Lanjut ke konten

Jakarta Punye Kite

28 November 2009


foto:edo

JAKARTA punya siapa? Ada yang nyeletuk…”Ya, punya semua penduduk Indonesia.”

Gak salah, kalau kemudian stasiun televisi ANTV mengulik rubrik Jakarta Punye Kite, setiap Senin-Jumat, pukul 21.30-22.30 WIB. Lalu, apa kaitannya dengan keselamatan berkendara di jalan?

Ceritanya begini. Pada edisi, Jumat (27/11), topik yang dibahas adalah seputar transportasi. Duduk sebagai pembicara Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Lulung AL, Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Riza Hasyim, dan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin. Talkshow yang dipandu Ronal dan Anya Dwinov itu juga menampilkan sosok Ahmad Dhani, sang penyanyi kondang. Tak lupa disisipi Lena, sang presenter ayu sebagai wakil warga Jakarta. Walah…serius amat yah obrolan jelang tengah malam.

“Untuk mengurai kemacetan di Jakarta akan diterapkan sistem ganjil genap,” seloroh Riza Hasyim. Maksudnya, ada hari-hari tertentu kendaraan yang boleh beroperasi di Jakarta adalah yang memiliki pelat nomor ganjil atau sebaliknya.

Namun, ia juga buru-buru menyebutkan bahwa faktor mentalitas juga berpengaruh terhadap penciptaan keruwetan di jalan. “Karena itu, kami lakukan penyuluhan ke sopir angkutan umum termasuk bekerja sama dengan kepolisian untuk lakukan penindakan,” katanya. Hemmm….

Sang presenter, Anya Dwinov, tak henti menyinggung soal pentingnya implementasi dari aturan yang ada. “Kalau peraturannya sudah bagus, implementasinya juga harus bagus,” papar sang dara ayu itu.

Sontak, Lulung menyatakan, yang dibutuhkan oleh Jakarta saat ini adalah transportasi publik yang aman dan nyaman. “Tapi harus ada aturan yg memaksa untuk pemanfaatan transportasi publik itu,” tutur dia.

Peliknya transportasi Jakarta juga dibayangi oleh tingginya angka kecelakaan di jalan. Tahun 2008, kasus kecelakaan yang tercatat oleh Polda Metro Jaya sebanyak 16 kasus per hari dengan korban jiwa mencapai rata-rata 3 orang per hari.

Riza mengaku, untuk mewujudkan sistem transportasi yang nyaman harus ada sinergi semua pihak terkait. “Pemerintah pusat juga mesti ikut. Dan, tahun 2010, insyaallah MRT akan dibangun,” tambahnya.

Bagi, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jakarta, Tri Tjahjono, “Pemerintah harus berani memberi subsidi untuk transportasi yang saat ini tidak memadai. Selain itu,
fasilitas pejalan kaki dan pesepeda juga harus disediakan,” urai Tri yang disisipkan dalam liputan di tengah talkshow tersebut.

Sayangnya, talkshow yang mengulas fasilitas publik itu ‘gagal’ memberi ruang interaksi dengan pemirsa. No telepon yang disedikan sulit dihubungi. Semoga ke depan lebih baik. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: