Lanjut ke konten

Pemerintah Bakal Kucurkan Dana Khusus Transportasi

17 November 2009


foto:edo

SEBAGIAN besar masyarakat, termasuk saya, percaya bahwa sistem transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau masih merupakan mimpi. Di tengah itu semua, masyarakat kota dipaksa mencari celah moda transportasi yang dianggap paling memadai. Pilihan paling atas adalah bersepeda motor.

Asumsinya simpel, harga sepeda motor terjangkau karena sistem penjualannya disokong oleh lembaga pembiayaan (multi finance). Dengan modal sekitar Rp 1 juta saja, sudah bisa membawa sepeda motor ke rumah. Lalu, biaya operasionalnya pun terbilang ringan. Cukup membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebanyak tiga liter Rp 16.500, bisa dipakai untuk tiga hari kerja. Bandingkan dengan menggunakan moda transportasi umum seperti bus, minibus, angkutan kota, atau ojek. Bisa dua hingga tiga kali lipatnya.

Aspek lain yang mendorong masyarakat kota akhirnya membeli sepeda motor untuk alat transportasi adalah kepraktisan moda transportasi ini bermanuver di tengah kemacetan, terlebih di jalan-jalan Jakarta.

Tak heran, jika penjualan sepeda motor di kota-kota besar terus bertumbuh. Surabaya misalnya, setiap tahun bisa bertumbuh hingga 20%. Bayangkan untuk di Jabodetabek. DSS Jakarta, sebagai main dealer Yamaha, menyatakan bahwa kontribusi penjualan mereka mencakup sekitar 26% dari total penjualan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Jika pada 2008 sekitar 2,4 juta unit, artinya penyerapan kawasan Jabodetabek sekitar 600-an ribu unit. Hingga awal November 2009, populasi sepeda motor di kawasan Jabodetabek ditaksir sekitar enam juta unit.

Dana Khusus
Guna membenahi karut marutnya sistem transportasi, menurut Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, seperti dikutip Investor Daily, Selasa (17/11), pemerintah akan mengalokasikan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembenahan sistem transportasi di kota-kota besar. Upaya ini ditempuh untuk mengurai kemacetan yang memicu inefisiensi sekaligus menjadikan kota-kota besar sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

Dephub, kata dia, akan membahas DAK untuk sistem transportasi dengan Departemen Keuangan. Besaran DAK yang dikucurkan ke pemda akan menggunakan sistem reward. “Daerah yang berhasil dalam pembenahan transportasi kota akan memperoleh DAK lebih besar, seperti model stick and carrot lah,” ujar Bambang yang juga ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu.

Di samping itu, Dephub tengah menyiapkan cetak biru (blue print) mengenai keterhubungan atau konektivitas guna menyatukan potensi transportasi antarmoda. Cetak biru ini mengintegrasikan angkutan penumpang dan barang, termasuk keterkaitannya dengan sistem logistik serta mengatasi sumbatan di setiap moda.

Menhub Freddy Numberi dalam sambutan di Konferensi Ke-8 Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS), di Surabaya, Senin (16/11), mengatakan, dibutuhkan terobosan untuk mengatasi sistem transportasi di kota besar. Dia mencontohkan, di Jakarta terdaftar 9,5 juta kendaraan bermotor. Setiap hari ada tambahan 300 mobil dan ribuan motor baru. “Bila populasi kendaraan ini dibiarkan, tahun 2014 Jakarta macet total,” kata dia.

Freddy menjelaskan, dalam membuat blue print tentang ‘National Transportation Indonesia’ secara terpadu, pihaknya akan mengintegritasi moda transportasi. Misalnya, busway di kota-kota besar, kereta api di pulau Jawa. Pemerintah juga akan membangun jalur kereta api menuju ke pelabuhan atau bandara. “Kalau di kota-kota besar, kendaraan atau truk besar dilewatkan di pinggiran kota. Kita juga membangun transportasi kereta api yang baik, kalau sudah baik, bisa juga jalur kereta api hingga ke pelabuhan atau bandara,” kata dia. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. Anonymous permalink
    22 November 2009 04:54

    tahun 2014 Jakarta macet total,"kalimat ini ta pinjam ya…Moa asp169

  2. camera permalink
    26 November 2009 19:35

    sepeda motor memang alat transportasi yang fleksibel. Saya juga speda motor rider

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: