Lanjut ke konten

Korban Kecelakaan Terus Bertambah

10 Agustus 2010

foto:edo

SOROT mata pria muda itu kosong. Wajahnya pucat. Di jari tangan dan kaki mengucur darah.

”Siapa yang bisa dihubungi? Teman kantor?” Tanya seorang pria yang coba membantu pria malang korban kecelakaan lalu lintas jalan yang jarinya berdarah.

Siang itu, sang pria korban kecelakaan sedang menjalankan tugasnya mengantarkan surat. ”Namanya ada di paling atas, itu teman kantor saya, minta tolong dia suruh kemari pak,” seru sang pria yang mengendarai sepeda motor bebek sambil meringis.

Selanjutnya, komunikasi via telepon seluler pun berlangsung mulus. Walau sempat sang penerima telepon menganggap itu adalah informasi kelakar alias becanda. Setelah diyakinkan akhirnya mereka mengerti bahwa salah satu karyawan mereka mendapat musibah kecelakaan, tangannya luka, sehingga tak bisa mengendarai motor. Untuk itu diminta dijemput.

Petugas kepolisian yang belakangan hadir hanya memastikan apakah sang korban tidak cedera serius. Selebihnya, membantu mencairkan konsentrasi massa yang ingin melihat sang korban sehingga membuat tumpukan kendaraan di sekitar jalan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan itu.

Ya. Korban kecelakaan lalu lintas jalan di Jakarta seakan tak pernah reda. Coba tengok data semester pertama 2010. Menurut Ditlantas Polda Metro Jaya, korban kecelakaan meningkat 20,40% menjadi 5.323 orang, dari 4.421 orang pada semester pertama 2009.

Ironisnya, korban luka berat naik 31,54% menjadi 1.889 orang. (lihat tabel)

Bagaimana dengan korban meninggal? Meski jumlahnya menurun 11,95% tetap saja cukup tinggi yakni 501 jiwa atau rata-rata sekitar 3 jiwa per hari.

Kenapa mesti terus bergelimpangan korban kecelakaan? Ini dia penyebabnya. Dari 4.129 kasus kecelakaan sepanjang enam bulan pertama 2010, hampir 3.743 kasus karena faktor manusia alias pengendaranya. Selebihnya faktor kendaraan (8,23%) dan jalan (1,11%).

Hal yang cukup memprihatinkan adalah sekitar 59,52% kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor. Sedangkan korban tewas akibat kecelakaan dari kalangan pengendara sepeda motor atau bikers mencapai 301 jiwa atau 60,07% dari total korban tewas. Memprihatinkan.

Apakah karena populasi sepeda motor di Jakarta lebih dominan dibandingkan kendaraan lain? Maklum, hingga Juli 2010, ada sekitar 7,5 juta sepeda motor di Jakarta, sedangkan mobil sekitar dua juta unit. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. raga permalink
    10 Agustus 2010 22:43

    jadi serem hbs baca..

  2. 11 Agustus 2010 06:00

    minggu lalu juga adik teman saya meninggal karena kecelakaan, make motor lagi….
    hummmm salam kenal gan!!

    http://dedewinasis.wordpress.com
    http://www.oneklikpulsa.com

  3. lexy permalink
    11 Agustus 2010 12:06

    Melihat data di atas jelas faktor manusia menjadi penyebab utama (90%) kecelakaan. Sangat disayangkan, bearti segi pengendara lah yg perlu terus diperbaiki. Thanks to bro Edo yg terus mengingatkan pentingnya safety awareness dlm berkendara. Keep going bro..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: