Lanjut ke konten

Omzet Bisnis Sepeda Motor Rp 65 Triliun

23 November 2009

foto:edo

OMZET bisnis sepeda motor pada 2010 diperkirakan meningkat 10% menjadi Rp 65,27 triliun. Angka sebesar itu diperoleh dari penjualan domestik sebesar 6,3 juta unit dan ekspor sebesar 64 ribu unit.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menerangkan, jika harga sepeda motor dipukul rata Rp 10 juta, omzet sepeda motor tahun depan mencapai Rp 63 triliun. Namun saat ini, kata dia, ada beberapa sepeda motor yang harganya di atas Rp 15 juta, namun porsinya tidak terlalu besar.

“Kalau melihat tren pada kuartal IV, pasar tahun depan dapat menembus 6 juta unit atau naik minimal 10% dibanding 2008 sebesar 5,6-5,8 juta unit,” paparnya di Jakarta, Senin (23/11).

Menurut Gunadi, pasar otomotif (motor dan mobil) biasanya meningkat dua kali lipat dibanding pertumbuhan ekonomi. Jika pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 6%, pasar berpeluang tumbuh dua kali lipat sebesar 12%. Selain karena faktor pertumbuhan ekonomi, Gunadi menerangkan, permintaan dari kalangan distributor motor juga terus membaik dalam dua bulan terakhir.

Indikasi peningkatan permintaan terlihat dari realisasi penjualan Oktober 2009 yang mampu mencapai 613.979 unit, meningkat 19% dibanding bulan sama 2008 sebesar 515.123 unit. Ini merupakan pertumbuhan positif pertama sepanjang tahun ini setelah sebelumnya pasar anjlok dalam sembilan bulan berturut-turut.

Berdasarkan data AISI, pasar motor domestik per Oktober 2009 turun 11,4% menjadi 4,75 juta unit dibanding periode sama 2008 sebesar 5,31 juta unit. Penurunan pasar dipicu krisis finansial global yang mengeringkan likuiditas di perusahaan pembiayaan (leasing) pada awal tahun ini. Seretnya dana di perusahaan leasing memukul pasar motor karena 80% pembelian menggunakan skema kredit.

Ekspansi Pasar Ekspor

Sementara itu, tren pemulihan ekonomi dunia mendorong beberapa produsen motor nasional menggenjot ekspor ke beberapa negara Asean mulai tahun ini. PT Minerva Motor Indonesia (MMI) berencana mengekspor Minerva Megelli ke Thailand mulai tahun depan.

“Jumlahnya tidak terlalu banyak. Paling hanya sekitar 200 unit per bulan,” ujar Direktur Utama MMI Kristianto Goenadi.

Dia menerangkan, MMI akan berupaya meningkatkan muatan lokal dari saat ini 20% menjadi di kisaran 30-40%. Hal ini dilakukan untuk memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk (BM) antar sesama negara Asean dalam kerangkan Asean Free Trade Area (AFTA). Dalam aturan ini, suatu motor disebut buatan Asean jika memiliki muatan lokal 40%.

Sebelumnya, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mulai mengekspor KLX dalam bentuk terurai ke Malaysia dan Filipina pada Oktober lalu dengan volume 500 unit. Hingga akhir tahun ekspor KLX ditargetkan mencapai 1.500 unit.

Di sisi lain, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) akan mengekspor motor ke Thailand dan Vietnam mulai 2010 setelah sebelumnya mengekspor motor ke Filipina. Volume ekspor SIM ke Filipina sekitar 10 ribu unit per bulan.

Gunadi Sindhuwinata menyatakan, ekspor motor tahun depan kemungkinan dapat kembali ke level 2008 sebesar 64 ribu unit seiring pemulihan ekonomi global. Tahun ini, ujar dia, ekspor motor kemungkinan turun 6% menjadi 60 ribu unit.

Menurut Gunadi, ekspor motor nasional kini mengarah ke beberapa negara-negara berkembang khususnya Asean. Namun, ujar dia, negara tujuan ekspor biasanya sudah memiliki basis produksi yang kuat untuk model-model tertentu.

“Yang dapat kita optimalkan saat ini adalah ekspor bagian-bagian motor seperti ban atau aki,” paparnya. (coy)

sumber; investor daily

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: