Lanjut ke konten

Perilaku Buruk Bisa Memicu Kecelakaan?

24 April 2010

foto:edo

PEKAN keempat April 2010, publik dikejutkan oleh dua kecelakaan lalu lintas jalan yang melibatkan sepeda motor, pesawat terbang, dan kereta api.

Khusus mengenai sepeda motor tertabrak pesawat terbang, merupakan kasus pertama yang terjadi sepanjang sepuluh tahun terakhir. Sebagaimana diberitakan detik.com, sepeda motor naas melintas di area Bandara Budiarto, Curug, Tangerang, Banten ketika pesawat latih yang dipiloti Teeza Ariaputra (27) akan landing, akibatnya sepeda motor itu terserempet sayap pesawat. Pesawat pun oleng dan jatuh. Sang pilot dan satu siswa Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Sephazka Abdillah harus dirawat di rumah sakit karena luka parah. Namun, Teeza pun menghembuskan nafas di Siloam Hospital Karawaci, Jumat (23/4/2010).

Kecelakaan yang terjadi Senin (19/4/2010) itu juga merenggut dua nyawa penumpang sepeda motor yakni Yopie Hermawan dan Azzurman.

Kenapa sepeda motor bisa melintas di kawasan yang seharusnya amat terlarang bagi kendaraan lain?

Belakangan, pengelola bandara itu bakal meningkatkan sistem pengamanan dengan membangun pagar di sekeliling bandara tersebut.

Kecelakaan kedua yang cukup memilukan adalah ketika Nurdin Bursa (54) warga Kelapa Dua Wetan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tewas mengenaskan, saat menerobos kereta api di Pejompongan Jakarta Pusat, Jumat (23/04/2010) pukul 09:45 WIB.

Seperti dikutip http://www.lantas.metro.polri.go.id, Bripka Yuswantoro selaku operator radio TMC Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa korban mengendarai motor Tornado bernomor B 3787 RL.

“Pada saat kejadian korban tidak melintas melalui pintu perlintasan kereta, namun saat kereta hendak melintas korban menyerobot melalui gang samping pintu, hingga akhirnya motor terseret,” jelas dia.

Perilaku sebagai pemicu

Fakta dan beberapa penelitian menyodorkan kepada kita selaku pengguna jalan, perilaku menjadi salah satu pemicu kecelakaan yang memilukan. Tak pelak, para penggiat keselamatan jalan selalu mengobarkan pentingnya mengubah perilaku ugal-ugalan menjadi lebih santun saat di jalan. Ugal-ugalan dan tidak mentaati aturan lalu lintas termasuk kategori perilaku buruk saat berkendara.

Perilaku yang taat pada aturan lalu lintas jalan dan saling menghargai sesama pengguna jalan menjadi amat vital untuk meredam potensi kecelakaan, termasuk untuk mengurangi risiko jika tertimpa kecelakaan.

Akar dari perilaku saat berkendara adalah kemampuan setiap pengguna jalan untuk meredam emosi. Kesabaran dalam menghadapi segala dinamika saat di jalan harus terus diperkuat. Kian sabar seorang pengguna jalan, kian tinggi pula kemampuannya menutup celah potensi kecelakaan.

Kian emosional seorang pengendara, kian terbuka pula peluang untuk membuyarkan konsentrasi saat berkendara. Tak aneh, jika Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mengatur soal pentingnya pengendara berkonsentrasi saat berkendara.

Lihat saja di pasal 106 ayat (1) setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Untuk masalah ini, UU yang diteken Presiden SBY pada 23 Juni 2009 itu, memasang ganjaran cukup serius. Tengok saja pasal 283 yang menyebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Apa yang dimaksud dengan konsentrasi dan apa saja yang dianggap mengganggu konsentrasi?

Penjelasan pasal 106 dalam UU No 22/2009 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. 25 April 2010 17:19

    Pemicu kecelakaan adalah perilaku buruk.
    Pemicu perilaku buruk adalah tidak adanya safety awareness.
    Tidak ada safety awareness adalah karena tidak tahu ? tidak perduli ?

    Jadi yang diperbaiki apakah perilaku buruknya ?
    Atau Safety Awareness nya yang ditingkatkan ? atau
    Peraturan yang disosialisasikan ?

    Mana yang lebih dahulu ?

    • 25 April 2010 17:29

      bagi saya, prioritas adalah membongkar mentalitas jalan pintas. (nah loh, apalagi ini?) yakni mentalitas mau enaknya sendiri. memang membutuhkan perangkat dan waktu yg panjang.

      krn itu, sebagai gerakan sampingannya, terus disosialisasikan aturan lalin yg ada saat ini. penekanan utamanya adalah ada apa di balik aturan itu? masyarakat harus diajak memahami bahwa sebuah pasal dalam aturan itu lahir krn fakta empirik yg kritis. mengerikan. dan bakal merugikan banyak pihak jika tidak dihentikan.

      soal bagaimana menyikapi itu, biar para ahli ketrampilan berkendara yg turun tangan.

      sbg konklusi, sosialisasi aturan dilakukan dengan komprehensif, bukan sekadar ada sanksi denda dan perdata. tapi, alasan di balik aturan itu dan imbasnya jika tidak ditaati. persoalannya, bisakah semua menerima argumen itu?

      trims atensinya bro.

      • dony permalink
        26 April 2010 11:40

        setuju sama om EDo…….mental kita sendiri selaku engendara yg harus di rubah,,,,,

  2. Bhayu permalink
    26 April 2010 00:59

    Skrg, ane dah pensiun dr Ratu Motor Cibubur.

    Mampir ya di Citra Motor, Jl. Bungur Besar – JakPus.

    Btw, bgmn caranya jadi anggota IBC nih???

    • 27 April 2010 15:34

      wah merambah karir baru yah?
      masuk IBC? gampang bro, tinggal isi formulir terus ikut kegiatan2nya dong, hehehe…salam

  3. 27 April 2010 14:38

    knp y bnyak yg suka ugal-ugalan padahal klo dah celaka baru tau rasa. mungkin memicu adrenalin y? padahal klo skedar memicu ada yg lebih positip ikutan balapan resmi, naik bom2car atau Bunuh diri kayanya memacu adrenalin banget! haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: