Lanjut ke konten

Siapa Sang Penyelenggara Jalan? (bagian 2)

12 Juni 2010

Pembangunan jalan di Bogor. (foto:edo)

Regulasi kita dalam UU No 38/2004 tentang Jalan menyatakan, penguasaan atas jalan ada pada negara. Pemerintah dan pemerintah daerah berwenang melaksanakan penyelenggaraan jalan.

Wewenang pemerintah dalam penyelenggaraan jalan meliputi penyelenggaraan jalan secara umum dan penyelenggaraan jalan nasional. Wewenang itu meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan.

Sementara itu, wewenang pemerintah provinsi dalam penyelenggaraan jalan meliputi penyelenggaraan jalan provinsi yang meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan jalan provinsi. Namun, jika belum dapat melaksanakan sebagian wewenangnya, pemerintah provinsi dapat menyerahkan wewenang tersebut kepada pemerintah pusat.

Selanjutnya, wewenang pemerintah kabupaten dalam penyelenggaraan jalan meliputi penyelenggaraan jalan kabupaten dan jalan desa. Sedangkan wewenang pemerintah kota dalam penyelenggaraan jalan meliputi penyelenggaraan jalan kota. Wewenang penyelenggaraan jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan.

Jika pemerintah kabupaten/kota belum dapat melaksanakan wewenang dapat menyerahkan wewenang tersebut kepada pemerintah provinsi.

Detail mengenai wewenang penyelenggaraan jalan provinsi diatur dalam peraturan pemerintah.

Sanksi pidana

Sejumlah aturan dan sanksi mengancam para penyelenggara jalan. Misalnya saja, dalam pasal 273 ayat 1, UU No 22/2009 yang menyatakan bahwa setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara maksimal 6 bulan atau denda maksimal Rp 12 juta.

Lalu, pada pasal yang sama ayat 2 dikatakan dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp 24 juta.

Sedangkan pada ayat 3 nya disebutkan bahwa  dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 120 juta.

Sementara itu, bagi penyelenggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 juta.

Artinya, para korban kecelakaan lalu lintas jalan bisa mengajukan tuntutan kepada sang penyelenggara jalan? Wow! (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. Ariel permalink
    12 Juni 2010 17:26

    Salam kenal Bang,,,
    Udah baca SSPJ edisi 1 & 2, tp masih bingun….
    Lhah lantas seandainya kita pgn nuntut (semisal) ada kecelakaan yg disebabkan oleh
    jalan yg ga layak, itu ditujukan kpd siapa?
    PU nya kah? Menteri kah? Kepala Daerah kah???
    No offense, tp mengingat birokrasi Endonesa yg udah terkenal ke mana2 (atas kompleksitas & korupsinya; sigh), UU tsb koq serasa “angin surga” aja
    Hare gene mo nuntut pemerintah, On Court????
    Plis deeeeehh……

    • 12 Juni 2010 18:57

      salam kenal juga bro. artikel ini terdiri atas tiga seri. besok turun yg terakhir.
      soal menuntut penyelenggara jalan yg lalai sehingga menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas jalan memang belum ada preseden. tampaknya jalan masih panjang. smoga undang undang ini tidak sekadar bagus di atas kertas. siapa yg dituntut? itu dia, makanya ane coba kaji, ternyata setiap jalan ada penanggungjawabnya selaku penyelenggara jalan. hmmm….
      btw, trims atensinya ya bro. salam

Trackbacks

  1. Woiii Kemana Sang Penyelenggara Jalan « Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: