namany jangan kanzen…., lebih nasional lah….
    – truz jgn produksi bebek, mungkin lebih prefer ke arah sport n trail jdi lbih segmented atau atv, or kndaraan niaga….
    – promony d geber….
    – so bangun brand image sendiri…

  10. 13 Agustus 2010 14:54

    Apa yg salah dgn Kanzen? imho :
    1. Salah nama, coba namanya NUSANTARA ato apa gituuu mestinya nasionalisme rakyat akan sedikit t6erbangkit ….
    2. Salah Strategi, harusnya klo mo berdarah2 di kelas bebek harus nyiapin modal yg gedhe sekedar untuk promosi dan inovasi, kenapa ga betarung aja dikelas yg relatif blom gede, misalnya luncurin mongtor sport macem strategi Minerva yg mulai menancap di benak konsumen

    • 13 Agustus 2010 17:19

      trims sharingnya bro, jangan bosan yah mampir ke sini, salam.

  11. Basho permalink
    13 Agustus 2010 15:17

    Kanzen!!! Bukan…capcay neee!!!

  12. arif permalink
    14 Agustus 2010 04:49

    Modelnya kurang banyak, pdhl secara mutu lumayan ga kalah. Waktu liat taurus udh lumayan paling batok lampu aja yg diubah. tp kok ga ada produk baru lagi ya. harusnya pemerintah pake nih motor buat operasional kantor. kaya di malaysia dan china harus pake produk sendiri. jd buat promo tdk langsung. gmn pak pemerintah neh.

  13. 15 Agustus 2010 05:27

    haduh. yang jual/dealernya aja gatau dimanah.. namanya kanzen mindsetnya jadi mocin..

    • Mat permalink
      18 Agustus 2010 08:36

      Di otista dielernya masih berdiri kokoh bro……
      kalo namanya kanzen dan logo juga mirip2 H***A mending ganti aja deh…

  14. 25 Agustus 2010 12:06

    ganti namanya, jangan berbau “Cina” atau “jepang” seperti India pake nama “TVS”

  15. arif setiabudi permalink
    28 Agustus 2010 14:44

    saya tambah yakin untuk membeli kanzen untuk kendaraan operasional ke sekolah (jalan rusak, berlumpur)…

  16. 3 September 2010 09:53

    mengutip pernyataan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata, Kanzen masih tercatat dalam keanggotaan AISI. “Hanya memang keberlangsungannya masih terus dipertanyakan apakah mereka akan tetap ikut AISI atau tidak.
    Apa yang terjadi pada Kanzen, paparnya membuktikan betapa kompleksnya industri automotif di Tanah Air. “Para pelaku industri jangan cuma bisa produksi saja, tapi harus pikirkan image yang tepat, produk yang baik, serta harga yang cocok bagi konsumen di dalam negeri, ini yang jadi PR semua industri automotif di Indonesia. (okezone.com)

    btw…numpang promosi ya om…
    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5187444

  17. 10 Oktober 2010 20:44

    namanya jangan Kanzen. ganti yang lebih indonesia..

  18. 2 November 2010 09:55

    Spare partnya d murahin dong.promosi d bnyakin.trima saran konsumen.slama ni scudetto k bengkel kymco ok2 ja

  19. Yohannes permalink
    29 Maret 2011 12:32

    Menurut saya. Mgkin kanzen.mesti mempermanis modelnya deh,scara rakyat indo skrg dah stylish d samping buat operasional aja. He he he. N bner kt2 teman2. Klo pjabat n aparat aje ga mau pake atw mencintai produk dlm negeri. Gmane kita rakyat2nye

  20. nawi permalink
    15 Juli 2011 19:18

    saya pake kanzen tahun 2008 sampai sekarang tetap oke…..Pemerintah cuma ndukung waktu pembukaan aja…realitanya manaaa….? pantang menyerah kanzen.

  21. Ank permalink
    16 November 2011 08:16

    Kurang promosinya. Saya juga tahu ada Kanzen dari internet. Pemerintah juga kurang mendukung.

  22. winarto hardjosoekarto permalink
    16 Desember 2011 13:59

    Kalau memang pemerintah itu nasionalis, mengapa kendaran kedinasan tak pakai produk nasional? Mana keteladannya?

  23. raden permalink
    10 Januari 2012 14:50

    Kanzen tetap Kanzen nasib-a bakal sama dng Timor..

  24. anda permalink
    7 September 2012 19:58

    Kanzen

  25. mashan permalink
    20 Januari 2014 14:21

    hem munkin ada unsur politik. kalok pruduk lokal berjaya yah pasti tidak dapat vi .
    liat aja semua impor. dari makanan, pupuk,daging, dll padahal kalok di itung2 itu bisacukup lo……. hahahahahaha

  26. 9 Februari 2014 01:34

    kan pt kanzen bangkrut trs di ganti sma perusahaan apa?

  27. paijo permalink
    5 Agustus 2014 08:14

    1. Salah nama 2. salah logo 3. salah produksi 4. salah promosi 5. ga didukung pemerintah

Trackbacks

  1. Tweets that mention Kemana Dikau Kanzen? « Edo Rusyanto's Traffic -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: