Lanjut ke konten

Menteri Pun Bisa Ditilang

6 Mei 2010

foto:edo

JANGAN coba-coba melintas di lajur busway. Lajur tersebut memang hanya diperuntukan bagi angkutan massal Trans Jakarta, moda transportasi angkutan umum dengan sistem khusus. Lajurnya khusus, halte dan terminalnya pun khusus. Bahkan, sistem transportasi yang dimulai sejak 2004 itu, manajemen pengoperasiannya pun khusus, misalnya, sang sopir digaji bulanan dengan angka di atas rata-rata, yaitu bisa mencapai Rp 2 juta per bulan.

Risiko melintas di lajur busway cukup tinggi. Selain berisiko tertimpa kecelakaan, kendaraan non-Trans Jakarta yang melintas bisa ditilang. Salah satunya adalah kendaraan dinas RI 32 yang ditumpangi Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Aljufrie. Mobil RI 32 melintas lajur busway di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/5/2010). Meski Mensos sudah meminta maaf dan mendatangi Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, hukum tetap ditegakkan.

“Dia (sopir Mensos) dikenakan denda Rp 500 ribu karena telah melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 ayat (4) huruf a,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono, seperti dikutp Detikcom, Kamis (6/5/2010).

Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada pasal 106 ayat (4) menegaskan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan: a. rambu perintah atau rambu larangan; b. marka Jalan; c. alat pemberi isyarat lalu lintas; d. gerakan lalu lintas; e. berhenti dan parkir; f. peringatan dengan bunyi dan sinar; g. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau h. tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain.

Untuk para pengguna jalan yang melanggar ketentuan tersebut bakal terancam sanksi pasal 287 ayat (1) setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (4) huruf a atau marka jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Lajur busway memang hanya untuk Trans Jakarta. Condro mengatakan, seperti dilansir Detik.com, busway sebenarnya bisa dilalui kendaraan non-Trans Jakarta jika jalan arteri benar-benar tidak dapat dilalui. Polisi bisa melakukan diskresi. “Tapi untuk kepentingan yang lebih besar, misalnya karena jalur arterinya banjir dan tidak bisa dilalui lagi. Kendaraan dengan diskresi polisi boleh melalui busway atau tol,” jelasnya.

Terus Naik

Aturan yang terkandung dalam pasal 106, UU No 22/2009 bukan tanpa alasan. Jika terkait lajur busway, fakta membeberkan, sejak dioperasikan 2004, tren kecelakaan di lajur itu terus membubung. Tahun 2008, tercatat 167 kasus yang menelan 13 korban jiwa dan 42 orang luka-luka. Ironisnya, meningkat menjadi 268 kasus pada 2009. Tahun itu, 12 orang meninggal dunia dan 36 orang luka berat.

Bagaimana pada 2010? Sepanjang Januari-awal April 2010, terdapat 109 kasus dengan korban jiwa 3 orang, 6 orang luka berat, dan 28 orang luka ringan.

“Tingginya angka kecelakaan di jalur busway terjadi akibat masuknya kendaraan, baik roda dua atau lebih, ke jalur busway di luar Trans Jakarta,” kata Gunardjo, kepala Pusat Pengendalian BLU Transjakarta, beberapa waktu lalu.

Hal itu, kata dia, menunjukkan kurangnya disiplin masyarakat pengguna jalan dalam berlalu lintas. Duh, diajak disiplin aja kok susah yah? (edo rusyanto)

5 Komentar leave one →
  1. 6 Mei 2010 13:57

    Wajah semrawutnya lalu lintas ibu kota……tinggal nunggu waktu aja, jakarta macet total di semua ruas jalan…..

  2. 6 Mei 2010 14:03

    bagus deh…tilang tanpa pandang bulu…jangan cuman yg kecil2 aja yg ditilang…giliran a(ke)parat negara yg ngelanggar, diem aja…
    berharap ngga cuman tilang kecil yg ditindak, yg gede2 juga ditindak 😀

  3. 6 Mei 2010 16:25

    gitu dong pak polisi……

  4. 6 Mei 2010 16:51

    wah bagus itu….ane salut :mrgreen:

  5. 6 Mei 2010 22:10

    semoga ke depan, tetap tegas dan konsisten terhadap aturan yg ada. amiennn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: