Lanjut ke konten

Spion Tunggal di Bali

24 Juli 2010

ADA yang menarik dari para pengendara sepeda motor di Bali. Banyak yang gemar memakai kaca spion tunggal. Mulai dari motor keluaran lima tahun silam sampai yang baru dirilis beberapa bulan lalu.
Pemandangan sepeda motor berspion tunggal mudah terlihat mulai dari tengah kota Denpasar, hingga pinggiran kota, apalagi jauh di pelosok, seperti di Negare dekat Gilimanuk.
“Kebiasaan memakai spion satu sudah sejak belasan tahun,” papar Gede, seorang karyawan swasta di Denpasar, Sabtu (24/7/2010).
Ia menuturkan, awalnya bahkan banyak yang gemar tidak memakai spion. Setelah ada penertiban dan aturan lalu lintas terbaru, Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), para pengendara mulai memakai spion, walau tunggal. “Yang penting di atas stang dan umumnya di bagian kanan,” tutur Wayan, seorang warga Denpasar.
Dia menuturkan, sejak 1983, ketika dirinya kelas satu SMA sudah ada fenomena spion satu. “Saya juga pakai spion satu di di kanan setang karena lebih penting untuk melihat kendaraan yang hendak mendahului. Alasan pakai spion satu karena repot saat parkir atau masuk gang ke rumah,” kata pria pemakai skutik itu.
Bagi, Nada, seorang warga Negare, memakai spion satu tidak ditilang asal tidak memakai spion kecil. “Spion satu di kanan masih cukup membantu,” katanya.
Pemakaian spion bermanfaat untuk pengendara motor memastikan situasi cukup aman ketika berbelok. UU No 22/2009 tentang LLAJ mensyaratkan setiap kendaraan wajib memakai spion. Sanksi bagi pelanggar ketentuan adalah denda maksimal Rp 250 ribu atau kurungan badan maksimal satu bulan.
Namun, tunggu dulu, UU tersebut hingga Juli 2010 belum dilengkapi peraturan pemerintah (PP) selaku peraturan pelaksana terkait spion. PP yang lama, turunan dari UU 14/1992 tentang LLAJ mensyaratkan spion minimal satu. Tak ada aturan, ditaruh di kanan atau kiri setang motor. (edo rusyanto)

14 Komentar leave one →
  1. zaky permalink
    24 Juli 2010 23:47

    pertamaaaxxx,,,,,,

  2. 25 Juli 2010 00:04

    Keduaxxx

  3. KillBill1 permalink
    25 Juli 2010 00:07

    lebih baek stereo kanan kiri,manfaatnya jauh lebih banyak dibanding repotnya. Hanya karna belum terbiasa saja maka tidak memakai spion double.

  4. 25 Juli 2010 00:14

    Gagal Podium 😦
    Baca dulu om 😀

  5. 25 Juli 2010 00:24

    Di surabaya malah harus sepasang om 😀
    aga janggal juga liat cuma sebelah 🙂

  6. 25 Juli 2010 06:12

    Setuju bro, padahal, spion dua saja bikers harus head check untuk memastikan situasi aman saat hendak berbelok.
    Btw, di Surabaya apakah dirazia jika spion tunggal?

    Trims all

  7. 25 Juli 2010 08:56

    di Jogja masih itu..spion satu..tp disemarang kudu 2….kalo satu ditilang :mrgreen:

  8. 25 Juli 2010 09:19

    Dulu pas waktu touring ke bali,pas dibanyuwangi diberi nasehat spion kudu 2,sein kudu kuning gak blh putih,terpaksa beli spion& sein dadakan..(didaerah lain blum wajib spion 2)Kata biker banyuwangi bali ketat and disiplin bngt aturan lalu lintasnya,.Emg sih pas keluar masuk pelabuhan gilimanuk smua spd motor dicek secara detail.

  9. 25 Juli 2010 12:54

    @ om asmara
    betul banget om, temen ane yang dari semarang bilang kalo spion disana harus dua :matabelo:

    [breaking news]ada pembalap cewe di tim rizla suzuki
    http://motorkencang.wordpress.com/2010/07/25/breaking-newsada-pembalap-cewe-naik-motor-tim-rizla-suzuki-motogp-di-laguna-seca/

  10. 26 Juli 2010 10:20

    hahaha….
    yg lebih parah..spion cuman sebelah, kecil, ngadepnya kebawah..ato kacanya pecah 😀
    motor pertama ane spionnya cuman sebelah, kerna drat spion sebelah kirinya patah 😀

  11. 26 Juli 2010 12:26

    Dulu itu.. Klo skrg lebih cakep klo seimbang.

  12. Supra XX permalink
    26 Juli 2010 12:28

    solo juga harus ki-ka klo gak mau disemprit
    tidak berlaku untuk vespa

  13. Killbill1 permalink
    27 Juli 2010 10:01

    spion yang stereo lebih luas cakupan area belakang yang bisa kita lihat.

  14. AD! permalink
    28 Juli 2010 11:44

    Wah dari saya SD juga spion di kotaku bisa satu saja, klu tdk ada 2 2 nya baru ditilang, sampai sekarang masih aturannya seperti itu.
    Pengalaman nih pertama kali naik motor ke Jakarta trs ada razia polisi dia bilang saya melanggar aturan sebab spionnya cuma satu, trs saya bilang “pak klu dikotaku spion satu juga tdk apa – apa”… trs polisinya bilang… “ya kan itu di kotamu beda sama disini”… trs saya bingung Aturan Lalulintas itu berlaku seindonesia atau perkota??? kok bisa beda sih aturannya tiap kota… ini yg salah siapa … saya… atau polisi itu… atau Pemerintah yg berwenang mengatur aturan Lalulintas… atau salah siapa… ? lha sampai sekarang aturan di jalannya masih seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: