Lanjut ke konten

Bikers Peduli Situ Gintung

30 Maret 2009

BENCANA jebolnya tanggul Situ Gintung, Cireunde, Tangerang Selatan–Banten, Jumat (27/3), sekitar pukul 03.30 WIB, menelan hampir 100 jiwa penduduk di sekitar kawasan itu. Lebih dari 100 jiwa dikabarkan hilang dan puluhan lainnya luka-luka. Bencana menorehkan luka di sanubari kita.
Di tengah gelombang bantuan dan sumbangan dari partai politik, pejabat, serta masyarakat, sekelompok anggota kelompok pengguna sepeda motor (bikers), juga sibuk merapatkan barisan. Ikut andil membantu sesama yang sedang menderita.
“Alhamdulillah bantuan dan donasi sudah didistribusikan langsung kepada korban Situ Gintung,” tutur Lucky Junan Subiakto, pengurus Yamaha Jupiter Owners Community (YJOC), seperti tertera dalam catatan dinding Face Book pria bertubuh gempal itu.
Menurut dia, walau tidak seberapa, ia berharap bantuan itu dapat berarti banyak bagi penerimanya. “Atas nama YJOC kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu,” kata dia.
Sementara itu, Minerva Riders Community (MRC) juga ikut ambil bagian. Puluhan kardus bantuan yang di antaranya adalah mie kemasan dan air mineral, terpaksa diangkut dengan gerobak. Sebagian barang yang dibawa dengan sepeda motor R 150 tidak bisa menerobos ke lokasi posko. ”Bantuan kami sebar ke dua posko bencana, yakni Posko Bencana Rakyat Peduli dan Posko Peduli PKS di belakang Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ),” ujar Hadi W, wakil ketua MRC region Jakarta, mewakili keluarga besar MRC.
Ia mengaku trenyuh melihat keadaan Situ Gintung dan para korban bencana air bah tersebut. “Keadaan di Situ Gintung cukup memprihatinkan,” papar Hadi yang datang bersama sekitar 17 anggota MRC, Minggu (29/3) siang.
Pada bagian lain, bikers dari Komunitas Boeaya Motor, Jakarta Bikers Merah Putih (JBMP), dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta mendirikan Posko bantuan untuk korban di Situ Gintung. “Posko kami terletak di depan Ruko LIA Ciputat setelah jembatan Pasar Jumat,” tutur Indra dalam surat elektroniknya.
Menurut dia, posko tersebut menyalurkan bantuan dari warga yang ingin berderma. Ia menjelaskan, bantuan yang diperlukan dan sangat mendesak saat ini antara lain mie instan, air mineral, nasi bungkus, selimut, dan pakaian layak pakai.
Beberapa klub dan komunitas sepeda motor juga berancang-ancang. Independent Bikers Club (IBC) salah satunya. “Kami bakal masuk ke lokasi dan mengirim bantuan sepekan setelah kejadian karena saat ini sudah banyak yang membantu,” papar Edo Rusyanto, ketua IBC, Senin (30/3).
Ia menjelaskan, anggota IBC telah mengunjungi lokasi yang porak poranda tersebut dan menginventarisasi kebutuhan yang bisa dibantu. “Kemampuan kami juga terbatas, karena itu bantuan yang ingin disalurkan agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan penerima,” tegasnya.


Bencana jebolnya Situ Gintung meluluhlantakan ratusan rumah yang terletak di bawah danau tersebut. Bahkan, pemukiman yang berjarak sekitar 1-3 kilometer juga terkena banjir lumpur.
Tanggul buatan Belanda tahun 1932-1933 tersebut diperkirakan menghancurkan perumahan warga di Kampung Poncol dan Kampung Gintung. ”Sekitar 300 rumah yang ada di wilayah itu rusak dan hancur,” tulis Kompas (Sabtu, 28/3). Butuh miliaran bahkan triliunan rupiah untuk memperbaiki infrastruktur yang ada. Pemerintah berjanji memberikan bantuan Rp 15 juta untuk setiap rumah yang rusak terkena bencana.
Bencana menyisakan kepiluan bagi keluarga yang kehilangan sanak family. Hingga Minggu (29/3), sudah 99 korban meninggal dunia ditemukan. (edo)

foto: dok MRC
2 Komentar leave one →
  1. akaparang permalink
    31 Maret 2009 09:48

    keep rolling bro. salut buat kawan2 yang peduli dengan sesama.kapan2 info ya kalo ada event apa pun apalagi tentang kemanusiaan bisa langsung hub saya di http://wheelist.blogspot.comakaparang

  2. Edo Rusyanto permalink
    31 Maret 2009 12:02

    siapppp bro. trims juga atas atensinya. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: