Lanjut ke konten

Dua ATPM Motor Berhenti Jualan

3 September 2009


foto:edo

JAKARTA — Dua agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor berhenti berjualan sejak Juli 2008. Dua merek tersebut adalah Kymco dan Piaggio.
Berdasarkan data distribusi motor ke dealer (wholesales) yang direkap Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Kymco berhenti menjual motor sejak November tahun lalu sedangkan Piaggio sejak Juli 2008. Total penjualan Kymco pada 2008 mencapai 5.106 unit, sementara Piaggio 60 unit.
Ketua AISI Gunadi Sindhuwinata mengakui, dua merek tersebut sudah tidak mengirimkan data penjualan ke AISI. Namun Gunadi tidak mengetahui secara pasti alasan dua merek tersebut. “Saya tidak berkompeten untuk menjawab pertanyaan ini,” katanya di Jakarta, Selasa (1/8).
Berdasarkan penelusuran, Kymco diageni oleh PT Kymco Lippo Motor Indonesia. Kymco memiliki fasilitas perakitan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dengan kapasitas produksi sebesar 100 ribu unit setahun. Kymco resmi masuk AISI pada 2002.
Kymco merupakan pionir motor skuter otomatik (skutik) di Tanah Air. Dari situs resmi perusahaan, Kymco memproduksi sembilan model motor, terdiri atas Free LX, Trend SR, Easy JR, Visa, Free MX, Metixa GLX, Metica GS, dan Spike RR.
Gunadi menerangkan, selain tidak mengirimkan data penjualan, Kymco juga belum membayar iuran anggota. Walau begitu, AISI tidak dapat mengeluarkan sanksi karena tidak tercantum dalam aturan organisasi. “Kami tidak memberikan tenggat waktu pada Kymco terkait pembayaran iuran dan juga penyerahan data. Kami sudah tidak berkomunikasi dengan mereka,” katanya.
Di sisi lain, Gunadi mengaku AISI juga sudah tidak menerima laporan penjualan dari Piaggio. Menurut Gunadi, Piaggio saat ini sudah tidak melakukan proses perakitan. Seluruh motor yang dipasarkan diimpor dalam bentuk utuh dari Italia.
“Piaggio termasuk salah satu pendiri AISI karena tadinya melakukan aktivitas manufacturing. Tapi sekarang sudah tidak memproduksi motor lagi,” ujarnya.
Sementara itu, PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) selaku distributor Piaggio yang juga menjual Gilera dan Aprillia membantah berhenti berjualan. Hingga kini pihak SKN mengaku masih eksis di pasar nasional.
“Rata-rata penjualan kami per bulan mencapai 35 unit. Pada Agustus lalu kami bahkan bisa menjual 40 unit. Saya tidak tahu apakah rekap data ini disetor ke AISI atau tidak,” kata Manajer Pemasaran SKN Harry Mantovani.
Ia tidak mengetahui apakah data penjualan sudah dilaporkan ke AISI. Ia mengaku bukan berada di divisi publikasi.
Menurut Harry, Piaggio memiliki 11 model yang ditawarkan di harga Rp 30-260 juta. Seluruh motor diimpor dalam bentuk utuh dari Italia. “Karena masih impor, harga motor kami naik Rp 1-3 juta sepanjang tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu,” paparnya.
Meski terbilang mahal, motor Piaggio, kata Harry, masih cukup diminati. Pada tahun lalu, kata dia, Piaggio terjual sebanyak 510 unit. Untuk tahun ini SKN menargetkan penjualan mencapai 450 unit.
“Pasar motor kita tahu sedang melemah akibat gempuran krisis global. Hal ini pasti berdampak terhadap penjualan kami. Namun, sejak Juli penjualan mulai membaik,” katanya.
AISI melaporkan, realisasi penjualan motor nasional hingga Juli 2009 mencapai 3.091.697 unit, turun 15% dibanding periode sama tahun lalu sebesar 3.633.071 unit. Hingga akhir tahun, pebisnis motor memperkirakan pasar motor akan mencapai 5,3 juta unit, turun 14,5% dibanding 2008 sebesar 6,2 juta unit. (coy)

sumber: investor daily

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: